
Bola.net - Daun katuk adalah sejenis sayuran yang cukup populer untuk memperlancar dan memproduksi ASI bagi ibu menyusui. Selain itu, daun katuk juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh lainnya. Daun ini mengandung ragam nutrisi penting untuk kesehatan tubuh.
Daun katuk mengandung vitamin (A,B, dan C), lemak, protein, kalsium, zat besi, dan fosfor. Selain itu, peneliti juga menemukan daun katuk memiliki kandungan efedrin yang sangat efektif untuk mengobati influenza.
Tak kalah dengan sayuran lainnya, daun katuk juga merupakan sumber makanan berserat, yang mengandung mangan, energi, hidrat arang, abu, karoten, air, pirolidinon, dan metil piroglutamat serta p-dodesilfenol sebagai komponen minor.
Saking banyaknya kandungan dalam daun katuk, tak heran jika sayuran ini juga memiliki khasiat untuk tubuh. Lalu, apa saja manfaatnya? Berikut adalah manfaat daun katuk untuk kesehatan yang jarang diketahui banyak orang, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.
20 Manfaat Daun Katuk untuk Kesehatan
Selain kandungan yang disebutkan di atas, daun katuk juga memiliki kadar klorofil tinggi, maka di dalamnya terkandung antioksidan dalam jumlah besar yang sangat bermanfaat untuk mencegah radikal bebas dan mencegah penuaan diri.
Berikut adalah manfaat daun katuk untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh:
- Melancarkan produksi ASI
- Mengatasi anemia
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Menjaga kesehatan mata
- Meningkatkan vitalitas pria
- Menjaga kesehatan tulang
- Mengobati luka
- Mencegah osteoporosis
- Mengobati influenza
- Baik untuk ibu hamil
- Menurunkan berat badan
- Menambah energi dan stamina
- Mencegah kanker
- Meningkatkan produksi sperma
- Meningkatkan kesehatan mata
- Bersifat antibakteri dan virus
- Menjaga vitalitas pria
- Mengurangi tekanan darah tinggi
- Bantu obati diabetes
- Memelihara kesehatan dan kecantikan kulit
Efek Samping Daun Katuk
Anda tak boleh terlena dengan segudang manfaat daun katuk, sayuran ini bila konsumsi berlebihan akan berdampak buruk pada paru-paru yang mengakibatkan penyakit bronchiolitis permanen.
Maka dari itu, Anda harus membatasi makan daun katuk karena efek samping yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Daun katuk memiliki senyawa papaverina, yang merupakan alkaloid. Jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan keracunan bahkan kematian.
Sebuah penelitian di Taiwan mengatakan konsumsi daun katuk mentah secara berkelanjutan sebanyak 150 miligram per hari selama dua minggu akan menyebabkan sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan kesulitan tidur.
Akan bermanfaat jika daun katuk direbus sebelum dimakan karena pemanasan dapat menghancurkan sifat anti-protozoa maka racun di daun katuk dapat hilang. Mengonsumsi daun katuk mentah juga tidak dianjurkan.
Tips Mengolah Daun Katuk
Agar bisa memetik manfaat daun katuk secara utuh, penting untuk memerhatikan bagaimana tips dan cara mengolahnya yang benar. Sebab, cara pengolahan yang salah akan merusak kandungan gizi di dalamnya.
Jika daun katuk dimasak terlalu matang, maka dapat menurunkan kualitasnya. Maka dari itu, Anda harus memasak daun katuk hanya sekitar tiga menit saja. Lagi pula daun katuk berbentuk tipis dan mudah lunak.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Novie Rachmayanti/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 25 Desember 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Membandingkan Statistik Mason Greenwood dengan 4 Talenta Muda Top Eropa
Liga Inggris 30 Desember 2019, 14:41
-
Liverpool Kukuh di Puncak Klasemen Premier League, Begini Sesumbar Kocak Para Fans
Liga Inggris 30 Desember 2019, 14:19
-
Berstatus Bintang di Liverpool, Sadio Mane Tetaplah Sosok Sederhana
Liga Inggris 30 Desember 2019, 13:55
-
Nadeo Argawinata Gabung Bali United, Begini Komentar Aremania
Bola Indonesia 30 Desember 2019, 12:04
LATEST UPDATE
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
-
Santiago Bernabeu Membara! Real Madrid vs Benfica: Duel Hidup Mati Menuju 16 Besar UCL
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:17
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Benfica: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:12
-
Jadwal Lengkap German Open 2026 dan Link Streaming di Vidio
Bulu Tangkis 25 Februari 2026, 14:11
-
Prediksi Susunan Pemain PSG vs Monaco: Juara Bertahan Incar Tiket 16 Besar
Liga Champions 25 Februari 2026, 13:57
-
Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Benfica, Los Blancos Jaga Keunggulan Tipis
Liga Champions 25 Februari 2026, 13:21
-
Prediksi Bologna vs Brann 27 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026, 13:03
-
Prediksi Nottm Forest vs Fenerbahce 27 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026, 13:02
-
Prediksi Celta Vigo vs PAOK 27 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026, 13:01
LATEST EDITORIAL
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00

























KOMENTAR