
Bola.net - Pembalap LCR Honda Castrol, Alex Marquez, sempat terpikir meninggalkan MotoGP sebelum didekati oleh Ducati Corse dan Gresini Racing untuk musim 2023. Kepada GPOne, Selasa (28/6/2022), Marquez pun mengaku bahwa ia memang butuh perubahan akibat kesulitan yang ia alami dengan RC213V selama dua musim belakangan.
Marquez diketahui membela Honda selama tiga musim. Musim pertama ia habiskan di Repsol Honda, di mana ia meraih dua podium, sementara dua musim selanjutnya ia habiskan di LCR Honda. Sayang, bersama tim Italia tersebut, Marquez sangat sulit tampil kompetitif. Juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini pun yakin dirinya butuh perubahan.
Nasib Marquez sempat terkatung-katung karena Honda melirik Alex Rins sebagai penggantinya. Namun, Ducati akhirnya mendekati. Pabrikan asal Borgo Panigale, Bologna, itu menawarkan tempat padanya di Gresini Racing, yang akan ditinggalkan Enea Bastianini. Marquez pun mendapat dukungan moral dari bos LCR, Lucio Cecchinello.
Perubahan demi Kesehatan Mental

"Saat mulai diskusi dengan Ducati, saya bicara dengan Lucio soal ini. Ia juga paham bahwa saya butuh perubahan. Paruh pertama musim ini sangatlah sulit bagi saya. Saya pun butuh mengubah sesuatu, dan saya rasa pergi ke Ducati bakal sangat membantu saya," ungkap adik sang delapan kali juara dunia, Marc Marquez, ini.
Namun, rider berusia 25 tahun ini mengaku sempat mengira dirinya bakal terdepak dari MotoGP, mengingat slot yang ada di grid bakal berkurang akibat hengkangnya Suzuki. "Sebelum tanda tangan, saya tadinya tak yakin bakal bertahan di MotoGP. Saya kekurangan proposal tertulis," kisah Marquez.
"Namun, saya punya hubungan spesial dengan Lucio. Kami selalu saling jujur. Bahkan, saat tahu saya sudah tanda tangan (kontrak baru), ia orang pertama yang memberi selamat. Ia lebih senang daripada saya soal ke mana saya akan menuju. Saya memang butuh perubahan, terutama untuk mental saya," lanjutnya.
Raih 2 Podium Bareng Repsol Honda pada Musim Debut

Keputusan Gresini menggaet Marquez sempat banjir kritik karena ia tak kompetitif selama dua musim terakhir. Namun, Marquez memperingatkan bahwa ia mampu meraih dua podium bersama Repsol Honda pada musim debutnya, yang berarti dirinya punya potensi bertarung di depan jika memiliki motor yang tepat pula.
"Pada 2020, saya terbukti layak dapat tempat di MotoGP. Mungkin kami bisa merebut gelar, tapi kami harus membuktikannya di trek. Dengan resminya kontrak musim depan, mungkin saya bisa lebih tenang menghadapi paruh kedua musim ini. Semoga saya bisa dapat kepuasan. Ini tahun-tahun yang berat bagi mental saya," pungkasnya.
Di Gresini Racing, Marquez menggantikan Enea Bastianini yang kini jadi kandidat rider Ducati Lenovo Team dan Prima Pramac Racing. Ia akan bertandem dengan Fabio di Giannantonio, yang juga telah resmi mendapatkan perpanjangan kontrak dari tim yang sama.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
- Pindah ke Ducati, Alex Marquez Senang Akhirnya Menjauh dari Marc Marquez
- Tim Mulai Kepikiran Tuntut FIM Stewards ke CAS, Bukti MotoGP Darurat 'Wasit'
- Sukses Comeback, Maverick Vinales Siap Bantu Aleix Espargaro Juarai MotoGP
- Tak Lagi Sakit, Marc Marquez Berpotensi Kembali Tampil Normal di MotoGP
- Marco Bezzecchi Penuhi Prediksi Casey Stoner, Bikin Bangga Valentino Rossi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jenuh di Honda, Alex Marquez Didukung Marc Marquez Pindah ke Ducati
Otomotif 1 Juli 2022, 15:54
-
Alex Marquez Sempat Terpikir Tinggalkan MotoGP Sebelum Dirayu Ducati
Otomotif 1 Juli 2022, 13:05
-
Pindah ke Ducati, Alex Marquez Senang Akhirnya Menjauh dari Marc Marquez
Otomotif 1 Juli 2022, 11:45
-
Alex Marquez Pindah ke Gresini, Inilah Daftar Sementara Pembalap MotoGP 2023
Otomotif 26 Juni 2022, 14:32
LATEST UPDATE
-
Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR