
Bola.net - Petarung Indonesia, Adrian Mattheis akan tanding lagi dengan atlet asal Brasil, Alex Silva. Keduanya bakal bertarung dalam ajang ONE Championship bertajuk ONE 158 pada 3 Juni 2022.
Dalam pertemuan sebelumnya yang digelar pada 11 Maret 2022, Adrian berhasil mengalahkan Silva. Namun, kemenangan itu dibumbui kontroversi.
Ketika itu usai lolos dari upaya kuncian Silva sepanjang ronde pertama, Adrian mampu bangkit dan berhasil melayangkan pukulan tajam lima detik sejak ronde kedua dimulai. Serangannya telak mendarat di wajah Silva dan membuatnya tersungkur.
Petarung berjuluk Papua Badboy itu kemudian melanjutkan serangan dengan melayangkan tinju ke arah Silva yang tengah terjatuh. Namun sebelum Adrian melayangkan serangan lanjutan, wasit Mohamad Sulaiman segera mengintervensi laga dan menyatakan Adrian menang lewat technical knockout (TKO).
Saat wasit menghentikan laga, Silva tampak kecewa karena merasa masih sanggup bertarung. Tak ayal, cuplikan serta tayangan laga mereka dibanjiri ribuan komentar di media sosial (medsos).
Banyak yang menilai jika wasit menghentikan pertarungan terlalu dini. Tapi, tak sedikit pula yang memuji keputusan sang pengadil demi menjaga keselamatan atlet.
Hasil itu menjadi kekalahan pertama Silva lewat knockout. Sang mantan Juara Dunia ONE Championship ini juga langsung terlempar dari lima besar.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Tentang Adrian Mattheis
Sejak berlaga di ONE Championship pada 2016, Adrian telah menjalani 15 pertarungan. 10 di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Istimewanya, sembilan dari 10 kemenangan itu diraih melalui penyelesaian entah lewat knockout atau kuncian. Artinya, ia hanya menang satu kali via penilaian juri. Angka tersebut jadi rekor tersendiri di divisi strawweight saat ini.
Sementara lima kekalahan yang ditelan Adrian terjadi di awal-awal ia terjun ke dunia MMA. Adapun dalam 10 laga terakhirnya, Papua Badboy menorehkan delapan kemenangan.
Tentang Alex Silva
Alex bukanlah petarung sembarangan. Atlet berjuluk Little Rock itu punya tubuh sekeras batu yang sulit ditumbangkan.
Alex juga adalah pemilik sabuk hitam Brazilian Jiujitsu (BJJ). Oleh sebab itu, ia siap membelit lawan saat laga berlangsung di bawah.
Dari 11 kemenangannya di MMA, sembilan di antaranya diraih lewat kuncian dan dua lagi melalui keputusan juri. Hal itu semakin menggambarkan jika laga nanti adalah pertemuan antara seorang striker buas melawan grappler berdarah dingin.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- SEA Games 2022: Fakta Menarik Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste
- Witan Sulaeman Minta Timnas Indonesia U-23 Didoakan Raih Emas SEA Games 2021
- SEA Games 2022: Indonesia vs Timor Leste, Witan Sulaeman Starter atau Cadangan?
- Bek Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan Beruntun di Fase Grup A SEA Games 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
ONE Championship Umumkan Kolaborasi dengan Perusahaan Raksasa Dunia
Olahraga Lain-Lain 29 April 2022, 02:02
-
Jumlah Penonton ONE Championship Bersaing Ketat dengan NBA
Olahraga Lain-Lain 27 April 2022, 10:33
-
ONE Championship Lepas 6 Petarung, Termasuk Jagoan Indonesia
Olahraga Lain-Lain 26 April 2022, 04:12
LATEST UPDATE
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
-
Real Madrid Unggul Telak atas Bayern Munchen Secara Sejarah
Liga Champions 7 April 2026, 20:38
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32

























KOMENTAR