
Bola.net - Bagi penggemar olahraga di seluruh dunia, Super Bowl selalu menjadi magnet perhatian. Ajang ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang skala, pengaruh, dan narasi global.
Dengan siaran yang menjangkau lebih dari 120 juta penonton, Super Bowl telah lama melampaui statusnya sebagai laga kejuaraan NFL. Ia menjadi peristiwa budaya dengan daya jangkau lintas benua.
Minggu, 8 Februari 2026, Super Bowl ke-60 mempertemukan New England Patriots dan Seattle Seahawks. Namun di balik sorotan lapangan, ada cerita lain yang tak kalah penting.
Sebagai salah satu acara olahraga terbesar di dunia, Super Bowl kini menjadi panggung strategis bagi isu sustainability. Di sinilah olahraga, industri, dan tanggung jawab lingkungan bertemu.
Super Bowl dan Panggung Global Keberlanjutan
Besarnya perhatian dunia menjadikan Super Bowl ruang ideal untuk menyuarakan komitmen keberlanjutan. Setiap pesan yang hadir memiliki resonansi global.
Dalam konteks ini, keberlanjutan tidak lagi berdiri sebagai konsep abstrak. Ia hadir sebagai praktik nyata yang terintegrasi dengan industri hiburan dan olahraga.
Daftar Top 250 Sustainability Leaders 2026 menjadi simbol bagaimana kepemimpinan berkelanjutan kini mendapat panggung yang setara dengan prestasi bisnis. Mereka diakui karena mendorong strategi net-zero, ekonomi sirkular, serta praktik etis dan inklusif.
Para pemimpin ini datang dari berbagai sektor, mulai energi hingga teknologi. Kehadiran narasi mereka di sekitar Super Bowl menegaskan bahwa masa depan olahraga juga terkait dengan masa depan planet.
Industri Besar, Tanggung Jawab Besar

Isu sustainability dalam Super Bowl tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan langkah konkret perusahaan global di balik layar acara raksasa ini.
DHL Supply Chain, misalnya, memperbarui dan memperluas kemitraan hampir 20 tahun dengan Airbus. Langkah ini menegaskan transformasi rantai pasok global menuju logistik penerbangan yang lebih ramah lingkungan.
Di sektor pangan, McCain mengambil peran penting sebagai pembeli terbesar hasil panen kentang Inggris. Perusahaan ini meluncurkan 'Farm of the Future' sebagai pusat riset pertanian regeneratif.
Max Koeune, Presiden dan CEO McCain Foods, mengatakan bahwa aksi ini menandai langkah penting dalam bagaimana mereka meningkatkan pertanian regeneratif di seluruh Farm of the Future.
"Setiap lokasi membantu kami menguji solusi nyata dengan para petani, memahami apa yang berhasil, dan berbagi pengetahuan tersebut di seluruh jaringan kami," kata Max Koeune.
Dari Langit ke Lapangan: Aksi Nyata Sustainability

Transportasi dan logistik juga menjadi sorotan utama dalam narasi keberlanjutan. FedEx mengambil langkah signifikan dengan memperluas penggunaan Sustainable Aviation Fuel.
Pada akhir 2025, FedEx mengerahkan SAF di Bandara Internasional Dallas Fort Worth dan John F. Kennedy. Dengan tambahan ini, total lima bandara utama AS menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Langkah tersebut menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengurangan emisi. Industri penerbangan, yang selama ini dianggap sulit bertransformasi, mulai menunjukkan perubahan nyata.
Karen Blanks Ellis, Chief Sustainability Officer and Vice President of Environmental Affairs di FedEx, mengatakan penggunaan SAF akan berdampak besar. Bukan hanya di Super Bowl, akan tetapi secara umum.
“Perluasan penggunaan SAF oleh FedEx untuk mencakup operasi kami di DFW dan JFK melengkapi tahun yang sukses dalam penyebaran SAF di seluruh negeri," ucap Ellis.
Sumber: Sustainabilitymag
Baca Ini Juga:
- Masterclass Liverpool! Bukan Cuma Juara di Lapangan, The Reds Bikin Revolusi 'The Red Way' Demi Bumi
- Manchester City yang Semakin Hijau: Pasang 10.500 Panel Surya Demi Net-Zero 2030
- Inovasi Green Hedging Milik Wolves, Bukti Sepak Bola Bisa Ramah Lingkungan
- Bukan MU, Man City atau Liverpool, Ini Klub Paling Ramah Lingkungan di Inggris
- Sixtainability, Gerakan Liputan6.com untuk Hidup yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan
- Panel Surya Raksasa di Atas Tembok Kuning: Borussia Dortmund Buktikan Sepak Bola Bisa Hijau
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester City yang Semakin Hijau: Pasang 10.500 Panel Surya Demi Net-Zero 2030
Bolatainment 14 Januari 2026, 11:31
-
Inovasi Green Hedging Milik Wolves, Bukti Sepak Bola Bisa Ramah Lingkungan
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:06
-
Bukan MU, Man City atau Liverpool, Ini Klub Paling Ramah Lingkungan di Inggris
Liga Inggris 30 Desember 2025, 09:52
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR