
Bola.net - Aleix Espargaro mengaku angkat topi pada KTM yang sukses menang untuk pertama kalinya pada tahun keempat partisipasinya di MotoGP lewat Brad Binder. Namun, hal ini juga membuatnya sangat kecewa karena Aprilia belum juga tampil signifikan, padahal 2020 adalah tahun keenam mereka di MotoGP.
Sejak 2015, Aprilia belum sekalipun meraih podium. KTM, sejak 2017 sudah mengoleksi dua, yakni kemenangan Binder di Ceko, pada Minggu (9/8/2020), dan finis ketiga yang diraih Pol Espargaro di Valencia 2018. Sejauh ini, hasil terbaik Aprilia hanya finis keenam lewat Aleix, yakni di Qatar 2017, Aragon 2017, dan Aragon 2018.
Kekecewaan Aleix semakin berlipat ganda karena Aprilia telah menunjukkan tanda-tanda kemajuan besar dalam masa pramusim lewat motor RS-GP yang benar-benar baru. "Jelas motor baru kami lebih baik, tapi rider-rider terkuat di Brno adalah tiga rider KTM," ujarnya via Motorsport.com, Kamis (13/8/2020) di Red Bull Ring, Austria.
Aprilia Bukan Pabrikan Amatiran
"Saya sangat kecewa karena KTM datang ke MotoGP setelah kami. Tapi kami memang harus tepuk tangan untuk mereka, karena mereka bekerja sangat baik dengan mentalitas berbeda dari pabrikan lain pada sistem sasis mereka. Tahun ini, bersama Pol dan Brad, mereka makin kuat," lanjut rider asal Spanyol ini.
Aleix sendiri telah membela Aprilia sejak 2017, usai pabrikan Italia itu mendepak Marco Melandri, Alvaro Bautista, dan Stefan Bradl. Menurutnya, hasil Aprilia saat ini tak bisa diterima, karena mereka merupakan pabrikan ternama dengan 54 gelar dunia di seluruh disiplin balap, baik di arena on-road maupun off-road.
"Saya sudah bekerja sangat keras, mengerahkan segalanya demi proyek Aprilia, tapi inilah kenyataannya. Kami belum ada di level yang kami mau. Saya rasa, Aprilia sebagai 54 kali juara dunia juga layak dan harus bertarung di posisi lima besar usai enam tahun di MotoGP. Tapi nyatanya kami masih tertinggal jauh," ungkap Aleix.
Kasus Doping Andrea Iannone Bikin Ribet
KTM diketahui telah berinvestasi banyak pada proyeknya, termasuk memperkuat tim uji cobanya. Aleix mengaku Aprilia sudah mulai mengikuti metode ini sejak tahun lalu, namun kasus doping yang menimpa Andrea Iannone memperumit program mereka, hingga test rider andalan, Bradley Smith kini harus banting setir kembali menjadi pembalap reguler.
"Di dunia ini bukan rahasia lagi bahwa jika Anda berinvestasi lebih besar, bekerja lebih keras, maka makin besar pula sukses yang bisa Anda dapat. Jadi saya berharap kami bisa belajar dari KTM dan bisa jauh lebih kompetitif tahun depan. Saya tahu Aprilia sudah berusaha, dan banyak hal yang berubah tahun ini," tutur Aleix.
"Tapi masalah Andrea bikin semuanya jadi sulit bagi kami. Aprilia berinvestasi tinggi tahun ini pada tim uji coba, kami punya dua test rider, yakni Bradley dan Lorezo Savadori. Tapi kini Bradley harus balapan. Jadi situasi kami agak lebih sulit. Meski begitu, ini tak boleh jadi alasan, karena ini bukan tahun pertama kami," pungkas rider 31 tahun ini.
Video: Kegembiraan Brad Binder Usai Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
- 12 Fakta Unik Jelang MotoGP Austria, Ducati Bisa Gores Rekor Baru
- 4 Rider MotoGP Cemaskan Tingkat Keselamatan Red Bull Ring saat Hujan
- Fabio Quartararo Waswas KTM Dominasi Austria dan Misano
- Valentino Rossi: Banyak Rider Punya Kans Jadi Juara 2020, Tak Cuma KTM
- Jadwal Live Streaming: MotoGP Red Bull Ring, Austria 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aleix Espargaro: Aprilia 54 Kali Juara Dunia, Harusnya Bisa Sekuat KTM
Otomotif 14 Agustus 2020, 12:54
-
Aleix Espargaro: Performa KTM Bikin Saya Seperti Rider Moto2
Otomotif 12 Agustus 2020, 11:58
-
'Marc Marquez Nekat Balapan saat Cedera, Bukti Cinta pada MotoGP'
Otomotif 24 Juli 2020, 13:00
-
Aleix Espargaro: Aprilia Makin Maju Berkat Eks Bos Ferrari
Otomotif 9 Juli 2020, 11:45
-
Aleix Espargaro: Tugas Saya Bikin Aprilia Menarik di Mata Rider Moto2
Otomotif 8 Juli 2020, 12:00
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR