
Bola.net - Pembalap anyar Petronas Yamaha SRT, Andrea Dovizioso, mengakui perjalanannya kembali ke MotoGP memang 'gila' akibat kehebohan antara pabrikan Garpu Tala dan Maverick Vinales. Meski begitu, ia senang hati menerima tawaran Yamaha dengan tangan terbuka, apalagi dengan jaminan motor yang baik.
Memilih vakum balapan dan beralih ke motocross usai berpisah dari Ducati pada akhir 2020, Dovizioso sempat nyaris pindah ke Aprilia Racing usai jadi test rider mereka pada April-Agustus. Namun, rencana ini batal karena Aprilia lebih memilih menggaet Vinales yang berpisah dari Yamaha sejak 20 Agustus lalu.
Yamaha pun menunjuk Franco Morbidelli sebagai pengganti Vinales di Monster Energy Yamaha, hingga slot kosong di SRT diberikan kepada Dovizioso mulai Seri Misano di Misano, 17-19 September. Dovizioso sendiri menyebut kesempatan yang ia dapat ini 'gila', namun ini sesuai dengan impiannya sejak lama.
Motor Pabrikan Memang 100% Krusial

"Dunia balap memang gila, dan selalu begitu. Apalagi tahun ini. Saya rasa pintu ini terbuka usai apa yang terjadi pada Maverick. Jadi, ini memang gila, namun membela Yamaha adalah hal yang saya inginkan sejak lama, hingga saya tak bisa menolaknya," ujar tiga kali runner up ini kepada MotoGP.com pada Kamis (16/9/2021).
Dovizioso juga akan balapan secara penuh pada 2022. Kontraknya pun merupakan kontrak pabrikan, yang berarti ia terikat langsung dengan Yamaha, gajinya juga dibayar oleh Yamaha, dan yang terpenting, ia dapat jaminan motor YZR-M1 spek 2022. Menurut Dovizioso, faktor ketiga adalah hal paling krusial dari kesepakatan ini.
"Jaminan motor pabrikan pada 2022 100% krusial dalam menandatangani kontrak ini. Pasalnya, bertarung di depan sangatlah sulit, karena level performa para pembalap dan motor-motor yang ada saat ini sangatlah tinggi. Jadi, tak pernah ada keraguan. Saya hanya mau tanda tangan kontrak jika dapat motor spek pabrikan," ungkapnya.
Tak Punya Ekspektasi di Sisa Musim 2021
Namun, sesuai regulasi teknis soal alokasi mesin, Dovizioso akan menjalani sisa musim ini di atas motor YZR-M1 2019, yang tadinya merupakan milik Morbidelli. Atas alasan ini, pembalap berusia 35 tahun itu mau santai saja, dan tak punya ekspektasi apa pun. Yang terpenting adalah kembali menyesuaikan diri dengan motor tersebut.
"Saya tak punya ekspektasi untuk sisa musim ini. Itu tak penting, yang penting adalah memahami motor dan terus memperbaiki diri. Untungnya, usai balapan ini akan ada uji coba. Kita lihat saja perbandingan antara motor lama Franco dan motor pabrikan. Tapi saya takkan tahu apa-apa sampai uji coba pascamusim di Jerez nanti," tutupnya.
Dovizioso sendiri bukan orang asing bagi Yamaha. Ia sempat membela Monster Yamaha Tech 3 pada 2012. Kala itu ia sukses meraih enam podium, menduduki peringkat keempat pada klasemen pembalap, bahkan mengasapi Ben Spies yang membela tim pabrikan. Padahal, saat itu ia mengendarai YZR-M1 versi 2011.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- 8 Tahun Bela Ducati, Andrea Dovizioso: Tapi Yamaha Nomor Satu di Hati
- Pindah ke Tim Pabrikan, Franco Morbidelli Senang 'Reuni' dengan Fabio Quartararo
- Franco Morbidelli: Kans Bela Monster Yamaha Bukan Wujud Balas Budi Yamaha
- Jadwal Live Streaming WorldSBK Catalunya 2021
- Jadwal Live Streaming MotoGP, Moto2, Moto3, dan MotoE San Marino 2021 di Misano
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Setim, Valentino Rossi Sebut Andrea Dovizioso Nama Penting di MotoGP
Otomotif 17 September 2021, 12:20
-
Andrea Dovizioso Hanya Mau Bela Yamaha Jika Dapat Motor Spek Pabrikan
Otomotif 17 September 2021, 11:36
-
8 Tahun Bela Ducati, Andrea Dovizioso: Tapi Yamaha Nomor Satu di Hati
Otomotif 17 September 2021, 10:15
-
Morbidelli Pindah, Dovizioso Kembali: Inilah Daftar Pembalap MotoGP 2022
Otomotif 16 September 2021, 18:10
-
Sah! Andrea Dovizioso Balik ke Yamaha Sampai MotoGP 2022, Dapat Kontrak Pabrikan
Otomotif 16 September 2021, 17:51
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR