Benfica-nya Jose Mourinho Belum Tersentuh Kekalahan, Real Madrid Memantau

Benfica-nya Jose Mourinho Belum Tersentuh Kekalahan, Real Madrid Memantau
Pelatih Benfica, Jose Mourinho memberikan instruksi di pinggir lapangan saat melawan Napoli di Liga Champions, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - Musim 2025/2026 menghadirkan ironi besar bagi Benfica dan Jose Mourinho. Di satu sisi, klub raksasa Portugal itu belum terkalahkan sepanjang musim Liga Portugal. Namun, di sisi lain, catatan luar biasa tersebut justru belum cukup untuk membawa mereka menjadi juara.

Hingga pekan ke-33, Benfica mencatatkan 22 kemenangan dan 11 hasil imbang. Artinya, tidak ada satu pun tim yang mampu mengalahkan skuad Mourinho di kompetisi domestik musim ini. Bahkan, Benfica menjadi satu-satunya tim dari liga-liga elite Eropa yang masih mempertahankan status unbeaten hingga pertengahan Mei 2026.

Masalahnya, terlalu banyak hasil imbang membuat mereka tertinggal dari FC Porto di klasemen. Porto memang sempat kalah beberapa kali, tetapi mereka lebih konsisten meraih kemenangan sehingga mampu menjaga jarak poin di puncak.

Situasi ini membuat musim Benfica terasa pahit sekaligus mengesankan. Mereka bisa saja menutup musim tanpa kekalahan, tetapi tetap gagal mengangkat trofi liga.

1 dari 4 halaman

Mourinho dan Sentuhan yang Belum Hilang

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memberikan instruksi kepada pemainnya, Samuel Dahl, dalam pertandingan fase liga Liga Champions antara Ajax vs Benfica, 25 November 2025 (c) AP Photo/Peter Dejong

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memberikan instruksi kepada pemainnya, Samuel Dahl, dalam pertandingan fase liga Liga Champions antara Ajax vs Benfica, 25 November 2025 (c) AP Photo/Peter Dejong

Musim ini sebenarnya menjadi pembuktian tersendiri bagi Mourinho. Setelah beberapa tahun kariernya dianggap menurun, pelatih berusia 63 tahun itu mampu menghidupkan kembali aura kompetitif Benfica.

Kedisiplinan bertahan menjadi fondasi utama permainan mereka. Benfica memang tidak terlalu eksplosif di lini depan, tetapi sangat sulit dikalahkan. Pola seperti ini sangat identik dengan Mourinho sejak era Porto, Chelsea, hingga Inter Milan.

Catatan 11 kali imbang menunjukkan Benfica sering kehilangan poin dalam pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan. Namun tetap saja, menjaga rekor tanpa kekalahan selama 33 pertandingan bukan pencapaian biasa.

Menariknya, ini bukan pertama kali Benfica mengalami nasib seperti itu.

2 dari 4 halaman

Mengulang Kisah Benfica Tahun 1978

Pelatih Benfica, Jose Mourinho memberikan instruksi di pinggir lapangan saat melawan Napoli di Liga Champions, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Armando Franca

Pelatih Benfica, Jose Mourinho memberikan instruksi di pinggir lapangan saat melawan Napoli di Liga Champions, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Armando Franca

Sejarah pernah mencatat kejadian serupa hampir setengah abad lalu. Pada musim 1977/1978, Benfica juga menyelesaikan liga tanpa kekalahan tetapi gagal menjadi juara.

Saat itu, Benfica finis di bawah FC Porto karena terlalu banyak hasil imbang. Porto unggul selisih gol dan akhirnya merebut gelar liga pertama mereka setelah penantian 19 tahun.

Musim tersebut kemudian dianggap sebagai titik balik dominasi Porto di sepak bola Portugal.

Kini, Mourinho justru membawa Benfica mengulang kisah lama itu. Bedanya, tekanan dan sorotan media jauh lebih besar dibanding era 1970-an.

Benfica hanya tinggal selangkah lagi untuk mencatat musim invincible kedua dalam sejarah klub. Namun, status tersebut terasa kurang lengkap jika tidak disertai trofi juara.

3 dari 4 halaman

Real Madrid Mulai Dikaitkan Lagi

Selebrasi pelatih Benfica, Jose Mourinho usai laga melawan Real Madrid di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Selebrasi pelatih Benfica, Jose Mourinho usai laga melawan Real Madrid di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Di tengah performa impresif Benfica, nama Mourinho kembali muncul dalam radar Real Madrid. Rumor itu berkembang seiring situasi kacau yang sedang dialami Los Blancos.

Madrid baru saja kehilangan gelar La Liga dari Barcelona. Mereka juga tersingkir di perempat final Liga Champions untuk musim kedua beruntun. Situasi ruang ganti disebut tidak stabil, sementara tekanan terhadap manajemen terus meningkat.

Dalam kondisi seperti itu, nama Mourinho hampir selalu kembali dibicarakan. Pelatih asal Portugal tersebut memang punya sejarah kuat di Santiago Bernabeu.

Pada periode 2010 hingga 2013, ia membantu Madrid mematahkan dominasi Barcelona racikan Pep Guardiola, termasuk memenangkan gelar La Liga dan Copa del Rey.

Kini, ketika Madrid kembali berada dalam fase penuh tekanan, muncul anggapan bahwa Mourinho bisa menjadi figur yang tepat untuk merapikan situasi.

Apalagi, rekam jejaknya bersama Benfica musim ini menunjukkan bahwa ia masih mampu membangun tim kompetitif dalam waktu singkat.

4 dari 4 halaman

Mourinho Bungkam Rumor Madrid

Meski begitu, Mourinho mencoba meredam spekulasi tersebut. Setelah Benfica bermain imbang melawan Braga, ia menolak membahas kemungkinan kembali ke Madrid.

“Anda berbicara tentang Real Madrid, saya tidak berbicara tentang Real Madrid,” ujar Mourinho kepada wartawan.

Ia menegaskan fokusnya masih sepenuhnya untuk Benfica dan perjuangan mengakhiri musim sebaik mungkin.

“Saya berbicara tentang Benfica, dan pekerjaan yang kami lakukan tidak akan berubah hanya karena kami finis kedua atau ketiga. Itu bukan hal yang akan memengaruhi masa depan saya.”

Mourinho juga menambahkan bahwa lolos atau tidaknya Benfica ke Liga Champions tidak akan menentukan keputusan kariernya.

“Tentu saja Benfica ingin bermain di Liga Champions, begitu juga saya sebagai pelatih. Tapi itu sama sekali tidak memengaruhi masa depan saya,” lanjutnya.

Andai bisa menutup musim tanpa kekalahan, Benfica bakal menciptakan sesuatu yang langka. Meski gagal juara, tidak banyak tim di Eropa yang mampu melewati satu musim liga tanpa kekalahan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL