Pria yang kini berusia 52 tahun bersama Juventus mulai 1992 hingga 1996. Bersama Bianconeri, Vialli hampir memenangkan semua trofi mulai scudetto, Coppa Italia hingga Liga Champions.
Dan baru-baru ini, Vialli mengungkapkan bagaimana Lippi meracik strategi dan taktik yang digunakan mereka di Juventus saat itu. Menurutnya, salah satu kunci sukses mereka adalah bagaimana setiap pemain rela berkorban dan saling membantu satu sama lain.
"Tekanan adalah saat satu pemain melakukannya kepada lawan secara individu. Menekan adalah saat beberapa pemain melakukannya bersama-sama, dan ini menjadi lebih efektif," ungkapnya.
"Seorang pelatih juga mencoba untuk menemukan keseimbangan yang tepat dalam tim, jadi anda perlu untuk meyakinkan penyerang untuk membantu seluruh tim dalam bertahan, dan bek untuk menjadi penyerang yang pertama," ujarnya.
"Kemampuan Lippi untuk meyakinkan kami bahwa kami perlu bekerja satu sama lain, dengan dan tanpa bola, membuat kami tim yang sangat seimbang," imbuhnya.
"Satu-satunya cara anda dapat bermain dengan tiga penyerang, yang kami lakukan di Juventus, adalah bila ketiga bekerja sangat keras dan menjadi pertahanan pertama. Kami bangga dalam memenangkan bola dari kaki bek," sambungnya.
"Kami ingin berlari lebih daripada mereka. Kami ingin membuat fisik maupun mental kami keluar. Di belakang kami kami memiliki Didier Deschamps, Antonio Conte dan Paulo Sousa, tiga orang dengan otak, jantung, kaki dan skill," tandasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Conte Ingin Tularkan Gairahnya Pada Penggawa Chelsea
Liga Inggris 7 Agustus 2016, 23:34
-
Juventus Tetap Tangguh tanpa Pogba
Liga Italia 7 Agustus 2016, 23:23
-
Highlights: Main di Rumah Baru, West Ham Kalah dari Juve 2-3
Open Play 7 Agustus 2016, 21:37
-
Resmi: Juve Beri Pogba Lampu Hijau Untuk Tes Medis di MU
Liga Inggris 7 Agustus 2016, 21:05
-
Juventus Izinkan Pogba Hadiri Tes Medis di MU
Liga Inggris 7 Agustus 2016, 19:23
LATEST UPDATE
-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR