
Bola.net - Keputusan KNVB yang meniadakan Eredivisie musim 2019/20 tidak bisa ditelan dengan baik oleh boss tim divisi 2 Belanda, Cambuur. Ia menganggap situasi ini adalah aib dalam sejarah pentas sepak bola Belanda.
Seperti yang diketahui, KNVB mencapai keputusan untuk tidak lagi melanjutkan musim 2019/20. Ide ini diawali oleh mandat Perdana Menteri Belanda yang mengatakan bahwa semua pentas olahraga ditunda sampai September.
Bulan September terpaut jauh dengan wacana liga-liga Eropa lainnya, seperti Serie A dan Premier League. Bahkan Bundesliga rencananya akan kembali digelar pada awal bulan Mei nanti.
KNVB menggelar pertemuan jarak jauh untuk mencari solusi untuk Eredivisie musim ini. Dan keputusannya adalah musim 2019/20 ditiadakan dan Ajax Amsterdam gagal menjadi juara.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Aib dalam Sepak Bola Belanda
Selain meniadakan juara, KNVB juga memutuskan untuk tidak mendegradasi tiga tim yang menduduki peringkat terbawah di klasemen. Lalu, tim teratas di divisi dua Belanda, Eerste Divisie, juga tidak mendapatkan jatah promosi.
Keputusan itu lantas menyulut kekesalan dari pelatih Cambuur, Henk De Jong. Sebagai informasi, Cambuur saat ini berada di puncak klasemen dengan keunggulan 11 poin dari penghuni posisi ke-3. Perlu diketahui bahwa dua tim teratas secara otomatis promosi ke Eredivisie.
"Ini terasa seperti aib terbesar dalam sejarah olahraga Belanda. Saya selalu ingin melihat yang terbaik dalam diri seseorang dan pengambilan keputusannya, tapi ini tidak pantas untuk olahraga," ujarnya kepada NOS.
"Kami punya UEFA di sisi kami, klub berada di sisi kami dan kami sedang unggul 11 poin, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi. UEFA meminta keputusan yang adil, tapi ini tidak," lanjutnya.
Harusnya Bisa Promosi
Sebenarnya, KNVB bisa saja membuat keputusan bahwa dua tim teratas Eerste Divisi mendapatkan promosi dan ajang Eredivisie bakalan diikuti oleh 20 tim. Namun KNVB tak mengambil kebijakan itu dan mempertahankan format 18 tim.
"Kami adalah pemimpin [klasemen] dari pertengahan Oktober. Suasana hati klub sedang diuntungkan. Saya pikir ADO Den Haag dan RKC Waalwijk harusnya bertahan di Eredivisie, dan kami ikut bergabung," tambahnya.
"Ini adalah pukulan yang telak bagi kami dari segi olahraga dan juga finansial," pungkasnya.
(Goal International)
Baca juga:
- Eredivisie 2019/20 Resmi Ditiadakan, Ajax Amsterdam Batal Juara
- Hakim Ziyech dan 5 Penjualan Termahal Ajax Amsterdam
- Patah Arang, Eredivisie 2019/20 Segera 'Dibungkus'
- Pandemi Virus Corona Belum Usai, Eredivisie Ditunda Lagi Sampai September
- Gara-gara Virus Corona, Pentas Olahraga di Seluruh Dunia Lumpuh Seketika
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Ini Adalah Aib Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Belanda'
Liga Eropa Lain 25 April 2020, 07:12
-
Bagaimana Perasaan Ajax Usai Dinyatakan Gagal Juara Eredivisie 2019/20?
Liga Eropa Lain 25 April 2020, 06:49
-
Eredivisie 2019/20 Resmi Ditiadakan, Ajax Amsterdam Batal Juara
Liga Eropa Lain 24 April 2020, 23:45
-
Hakim Ziyech dan 5 Penjualan Termahal Ajax Amsterdam
Liga Eropa Lain 22 April 2020, 11:44
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR