Terungkap, Andrea Pirlo Tak Pernah Inginkan Cristiano Ronaldo di Juventus: Tak Bisa Sprint dan High press

Bola.net - Sebuah kisah menarik terkuak dari masa singkat Andrea Pirlo menukangi Juventus. Legenda Italia itu ternyata tidak pernah benar-benar menginginkan kehadiran Cristiano Ronaldo di skuadnya.
Alasannya cukup mengejutkan yakni Ronaldo dinilai tidak cocok dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan Pirlo, terutama dalam skema taktik 4-4-2 yang menuntut intensitas tinggi dalam pressing.
Fakta ini diungkap oleh Alparslan Erdem, asisten Pirlo ketika keduanya bekerja bersama di klub Turki, Fatih Karagumruk. Erdem menjelaskan bahwa data analitik menunjukkan kelemahan Ronaldo dalam sprint dan pressing.
Itu adalah dua elemen penting dalam gaya bermain yang diinginkan Pirlo. Meski demikian, mantan gelandang AC Milan itu tak punya banyak pilihan selain tetap memainkan bintang asal Portugal tersebut.
Keputusan untuk mempertahankan Ronaldo di lapangan bukan datang dari Pirlo, melainkan dari manajemen Juventus yang menganggap CR7 sebagai aset komersial sekaligus simbol prestise klub.
Situasi inilah yang akhirnya membuat musim debut Pirlo sebagai pelatih penuh tantangan, meski ia berhasil mempersembahkan Coppa Italia dan Supercoppa Italiana sebelum akhirnya dipecat.
Pirlo Frustrasi dengan Performa Ronaldo di Juventus

Andrea Pirlo disebut sempat frustrasi dengan kontribusi Ronaldo yang tidak sesuai dengan kebutuhan taktiknya. Walau mencetak banyak gol dan berkontribusi besar, Ronaldo tak sesuai dengan taktik Pirlo.
“Kami menganalisis data, yang menunjukkan bahwa Cristiano Ronaldo adalah yang terburuk dalam sprint dan high press,” kata Alparslan Erdem kepada podcast Bild, dikutip dari Corriere dello Sport.
“Pirlo tidak menginginkan Ronaldo di timnya, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena ini adalah Cristiano Ronaldo.” ujar Erdem.
Pernyataan itu menggambarkan dilema besar yang dihadapi Pirlo: di satu sisi ia harus menjalankan sistem yang efisien secara taktik. Di sisi lain ia terikat pada keharusan memainkan sosok megabintang dengan status simbol global seperti Ronaldo.
Taktik 4-4-2 Tak Cocok untuk Ronaldo dan Dybala

Menurut Erdem, masalah tidak berhenti di situ. Pirlo juga dihadapkan pada kenyataan bahwa sistem 4-4-2 pilihannya tidak berjalan efektif dengan kombinasi Ronaldo dan Paulo Dybala di lini depan.
Keduanya sama-sama kurang cocok untuk melakukan pressing tinggi dan bekerja tanpa bola, aspek yang sangat penting dalam pendekatan modern ala Pirlo.
“Pirlo jauh lebih menyukai Alvaro Morata, yang sangat cocok dengan taktik 4-4-2-nya. Sistem itu tidak berhasil dengan Ronaldo atau Paulo Dybala, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Erdem.
Setelah meninggalkan Juventus, Pirlo sempat melatih Sampdoria dan kini menukangi United FC di Uni Emirat Arab. Sementara Erdem melanjutkan kariernya di Makedonia Utara bersama Rabotnicki Skopje.
Sumber: Football Italia
Klasemen Serie A 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Prediksi Torino vs Napoli 18 Oktober 2025
- Barcelona Bidik Dusan Vlahovic untuk Gantikan Robert Lewandowski
- Rasmus Hojlund Bangkit di Napoli, Antonio Conte Temukan Cara Maksimalkan Bakatnya
- Como 1907 Pamer Permainan Tiki-taka ala Cesc Fabregas
- Bukan Dybala atau Lautaro! Francesco Totti Justru Sebut Nama Ini Jadi Kunci Kemenangan Roma atas Inter
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Como vs Juventus 19 Oktober 2025
Liga Italia 17 Oktober 2025, 19:42
-
Juventus Terancam Gagal Daftarkan Pemain Baru di Eropa, Ada Apa Lagi?
Liga Italia 17 Oktober 2025, 14:49
LATEST UPDATE
-
Arti Penting Kemenangan Manchester United atas Aston Villa
Liga Inggris 15 Maret 2026, 23:50
-
Live Streaming Liga Inggris: Manchester United vs Aston Villa
Liga Inggris 15 Maret 2026, 20:57
-
Lewis Hamilton Puas Akhirnya Raih Podium Perdana Bareng Ferrari di F1 GP China
Otomotif 15 Maret 2026, 20:22
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54

























KOMENTAR