Menunggu Kejutan Perempat Final Liga Champions: Barcelona vs Atletico Madrid Jadi Laga Paling Berbahaya

Menunggu Kejutan Perempat Final Liga Champions: Barcelona vs Atletico Madrid Jadi Laga Paling Berbahaya
Pemain Barcelona, Dani Olmo (tengah), melindungi bola dari pemain Atletico Madrid, Thiago Almada dalam pertandingan La Liga, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Bola.net - Delapan tim terbaik Eropa bersiap menjalani pertempuran sengit di perempat final Liga Champions musim ini. Jalan menuju final yang akan digelar pada 31 Mei di Puskas Arena, Budapest, semakin sempit, dan beberapa raksasa dipastikan tersingkir dalam waktu dekat.

Empat dari enam juara terakhir Liga Champions masih bertahan di kompetisi ini, menciptakan deretan duel berkelas di babak delapan besar. Namun, tidak semua pertandingan memiliki tingkat ketidakpastian yang sama.

Beberapa klub datang sebagai favorit dan unggulan, sementara yang lain berpotensi menghadirkan kejutan besar. Berikut rincian duel perempat final Liga Champions 2025/2026 yang mungkin menyimpan banyak kejutan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Arsenal vs Sporting: Kesempatan Ideal The Gunners

Selebrasi gelandang Arsenal, Declan Rice usai mencetak gol ke gawang Bayer Leverkusen di leg kedua 16 besar Liga Champions 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Selebrasi gelandang Arsenal, Declan Rice usai mencetak gol ke gawang Bayer Leverkusen di leg kedua 16 besar Liga Champions 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Arsenal datang ke perempat final dengan status favorit yang cukup jelas. Undian mempertemukan mereka dengan Sporting, tim yang kerap disebut sebagai kisah kejutan musim ini di Liga Champions.

Dalam beberapa pekan terakhir, Arsenal memang sempat mengalami periode sulit. Mereka kalah dari Manchester City di final EFL Cup dan kemudian tersingkir secara mengejutkan dari Southampton di FA Cup.

Meski begitu, kualitas skuad The Gunners tetap menempatkan mereka sebagai kandidat kuat juara. Secara kualitas individu, kedalaman skuad, hingga pengalaman bermain di level tertinggi, Arsenal dianggap memiliki keunggulan hampir di semua aspek dibanding Sporting.

Pertemuan ini bahkan bisa menjadi momentum bagi tim asuhan Mikel Arteta untuk kembali menemukan ritme kemenangan dan mengamankan tiket semifinal Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun.

2 dari 4 halaman

Liverpool vs PSG: Ulangan Duel Dramatis

Selebrasi skuad PSG dalam laga versus Chelsea di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Selebrasi skuad PSG dalam laga versus Chelsea di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Liverpool dan PSG kembali bertemu di Liga Champions setelah duel dramatis musim lalu. Kala itu, kedua tim harus menyelesaikan pertandingan melalui adu penalti sebelum PSG akhirnya melangkah lebih jauh dan kemudian menjuarai kompetisi.

Situasi kali ini sedikit berbeda. Liverpool memang masih memiliki banyak pemain bintang, tetapi performa mereka sedang tidak stabil. Dalam lima pertandingan terakhir, The Reds hanya meraih satu kemenangan.

Kekalahan telak 0-4 dari Manchester City di FA Cup semakin memperburuk kondisi mereka menjelang duel besar ini. Sebaliknya, PSG justru datang dengan momentum yang sangat kuat.

Sang juara bertahan tampil impresif di babak 16 besar dengan menghancurkan Chelsea lewat agregat 8-2. Dengan kondisi fisik yang lebih segar setelah mendapatkan akhir pekan tanpa pertandingan, PSG dinilai memiliki peluang lebih besar untuk melangkah ke semifinal.

3 dari 4 halaman

Bayern Munchen vs Real Madrid: Duel Dua Raksasa Eropa

Selebrasi Harry Kane usai mencetak gol keduanya ke gawang Atalanta, Kamis (19/3/2026) (c) Tom Weller/dpa via AP

Selebrasi Harry Kane usai mencetak gol keduanya ke gawang Atalanta, Kamis (19/3/2026) (c) Tom Weller/dpa via AP

Jika ada pertandingan yang sulit diprediksi, duel antara Bayern Munchen dan Real Madrid jelas berada di daftar teratas. Kedua tim merupakan kekuatan tradisional Liga Champions dan memiliki sejarah panjang di kompetisi ini.

Real Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Manchester City dengan agregat meyakinkan 5-1 di babak 16 besar. Performa tersebut kembali menunjukkan reputasi Los Blancos sebagai tim yang selalu berbahaya di Liga Champions.

Meski begitu, Bayern Munchen musim ini tampil sangat konsisten. Di bawah arahan Vincent Kompany, tim asal Jerman itu tidak hanya produktif dalam mencetak gol, tetapi juga memiliki organisasi pertahanan yang solid.

Bayern bahkan tinggal satu gol lagi untuk menyamai rekor gol terbanyak Bundesliga dalam satu musim. Kombinasi ketajaman lini depan dan kestabilan pertahanan membuat mereka dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat juara.

Sebaliknya, Real Madrid masih kerap menunjukkan inkonsistensi, meskipun memiliki lini serang bertabur bintang. Ketidakseimbangan taktik inilah yang membuat duel ini berpotensi menghadirkan kejutan.

4 dari 4 halaman

Atletico Madrid vs Barcelona: Potensi Kejutan Terbesar

Pemain Atletico Madrid, Giuliano Simeone (kiri), berebut bola dengan pemain Barcelona, Joao Cancelo dalam pertandingan La Liga, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Pemain Atletico Madrid, Giuliano Simeone (kiri), berebut bola dengan pemain Barcelona, Joao Cancelo dalam pertandingan La Liga, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Di atas kertas, Barcelona tetap menjadi favorit ketika menghadapi Atletico Madrid. Tim asuhan Hansi Flick saat ini memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan tujuh poin.

Barcelona juga memiliki salah satu talenta paling bersinar di Eropa saat ini, Lamine Yamal. Kecepatan dan kreativitas pemain muda tersebut menjadi salah satu senjata utama Blaugrana musim ini.

Biar begitu, ada faktor penting yang bisa mengubah dinamika pertandingan, yaitu absennya Raphinha. Winger asal Brasil itu dipastikan melewatkan dua leg pertandingan akibat cedera hamstring.

Pengaruh Raphinha terhadap performa Barcelona sangat signifikan. Musim ini ia telah mencatatkan 11 gol dan tiga assist hanya dalam 912 menit bermain. Artinya, ia terlibat dalam gol rata-rata setiap 65 menit, lebih efektif dibanding kontribusi Lamine Yamal yang rata-rata terjadi setiap 90 menit.

Lebih dari itu, persentase kemenangan Barcelona turun drastis tanpa kehadirannya. Tim Catalan mencatat rasio kemenangan 85,2 persen ketika Raphinha bermain, tetapi angka tersebut merosot menjadi 58,3 persen saat ia absen.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi Atletico Madrid untuk menciptakan kejutan. Tim asuhan Diego Simeone juga sedang berada dalam performa bagus, dengan Julian Alvarez tampil tajam di lini depan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL