
Bola.net - Talas merupakan jenis umbi-umbian ini cukup populer di sejumlah negara Asia. Banyak orang menyukai talas karena rasanya cukup lezat. Talas juga banyak diolah menjadi kue bolu, aneka camilan, gorengan, dan lain sebagainya.
Selain sebagai makanan, talas juga kini naik daun dan bisa dijadikan bahan perasa minuman, yakni Taro, yang merupakan bahasa Inggris dari talas itu sendiri. Namun sebenarnya talas jauh lebih baik dikonsumsi utuh tanpa diolah dan dicampur dengan bahan lainnya.
Talas sebaiknya dikonsumsi dengan cara dikukus atau dipanggang, karena lebih sehat tanpa minyak. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu dengan kandungan dan manfaat dalam umbi ini.
Talas merupakan sumber serat dan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, termasuk manajemen gula darah, usus dan kesehatan jantung. Sama seperti singkong atau ubi, talas kukus juga cocok dijadikan makanan diet karena mengandung karbohidrat dan kaya serat.
Berikut rangkuman manfaat talas atau taro bagi kesehatan yang kerap terabaikan, seperti dilansir dari berbagai sumber.
Mengobati Diabates
Talas merupakan salah satu menu diet untuk para pengidap diabetes, alias kadar gula darah terlalu tinggi. Umbi ini mengandung dua jenis karbohidrat yang bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah, yaitu serat dan pati resisten.
Talas juga memiliki manfaat untuk membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat lain, mencegah lonjakan gula darah besar setelah makan.
Kandungan pati resisten dalam talas juga tidak dapat dicerna manusia, sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah. Kombinasi antara pati resisten dan serat inilah yang menjadikan talas pilihan karbohidrat terbaik bagi pasien diabetes.
Menurunkan Berat Badan
Talas adalah satu di antara jenis umbi-umbian yang sangat cocok dijadikan menu sehat bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Talas merupakan sumber serat yang baik.
Sebuah penelitian menemukan orang yang mengonsumsi lebih banyak serat cenderung memiliki berat badan lebih ideal dan tidak terlalu menimbun lemak dalam tubuh. Kandungan serat dalam talas akan memperlambat pengosongan perut, yang membuat Anda kenyang lebih lama dan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari.
Kandungan pati resisten dalam talas juga memiliki efek yang sama. Sebuah studi menemukan bahwa pria yang mengonsumsi suplemen dengan kandungan 24 gram pati resisten sebelum makan, sama dengan mengonsumsi sekitar enam persen lebih sedikit memiliki kadar insulin lebih rendah.
Menurunkan Risiko Kanker
Talas memiliki kandungan nabati yang disebut polifenol. Senyawa tersebut memiliki manfaat untuk kesehatan, termasuk untuk menurunkan risiko kanker.
Senyawa polifenol yang ditemukan dalam akar talas adalah quercetin, kandungan ini juga terdapat dalam bawang, apel dan teh. Kandungan itu berperan sebagai antioksidan yang kuat guna melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas berlebihan yang dikaitkan dengan kanker.
Talas juga mengandung vitamin C cukuo tinffu, dan bertindak sebagai antioksidan untuk menghilangkan racun dari tubuh dan mendetoksifikasi.
Mencegah Penyakit Jantung
Manfaat talas selanjutnya adalah mampu mencegah penyakit jantung karena adanya kandungan serat dan pati resisten. Dua kandungan itu akan membantu mencegah penyakit jantung.
Sebuah hasil penelitian substansial menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak serat cenderung memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah. Talas juga mengandung lebih dari enam gram serat.
Menjaga Kesehatan Tulang, Otot, dan Saraf
Talas mengandung Vitamin E dan magnesium yang dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis. Namun selain itu, talas juga bisa menjaga tekanan darah dan membantu pengaturan cairan. Umbi ini mengandung magnesium yang penting untuk kesehatan otot, tulang, dan saraf.
Para atlet dianjurkan rajin mengonsumsi talas kukus agar energi dalam tubuh lebih tahan lama. Manfaat ini dikarenakan talas mengandung indeks glikemik rendah yang baik untuk atlet. Indeks glikemik rendah juga berguna bagi penderita hipoglikemia karena dapat menjaga stamina tubuh yang tahan lama.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Novie Rachmayanti/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 3 Desember 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Pertandingan Persib Bandung vs Persela Lamongan: Skor 0-2
Bola Indonesia 3 Desember 2019, 20:34
-
Live Streaming Timnas Indonesia U-22 Vs Brunei Darussalam di SEA Games 2019
Tim Nasional 3 Desember 2019, 18:00
-
Manfaat Talas bagi Tubuh, Bisa Jaga Kesehatan Tulang
Lain Lain 3 Desember 2019, 15:30
-
Manfaat Air Kelapa Muda bagi Tubuh, Baik untuk Ibu Hamil
Lain Lain 3 Desember 2019, 15:15
-
Deretan Manfaat Telur Rebus bagi Tubuh, Pahami Efek Sampingnya
Lain Lain 3 Desember 2019, 14:55
LATEST UPDATE
-
Hasil Al-Nassr vs Al-Qadisiyah: Ronaldo Cetak Gol, tapi Tim Tuan Rumah Tetap Kalah
Asia 9 Januari 2026, 03:29
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR