
Bola.net - Jake Paul benar-benar mengalami nasib sial bertubi-tubi usai duel tinju melawan Anthony Joshua. Ia tidak hanya kalah KO, tapi juga terancam kehilangan uang dalam jumlah fantastis.
Petinju yang berawal dari YouTuber ini babak belur di atas ring. Ia harus dilarikan ke rumah sakit setelah menerima pukulan brutal yang mematahkan rahangnya.
Namun, penderitaan fisik itu ternyata belum seberapa dibanding kerugian finansialnya. Dompet "The Problem Child" diprediksi bakal terkuras habis oleh kewajiban pajak.
Laporan terbaru menyebutkan angka potongan yang bikin geleng kepala. Paul bisa kehilangan hingga 34 juta Dolar AS atau setara Rp570 miliar.
Rahang Patah dan Diet Cairan

Pertarungan di Kaseya Center, Miami, menjadi malam paling kelam bagi karier Paul. Ia menghadapi Anthony Joshua yang merupakan peraih emas Olimpiade dan dua kali juara dunia kelas berat.
Perbedaan level terlihat jelas sejak lonceng pertama berbunyi. Paul berkali-kali mencium kanvas sebelum akhirnya dipukul KO pada ronde keenam.
Pukulan kanan Joshua mendarat telak dan berdampak fatal. Paul mengalami patah rahang ganda yang memaksanya naik meja operasi untuk pemasangan plat titanium.
Kondisi ini membuatnya harus menjalani masa pemulihan yang menyiksa. Ia mengonfirmasi lewat Instagram bahwa dirinya tidak bisa makan makanan padat.
"Beberapa gigi dicabut. Harus mengonsumsi cairan selama 7 hari, jadi tidak ada @doghausdogs," tulis Jake Paul.
Dipotong Pajak Rp570 Miliar
Masalah rahang patah hanyalah awal dari penderitaan Paul. Detail keuangan pasca-pertarungan menunjukkan bahwa ia harus membayar harga mahal kepada negara.
Meski tinggal di Puerto Rico, Paul tetap berstatus warga negara Amerika Serikat. Ia terikat pada hukum pajak federal AS yang sangat ketat.
Bayaran fantastis dari duel ini masuk dalam kategori pajak tertinggi. Ia dikenakan potongan pajak federal sebesar 37 persen dari total pendapatannya.
Jika bayaran dibagi rata, Paul harus menyetor sekitar 34 juta Dolar AS. Angka ini setara dengan Rp570,8 miliar (kurs Rp16.790) yang harus diserahkan ke kantor pajak.
Menurut The Mirror, status kependudukannya tidak menyelamatkannya dari kewajiban ini. Ia harus rela melihat sebagian besar kerja kerasnya melayang begitu saja.
Perdebatan Total Bayaran dan Nasib Joshua
Spekulasi mengenai total bayaran pertarungan ini memang simpang siur. Daily Mail sempat melaporkan total hadiah mencapai 184 juta Dolar AS (Rp3 triliun).
Angka tersebut sempat membuat Jake Paul berang di media sosial. Ia mengklaim jumlah uang yang berputar di duel ini jauh lebih besar dari prediksi media.
"Berhenti bertanya padaku. 267 Juta Dolar (Rp4,4 triliun)," tulis Paul di akun X miliknya.
Akuntan olahraga, Oriana Morrison, memprediksi Joshua mendapat bagian lebih besar. Meski begitu, nasib Joshua soal pajak ternyata lebih apes daripada Paul.
Petinju asal Inggris itu harus membayar pajak setara 43,8 juta Dolar AS (Rp735 miliar). Ia terkena kewajiban ganda, yakni asuransi nasional Inggris dan pajak IRS Amerika Serikat.
Sumber: GiveMeSport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
The Exocet: Kisah Kejayaan Ellyas Pical di Ring Tinju Internasional
Olahraga Lain-Lain 8 September 2025, 15:24
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR