Terbaik dan Terburuk dari Laga Inter vs Juventus: Zielinski Bersinar, Akanji hingga Conceicao Melempem

Terbaik dan Terburuk dari Laga Inter vs Juventus: Zielinski Bersinar, Akanji hingga Conceicao Melempem
Aksi Marcus Thuram (kedua dari kanan) di laga Inter Milan vs Juventus, Minggu (15/02/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP Photo

Bola.net - Derby d’Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/2) dini hari WIB, menyuguhkan duel panas penuh drama. Inter Milan menundukkan Juventus dengan skor 3-2 dalam laga yang sarat tensi dan momen krusial.

Inter tampil dominan terutama setelah Juventus kehilangan Pierre Kalulu akibat kartu merah di babak pertama. Keunggulan jumlah pemain memberi Nerazzurri kontrol permainan yang lebih stabil.

Gol Inter lahir dari bunuh diri Andrea Cambiaso, Francesco Pio Esposito, dan Piotr Zielinski. Juventus membalas lewat Cambiaso dan Manuel Locatelli, tetapi tak mampu menghindari kekalahan.

Hasil ini membuat Inter mengoleksi 61 poin dari 25 laga dan menjauh dari kejaran AC Milan. Juventus tertahan di peringkat empat dengan 46 poin, membuat persaingan zona Liga Champions semakin ketat.

Di bawah ini adalah ulasan tentang pemain dengan performa terbaik dan terburuk dari laga Inter Milan vs Juventus.

1 dari 4 halaman

Inter Milan: Zielinski Penentu, Akanji Terlemah

Piotr Zielinski melawan Jonathan David di laga Inter Milan vs Juventus, Minggu (15/02/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Piotr Zielinski melawan Jonathan David di laga Inter Milan vs Juventus, Minggu (15/02/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Piotr Zielinski layak menjadi sorotan utama. Gelandang asal Polandia itu mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir, menutup penampilan impresif dengan akurasi umpan 96 persen. Kontribusinya konsisten sepanjang laga.

Federico Dimarco juga tampil luar biasa dengan satu assist tambahan. Itu menjadi assist ke-13-nya di Serie A musim ini. Ia menjadi ancaman konstan di sisi kiri dengan 47 umpan akurat dari 52 percobaan di area lawan, setara 90 persen.

Keberanian Christian Chivu memasukkan Pio Esposito di babak kedua juga berbuah manis. Esposito mencetak gol penting dan menjaga intensitas serangan Inter tetap tinggi.

Di sisi lain, Akanji mendapat rating terendah dengan 5,5 dari SofaScore. Ia kerap kehilangan posisi dan hanya memenangi satu duel udara dari tujuh percobaan. Meski cukup rapi saat menguasai bola, kontribusi defensifnya dinilai kurang maksimal.

2 dari 4 halaman

Juventus: McKennie Multiperan, Conceicao dan David Minim Dampak

Federico Dimarco (kiri) dipepet Jonathan David di laga Inter Milan vs Juventus, Minggu (15/02/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Federico Dimarco (kiri) dipepet Jonathan David di laga Inter Milan vs Juventus, Minggu (15/02/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Weston McKennie menjadi pemain terbaik Juventus dengan rating 7,5. Ia mencatat dua assist dalam situasi sulit dan bermain di berbagai posisi, mulai dari sayap kanan, gelandang tengah, gelandang serang, hingga striker.

Performa McKennie menunjukkan fleksibilitas taktis yang penting bagi tim. Ia menjadi motor transisi dan tetap produktif meski Juventus bermain dengan sepuluh orang.

Sebaliknya, Francisco Conceicao dan David mendapat rating terendah, yakni 5. Keduanya minim kontribusi ofensif, bahkan sebelum kartu merah Kalulu mengubah jalannya laga.

David juga kehilangan bola dalam proses gol pertama Inter akibat sundulan yang salah sasaran. Detail kecil itu berdampak besar dalam pertandingan dengan margin tipis.

3 dari 4 halaman

Rapor Pelatih: Chivu Berani, Spalletti Bertahan dengan Identitas

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu duduk di bangku cadangan saat laga Coppa Italia/Piala Italia antara Inter vs Torino di Monza, Italia, Rabu, 4 Februari 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu duduk di bangku cadangan saat laga Coppa Italia/Piala Italia antara Inter vs Torino di Monza, Italia, Rabu, 4 Februari 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Cristian Chivu mendapat rating 7 atas keberanian dan keputusan taktisnya. Inter sebelumnya kesulitan dalam 14 pertemuan melawan Juve, Napoli, atau Milan, tetapi kali ini ia berani mengambil risiko dengan memasukkan Esposito dan mempertahankan Lautaro serta Thuram.

Keputusan tersebut menjaga agresivitas Inter meski sudah unggul jumlah pemain. Mereka tidak bermain aman, melainkan terus menekan hingga gol kemenangan tercipta.

Luciano Spalletti memperoleh rating 6. Juventus bertahan dengan sepuluh pemain selama lebih dari 45 menit dan tetap mampu menyamakan skor lewat Locatelli sebelum akhirnya kalah dramatis.

Secara struktural, Juventus masih memiliki pekerjaan rumah. Namun setidaknya, tim ini mulai menunjukkan identitas permainan yang jelas, bahkan dalam tekanan besar di panggung Derby d’Italia.

Sumber: SofaScore/Football Italia


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL