5 Pelajaran Kekalahan PSG dari Rennes: Trisula MNM Ternyata Bisa Melempem, Anomali Pemuncak Klasemen

Bola.net - Paris Saint-Germain ternyata kembali tidak berkutik di markasnya Rennes, Roazhon Park. Pertandingan lanjutan Liga Prancis 2022/2023 pekan ke-19 itu berakhir 1-0 bagi kemenangan Rennes.
PSG kebobolan di menit ke-65 melalui gol yang dicetak Hamami Traore. Sebelum gol itu tercipta, gawang PSG memang berkali-kali terancam oleh serangan tuan rumah.
Kekalahan ini berarti memperpanjang rekor PSG yang tidak pernah menang di kandang Rennes dalam empat lawatan terakhir. Terakhir kali Les Parisiens menang terjadi pada 2018 lalu.
Selain itu, PSG tampil di bawah standar, terutama dalam penuntasan peluang. Tidak banyak yang bisa dilakukan trisula bintang, Messi, Neymar, dan Mbappe (MNM) untuk membantu PSG terhindar dari kekalahan.
Sulit Menang
Roazhon Park tiba-tiba jadi tempat yang tidak menyenangkan bagi para penggawa PSG untuk bermain. Mereka jadi sulit menang.
Sebelum kalah 0-1, PSG juga pernah menelan kekalahan 0-2 pada lawatan terakhir di musim 2021/2022. Semuanya bermula ketika PSG menyerah dari Rennes pada final Coupe de France 2019 melalui adu penalti.
Setelahnya, PSG memang perkasa bermain di rumah sendiri. Namun ketika bertandang, Rennes jadi tim yang menyeramkan.
Satu Shot On Target
Trisula MNM memang tidak dimainkan sejak awal. Kylian Mbappe disimpan lebih dulu dan baru masuk di menit ke-55 menggantikan Hugo Ekitike.
Kehadiran Mbappe di lapangan ternyata tidak berpengaruh banyak. Messi dan Neymar yang sedari tadi bermain juga tidak mampu berbuat banyak.
PSG bahkan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari total delapan percobaan. Dan satu-satunya shot on target itu dicatatkan oleh bek kiri, Juan Bernat.
Anomali Pemuncak Klasemen
PSG awalnya diprediksi akan mengakhiri kutukan bermain di markas Rennes. Sebab, rekor PSG begitu menawan di musim ini. Namun yang terjadi adalah anomali.
Misalnya, PSG merupakan tim dengan rata-rata gol per laga terbanyak di Liga Prancis mencapai 2,7 gol. Selain tidak dapat mencetak gol ke gawang Rennes, mereka juga hanya mencatatkan satu shot on target.
PSG juga tercatat sebagai tim dengan paling banyak nirbobol (10). Beda halnya dengan Rennes yang dalam sembilan laga terakhir tidak pernah mencatatkan nirbobol. Hal yang terjadi juga sebaliknya.
Pemain 16 Tahun
Dalam laga itu, Chrsitophe Galtier menurunkan pemain berusia 16 tahun. Ia adalah Warren Zaire-Emery.
Warren bermain di posisi gelandang tengah, berduet dengan Vitinha. Padahal, PSG punya beberapa sosok lain yang bisa menempati posisi itu.
Barulah pada menit ke-72, Warren ditarik keluar. Ia digantikan oleh Carlos Soler.
Donnaruma Pahlawan
Gawang PSG berkali-kali diancam Rennes, khususnya di babak pertama. Untungnya Gianluigi Donnaruma menjelma bak pahlawan.
Kiper setinggi 196 cm itu tampil impresif di bawah mistar. Ada total lima penyelamatan dibuatnya untuk mencegah tuan rumah mencetak lebih banyak gol.
Bacaan Menarik Lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Rennes vs PSG: Hamami Traore
Liga Eropa Lain 16 Januari 2023, 06:40
-
Liga Eropa Lain 16 Januari 2023, 04:52

-
Prediksi Rennes vs PSG 16 Januari 2023
Liga Eropa Lain 15 Januari 2023, 12:34
-
Pengamat Sepakbola Spanyol Ungkap Tidak Pernah Ada Tawaran dari Arab Untuk Lionel Messi
Lain Lain 14 Januari 2023, 07:59
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Piala AFF Futsal 2026: Indonesia vs Malaysia
Tim Nasional 7 April 2026, 14:00
-
Mengenal Sporting CP: Singa dari Portugal yang Siap Melukai Arsenal
Liga Champions 7 April 2026, 13:44
-
Oscar Piastri Woles, Sebut Mercedes Pasti Bisa Dikalahkan di Formula 1 2026
Otomotif 7 April 2026, 13:35
LATEST EDITORIAL
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41




















KOMENTAR