
Bola.net - Juventus harus menelan pil pahit ketika menjamu Atalanta pada pekan ke-28 Serie A, Senin (10/3) dini hari WIB. Bermain di Stadion Allianz, Bianconeri justru kalah dengan skor 0-4 dari tamunya.
Juventus, berdasarkan statistik FotMob, sejatinya unggul pada aspek penguasaan bola. Namun, dengan 63 persen penguasaan bola mereka, Si Nyonya Tua tidak mampu berbuat banyak saat berada di area kotak penalti lawan.
Juventus hanya mampu melepas sembilan shots pada laga ini, dua tepat sasaran. Sedangkan, dari kubu Atalanta, dengan 37 persen penguasaan bola, mampu melepas 19 shots dan sembilan diantaranya tepat sasaran.
Laga ini jadi bukti sahih bahwa penguasaan bola terkadang tidak selaras dengan hasil laga. Dominasi Juventus runtuh di hadapan permainan efektif kubu Atalanta. Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
Lini Serang Juventus yang Tumpul

Di sisi lain, lini serang Juventus tampil sangat buruk. Meskipun menguasai bola dalam persentase yang cukup tinggi, mereka kesulitan menciptakan peluang emas. Minimnya tembakan tepat sasaran menunjukkan inefisiensi serangan mereka.
Strategi serangan yang diterapkan tampaknya tidak mampu menembus pertahanan Atalanta yang solid. Kurangnya kreativitas dan penyelesaian akhir yang buruk dari para penyerang menjadi faktor penyebab kegagalan mencetak gol.
Kegagalan dalam menciptakan peluang dan penyelesaian akhir yang buruk menjadi masalah serius yang harus segera diatasi oleh Juventus. Mereka perlu meningkatkan kreativitas dan ketajaman di lini depan agar bisa bersaing di papan atas klasemen.
Permainan Efektif Atalanta

Atalanta dikenal punya transisi positif yang sangat berbahaya. Hal itu bisa dilihat pada duel lawan Juventus. Tim racikan Gian Pierro Gasperini sangat kuat saat melakukan serangan balik.
Pada sebuah momen di akhir babak pertama, Atalanta punya peluang mencetak gol lewat Lookman. Saat itu, Atalanta menyerang dengan situasi enam pemain melawan tiga dari kubu Juventus.
Atalanta juga sangat efisien ketika dalam posisi penyerang. Hanya dengan 37 persen penguasaan bola, mereka mampu mencatat 19 shots. Jika bukan karena lima penyelamatan yang dibuat Di Gregorio, Atalanta mungkin mencetak lebih banyak gol.
Klasemen Serie A 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kenan Yildiz Jadi Suksesor Mohamed Salah di Liverpool?
Liga Italia 10 Maret 2025, 19:25
-
Setelah Remukkan Juventus, Atalanta Kini Mengincar Inter Milan
Liga Italia 10 Maret 2025, 13:54
-
Performa Juventus Memang Layak Diejek Suporter Sendiri
Liga Italia 10 Maret 2025, 13:34
-
Setelah Hancurkan Juventus, Mimpi Scudetto Atalanta Kembali Hidup
Liga Italia 10 Maret 2025, 13:22
LATEST UPDATE
-
Setelah Piala Dunia 2026, Julian Alvarez Gabung Barcelona
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 06:16
-
Drama Belum Berakhir! Benfica Laporkan Fede Valverde ke UEFA, Bakal Absen di Bernabeu?
Liga Champions 20 Februari 2026, 06:00
-
Bukan Rudiger, Real Madrid Mantap Tendang Bintang Ini Keluar dari Bernabeu
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 05:37
-
Lautaro Martinez Cedera Betis, Inter Milan Terancam Tanpa Sang Kapten Selama Sebulan
Liga Champions 20 Februari 2026, 04:14
-
FIFA Series 2026: Pelatih Bulgaria Sebut Sepak Bola Layaknya Agama di Indonesia
Tim Nasional 20 Februari 2026, 03:28
-
Klaim Sensasional Eks Arsenal: Mikel Arteta Bakal ke Barcelona
Liga Inggris 20 Februari 2026, 01:34
-
Kiper Tottenham Terbuka Gabung Inter pada Bursa Transfer Musim Panas
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:34
-
6 Pemain Juventus Tak Masuk Rencana Luciano Spalletti Musim Depan
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:23
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
























KOMENTAR