Bola.net - Maag merupakan salah satu penyakit yang umum diderita orang Indonesia. Penyakit ini identik dialami orang-orang yang sering menunda makan. Pengidap maag pun disarankan makan teratur.
Selain itu, sakit maag bisa dipicu karena makan terlalu banyak atau terlalu cepat, stres, mengonsumsi obat tertentu, atau menderita penyakit tertentu. Sakit maag juga bisa dihubungkan dengan gaya hidup yang buruk dan tidak sehat.
Ada beberapa makanan yang harus dihindari penderita maag untuk mencegah kambuh. Meski demikian, jenis makanan yang dikonsumsi pengidap maag juga harus diperhatikan agar tidak memicu kambuh.
Makanan yang harus dihindari pengidap maag harus diganti dengan makanan sehat yang aman dikonsumsi. Hindari pola hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, hingga makanan makanan pedas, berminyak, dan berlemak.
Berikut rangkuman dari berbagai sumber, tentang makanan yang harus dihindari pengidap maag.
Makanan Tinggi Lemak
Lemak memang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Akan tetapi, makan makanan tinggi lemak dalam porsi yang terlalu banyak bisa memicu timbulnya gejala maag.
Makanan berlemak dapat memperlambat otot-otot pencernaan, dan memperlambat pengosongan lambung. Selain itu, makanan berlemak juga bisa memperburuk konstipasi dan diare.
Oleh karena itu, Anda harus menghindari berbagai makanan tinggi lemak seperti daging merah, gorengan, hingga makanan penutup seperti kue, es krim, dan lain sebagainya dengan kandungan lemak tinggi.
Makanan dan Minuman Asam (Buah Citrus)
Makanan yang harus dihindari penderita maag pertama adalah makanan dan minuman asam. Beberapa jenis makanan, seperti buah jeruk, lemon, limau, saus tomat, serta minuman berkarbonasi/bersoda bersifat asam, sehingga dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Bila Anda menderita maag, sebaiknya hindari makanan dan minuman tersebut. Sebuah penelitian yang dimuat dalam The Korean Journal of Gastroenterology, menyebutkan dari sekitar 382 orang yang mengeluhkan rasa terbakar pada dada sebagai gejala maag, sebanyak 67% di antaranya mengalami keparahan gejala setelah mengonsumsi jeruk.
Makanan yang Digoreng
Selain makanan tinggi lemak, makanan yang digoreng juga harus dihindari penderita maag. Alasannya serupa dengan makanan tinggi lemak sebelumnya. Gorengan, yang notabene direndam dalam minyak panas dan cukup banyak, mengandung banyak lemak trans.
Makan makanan yang tinggi lemak tentu berisiko membuat gejala maag kembali kambuh karena naiknya asam lambung. Makanan yang digoreng dengan kandungan lemak yang tinggi ini dapat merangsang melemahnya otot pada katup kerongkongan. Akibatnya, asam lambung bisa dengan mudah naik dan menjalar ke ulu hati, dada, hingga kerongkongan.
Makanan Pedas
Makanan pedas termasuk makanan yang harus dihindari penderita maag, sebab dapat meningkatkan risiko iritasi pada saluran pencernaan, termasuk lambung. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan pencernaan, dianjurkan untuk memilih makanan lembut dan hindari makanan pedas.
Produk Olahan Susu
Kandungan laktosa membuat susu menjadi cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh. Ketika laktosa tidak dapat dicerna dengan baik, perut akan menjadi kembung, menghasilkan gas atau menyebabkan diare. Hal ini tentu dapat memperberat keluhan penderita maag.
Meski begitu, bukan berarti Anda harus menjauhi produk susu sepenuhnya. Susu mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh, terutama kalsium, yang penting bagi perkembangan dan kesehatan tulang. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter tentang batasan dalam mengonsumsi susu dan alternatif penggantinya.
Minuman Berkafein
Mungkin Anda sering mendengar bahwa orang yang memiliki maag tidak dianjurkan minum kopi dalam jumlah banyak. Bahkan, sebisa mungkin sebaiknya hindari minum kopi, atau setidaknya batasi asupannya guna mencegah gejala maag bertambah parah.
Minuman berkafein, seperti kopi, teh, soda, dan cokelat dapat merangsang saluran pencernaan. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman berkafein dapat memicu atau memperburuk gejala maag.
Kafein terbukti dapat melemahkan otot pada katup kerongkongan bagian bawah. Alhasil, asam lambung pun bisa dengan leluasa naik kembali ke kerongkongan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Minuman Bersoda
Fruktosa atau minuman dengan pemanis buatan diduga dapat menyebabkan maag. Ini karena pemanis tidak sepenuhnya mampu dicerna dan diserap tubuh sebelum mencapai usus.
Contohnya pada minuman bersoda, Selain membuat perut terasa kembung, soda dan minuman berkarbonasi dapat memicu peningkatan asam lambung yang merupakan gejala maag. Minuman ini dapat melemahkan otot pada katup kerongkongan bagian bawah, yang kemudian membuat asam lambung naik.
Bahkan, soda dan minuman berkarbonasi juga bisa mengandung kafein yang akan semakin memudahkan kemunculan gejala maag. Atas dasar itulah, minuman ini menjadi salah satu pantangan untuk orang yang memiliki maag, jika tidak ingin gejalanya kambuh.
Alkohol
Sama halnya seperti kopi dan soda, bir, anggur, maupun jenis alkohol atau minuman keras lainnya dapat berkontribusi sebagai penyebab munculnya maag. Alkohol tidak mengandung protein, vitamin, atau nutrisi lainnya.
Ada berbagai cara yang dilakukan alkohol sehingga bisa memicu kondisi tersebut. Pertama, minuman beralkohol, khususnya bir dan anggur, bisa meningkatkan jumlah produksi asam lambung. Kedua, alkohol dapat membuat otot pada katup kerongkongan menjadi lemah.
Selain itu, alkohol bisa berbahaya bagi lapisan lambung dan metabolisme hati, sehingga justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Alkohol juga bersifat iritatif, sehingga dapat memperparah keluhan penderita maag.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Husnul Abdi/Editor: Septika Shidqqiyah/Dipublikasi: 7 Januari 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Waspadai Ragam Penyakit yang Punya Gejala Rambut Rontok
Lain Lain 8 Januari 2020, 13:46
-
Deretan Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag
Lain Lain 8 Januari 2020, 11:40
-
3 Pemain yang Bisa Dongkrak Performa Arsenal
Editorial 7 Januari 2020, 14:57
-
Ragam Manfaat Lari dalam Air Bagi Tubuh, Percepat Pemulihan Cedera
Lain Lain 7 Januari 2020, 13:30
-
Ragam Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Penyakit Jantung
Lain Lain 7 Januari 2020, 13:17
LATEST UPDATE
-
Gak Jadi Dipulangkan! Barcelona Mantap Permanenkan Marcus Rashford
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 09:10
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 10 Januari 2026, 08:33
-
Xavi Latih Manchester United? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:30
-
Prediksi Newcastle vs Bournemouth 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:11
-
Akhirnya! Arsenal Sepakati Kontrak Baru Bukayo Saka
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:02
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Tottenham vs Aston Villa 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Everton vs Sunderland 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 06:25
-
Hasil Piala Afrika Tadi Malam: Mazraoui Pulangkan Bryan Mbeumo ke MU
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Bukan Pelatih, Lionel Messi Ungkap Rencana Pensiun, Apa Itu?
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Prediksi Como vs Bologna 10 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 05:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


























KOMENTAR