
Bola.net - Rider Repsol Honda, Alex Marquez, sekali lagi meyakini bahwa kepindahannya ke LCR Honda di MotoGP 2021 takkan jadi sebuah kemunduran, mengingat ia akan tetap berstatus sebagai pembalap pabrikan dan terikat kontrak langsung dengan Honda Racing Corporation (HRC). Hal ini ia sampaikan via Marca, Sabtu (24/10/2020).
Marquez pun menyebut hanya ada satu hal negatif yang akan ia dapat, yakni dirinya harus ganti kru. Padahal, ia sudah telanjur nyaman bekerja dengan para mekaniknya di Repsol Honda tahun ini. Beruntung, Marquez sudah kenal banyak kru di LCR selama bertahun-tahun hingga ia takkan menemukan kesulitan adaptasi.
"Saya bekerja dengan orang-orang ini selama satu tahun saja, dan saat sudah nyaman, saya harus mengalami perubahan lagi. Saya rasa inilah satu-satunya hal negatif dari perpindahan tim. Tapi saya kenal siapa saja yang bekerja di LCR dan saya punya hubungan sangat baik dengan semua orang di sana," ungkapnya.
Bukan Langkah Mundur, Melainkan Langkah ke Samping
Marquez sendiri sempat bekerja selama dua hari dengan kru Takaaki Nakagami di LCR dalam uji coba pascamusim Valencia pada 2019 lalu. Periode ini pun memberinya sedikit gambaran soal kinerja tim tersebut. "Saya rasa kami bisa saling paham dalam waktu singkat," ujar juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini.
"Pindah ke LCR bukan langkah mundur, melainkan langkah ke samping, karena saya tetap punya kontrak dari HRC dan struktur tim saja yang berubah. Hubungan saya dengan Honda tetap sama sebagai pembalap pabrikan. Pada masa depan, semoga saya bisa kembali ke Repsol Honda," lanjut adik Marc Marquez ini.
LCR sendiri diketahui sebagai salah satu tim yang paling kompetitif di MotoGP, terbukti dari koleksi podium dan kemenangan yang mereka raih bersama Cal Crutchlow. Ditambah motor RC213V spek pabrikan, hal ini pun bisa menjadi faktor pendukung bagi Marquez untuk ikut memperebutkan gelar pada 2021.
Belum Bakal Siap Rebut Gelar di MotoGP 2021
Meski begitu, rider berusia 24 tahun ini tak mau muluk merebut gelar. Ia sangat menyadari bahwa 2021 akan jadi tahun keduanya, dan pasti ia masih punya tugas menumpuk untuk mempelajari motor dan persaingan MotoGP. Marquez yakin, demi merebut gelar, ia masih harus mengasah kekuatannya lebih dulu.
"Target semua rider di tiap pekan balap adalah meraih kemenangan. Tapi bisa atau tidak, bukanlah target utama saat ini. Saya hanya akan coba memperbaiki performa. Jadi, saya belum kepikiran meraih kemenangan, karena saya merasa belum bakal siap memperebutkan gelar dunia," tuturnya.
"Saya merasa masih harus membangun pondasi yang kuat. Jadi, saya belum mau memikirkan soal gelar dunia, walau saya juga yakin tak ada lagi yang namanya 'tim satelit' di MotoGP, karena semua rider kini punya motor yang sama seperti para rider tim pabrikan," pungkas El Pistolas.
Sumber: Marca
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
- Mengkhawatirkan, Inilah 4 Cedera Cal Crutchlow Sepanjang MotoGP 2020
- Lorenzo Savadori Bela Aprilia di Sisa MotoGP 2020, Gantikan Bradley Smith
- Alex Marquez: Semua Rider Papan Atas MotoGP 2020 Layak Jadi Juara
- Pol Espargaro Utang Budi pada Iker Lecuona di MotoGP Teruel
- Franco Morbidelli: Tadinya Cuma Mimpi ke MotoGP, Kini Jadi Kandidat Juara
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pindah ke LCR Honda, Alex Marquez Ogah Pikirkan Gelar MotoGP 2021
Open Play 28 Oktober 2020, 10:37
-
Alex Marquez: Semua Rider Papan Atas MotoGP 2020 Layak Jadi Juara
Otomotif 27 Oktober 2020, 17:40
-
Alex Marquez Gagal Finis di MotoGP Teruel, Marc Marquez Beri Dukungan Moral
Otomotif 26 Oktober 2020, 16:59
-
Akui Kesalahan, Alex Marquez Sebut Johann Zarco 'Kurang Cerdas'
Otomotif 26 Oktober 2020, 14:44
-
Hasil FP1 MotoGP Teruel: Sempat Jatuh, Alex Marquez Tetap Tercepat
Otomotif 23 Oktober 2020, 17:00
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR