Menunggu Kejutan Perempat Final Liga Champions: Barcelona vs Atletico Madrid Jadi Laga Paling Berbahaya

Bola.net - Delapan tim terbaik Eropa bersiap menjalani pertempuran sengit di perempat final Liga Champions musim ini. Jalan menuju final yang akan digelar pada 31 Mei di Puskas Arena, Budapest, semakin sempit, dan beberapa raksasa dipastikan tersingkir dalam waktu dekat.
Empat dari enam juara terakhir Liga Champions masih bertahan di kompetisi ini, menciptakan deretan duel berkelas di babak delapan besar. Namun, tidak semua pertandingan memiliki tingkat ketidakpastian yang sama.
Beberapa klub datang sebagai favorit dan unggulan, sementara yang lain berpotensi menghadirkan kejutan besar. Berikut rincian duel perempat final Liga Champions 2025/2026 yang mungkin menyimpan banyak kejutan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Arsenal vs Sporting: Kesempatan Ideal The Gunners

Arsenal datang ke perempat final dengan status favorit yang cukup jelas. Undian mempertemukan mereka dengan Sporting, tim yang kerap disebut sebagai kisah kejutan musim ini di Liga Champions.
Dalam beberapa pekan terakhir, Arsenal memang sempat mengalami periode sulit. Mereka kalah dari Manchester City di final EFL Cup dan kemudian tersingkir secara mengejutkan dari Southampton di FA Cup.
Meski begitu, kualitas skuad The Gunners tetap menempatkan mereka sebagai kandidat kuat juara. Secara kualitas individu, kedalaman skuad, hingga pengalaman bermain di level tertinggi, Arsenal dianggap memiliki keunggulan hampir di semua aspek dibanding Sporting.
Pertemuan ini bahkan bisa menjadi momentum bagi tim asuhan Mikel Arteta untuk kembali menemukan ritme kemenangan dan mengamankan tiket semifinal Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun.
Liverpool vs PSG: Ulangan Duel Dramatis

Liverpool dan PSG kembali bertemu di Liga Champions setelah duel dramatis musim lalu. Kala itu, kedua tim harus menyelesaikan pertandingan melalui adu penalti sebelum PSG akhirnya melangkah lebih jauh dan kemudian menjuarai kompetisi.
Situasi kali ini sedikit berbeda. Liverpool memang masih memiliki banyak pemain bintang, tetapi performa mereka sedang tidak stabil. Dalam lima pertandingan terakhir, The Reds hanya meraih satu kemenangan.
Kekalahan telak 0-4 dari Manchester City di FA Cup semakin memperburuk kondisi mereka menjelang duel besar ini. Sebaliknya, PSG justru datang dengan momentum yang sangat kuat.
Sang juara bertahan tampil impresif di babak 16 besar dengan menghancurkan Chelsea lewat agregat 8-2. Dengan kondisi fisik yang lebih segar setelah mendapatkan akhir pekan tanpa pertandingan, PSG dinilai memiliki peluang lebih besar untuk melangkah ke semifinal.
Bayern Munchen vs Real Madrid: Duel Dua Raksasa Eropa

Jika ada pertandingan yang sulit diprediksi, duel antara Bayern Munchen dan Real Madrid jelas berada di daftar teratas. Kedua tim merupakan kekuatan tradisional Liga Champions dan memiliki sejarah panjang di kompetisi ini.
Real Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Manchester City dengan agregat meyakinkan 5-1 di babak 16 besar. Performa tersebut kembali menunjukkan reputasi Los Blancos sebagai tim yang selalu berbahaya di Liga Champions.
Meski begitu, Bayern Munchen musim ini tampil sangat konsisten. Di bawah arahan Vincent Kompany, tim asal Jerman itu tidak hanya produktif dalam mencetak gol, tetapi juga memiliki organisasi pertahanan yang solid.
Bayern bahkan tinggal satu gol lagi untuk menyamai rekor gol terbanyak Bundesliga dalam satu musim. Kombinasi ketajaman lini depan dan kestabilan pertahanan membuat mereka dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat juara.
Sebaliknya, Real Madrid masih kerap menunjukkan inkonsistensi, meskipun memiliki lini serang bertabur bintang. Ketidakseimbangan taktik inilah yang membuat duel ini berpotensi menghadirkan kejutan.
Atletico Madrid vs Barcelona: Potensi Kejutan Terbesar

Di atas kertas, Barcelona tetap menjadi favorit ketika menghadapi Atletico Madrid. Tim asuhan Hansi Flick saat ini memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan tujuh poin.
Barcelona juga memiliki salah satu talenta paling bersinar di Eropa saat ini, Lamine Yamal. Kecepatan dan kreativitas pemain muda tersebut menjadi salah satu senjata utama Blaugrana musim ini.
Biar begitu, ada faktor penting yang bisa mengubah dinamika pertandingan, yaitu absennya Raphinha. Winger asal Brasil itu dipastikan melewatkan dua leg pertandingan akibat cedera hamstring.
Pengaruh Raphinha terhadap performa Barcelona sangat signifikan. Musim ini ia telah mencatatkan 11 gol dan tiga assist hanya dalam 912 menit bermain. Artinya, ia terlibat dalam gol rata-rata setiap 65 menit, lebih efektif dibanding kontribusi Lamine Yamal yang rata-rata terjadi setiap 90 menit.
Lebih dari itu, persentase kemenangan Barcelona turun drastis tanpa kehadirannya. Tim Catalan mencatat rasio kemenangan 85,2 persen ketika Raphinha bermain, tetapi angka tersebut merosot menjadi 58,3 persen saat ia absen.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi Atletico Madrid untuk menciptakan kejutan. Tim asuhan Diego Simeone juga sedang berada dalam performa bagus, dengan Julian Alvarez tampil tajam di lini depan.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- PSG vs Liverpool: 4 Perubahan yang Harus Dilakukan Arne Slot di Parc des Princes, Cadangkan Mohamed Salah?
- Real Madrid Waspada, 6 Pemain Terancam Absen Lawan Bayern Munchen di Jerman
- Kemunduran Liverpool
- Musim Arsenal yang Awalnya Menjanjikan Bisa Berakhir Mengecewakan
- Maunya Arsenal Apa? Quadruple Batal, Treble Gagal
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR