
Bola.net - Saat Danilo Petrucci hengkang, seisi paddock MotoGP merasa sedih karena kehilangan salah satu rider dengan karakter yang menonjol. Ia dikenal sebagai rider yang humoris dan supel, hingga punya banyak kawan baik di kejuaraan itu. Namun, Petrucci menyebut Jack Miller sebagai rider yang paling dekat dengannya.
Pertemanan antara Petrucci dan Miller sudah berlangsung sejak lama, ketika masing-masing menjalani debut di MotoGP dan Moto3 pada 2012. Namun, hubungan mereka kian erat sejak bertandem di Pramac Racing pada 2018. Saat jadi rekan setim, keduanya kerap jadi pusat perhatian karena kerap menyajikan ulah-ulah yang kocak.
Petrucci pun mengakui dirinya sempat kehilangan rasa percaya diri pada musim 2020, yakni tahun terakhirnya di Ducati, dan juga musim 2021 ketika ia membela Tech 3 KTM. Sulit tampil kompetitif, ia pun tak pernah menonton ulang balapannya di MotoGP. Namun, mulai tahun ini, usai hijrah ke reli, ia bertekad nonton lagi demi Miller.
Temukan Kemiripan dengan Jack Miller
Danilo Petrucci dan Jack Miller saat bertandem di MotoGP 2018. (c) Pramac Racing
"Selama dua tahun terakhir, saya tak pernah menonton balapan MotoGP. Ketika tak menyukai diri sendiri, Anda takkan mau melihat cermin! Jadi, menonton balapan-balapan itu bagi saya terasa berat. Tapi mulai 2022 saya akan menonton balapan MotoGP lagi di TV," tutur 'Petrux' lewat Crash.net, Sabtu (8/1/2022).
Meski merupakan rival di lintasan, Petrucci dan Miller tak pernah lupa saling memberikan selamat ketika meraih hasil mentereng. Ketika salah satunya menang, mereka merayakannya bersama-sama. Petrucci pun tak memungkiri memberikan dukungan penuh kepada Miller jadi juara bersama Ducati Lenovo Team.
"Salah satu sahabat yang saya punya adalah Jack. Ia sangat mirip dengan saya. Jadi, jujur saja, saya ingin melihatnya juara. Ada banyak orang, seluruh rider Italia, yang saya dukung. Namun, dengan Jack, saya punya hubungan yang spesial," ujar Petrucci, yang menggebrak dengan kemenangan di Stage 5 Reli Dakar 2022.
Miller Sebut Petrucci Bertalenta dan Pekerja Keras

Meski meraih 10 podium dan 2 kemenangan selama di MotoGP, Petrucci mengakui dirinya sulit tampil kompetitif karena tubuhnya yang tinggi besar. Ia bahkan menyebut dirinya akan jadi pembalap 'normal' terakhir yang berhasil menang di MotoGP. Namun, Miller tak sepakat. Ia meyakini Petrucci punya talenta hebat dan pekerja keras.
"Danilo adalah orang yang suka 'memurahkan' diri setiap waktu. Padahal ia bertalenta. Bahkan tak hanya bertalenta, tapi juga bekerja keras. Jika lihat foto-fotonya dari masa-masa Ioda (Racing), wajahnya sebulat bulan. Tapi saat ke Ducati, ia menurunkan berat badan, menjadi kompetitif. Ia bekerja keras, dan ia adalah legenda," ungkap Miller.
Saat ini, Petrucci tengah menjalani pekan kedua Reli Dakar 2022 di Arab Saudi, meski belum menentukan rencana kariernya di sisa tahun. Miller sendiri akan menjalani musimnya yang kedelapan di MotoGP, dimulai dari uji coba pramusim di Sepang, Malaysia, pada 5-6 Februari, dan Mandalika, Indonesia, pada 11-13 Februari.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Tanpa Valentino Rossi, VR46 Ferrari Tetap Sukses di Gulf 12 Hours 2022
- MotoGP Bengong Nonton Danilo Petrucci di Reli Dakar: Menakutkan, Bisa Jadi Juara!
- Prioritaskan Keluarga, Casey Stoner Kubur Impian Bantu Rider Muda MotoGP
- Kenan Sofuoglu: Toprak Razgatlioglu Hanya ke MotoGP Jika Bela Monster Yamaha
- Sudah Lama Kenal, Fabio Quartararo Masih Gugup Tiap Jumpa Valentino Rossi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Anggap Jack Miller Sahabat, Danilo Petrucci Doakan Juarai MotoGP
Otomotif 9 Januari 2022, 20:43
-
MotoGP Bengong Nonton Danilo Petrucci di Reli Dakar: Menakutkan, Bisa Jadi Juara!
Otomotif 7 Januari 2022, 16:45
-
KTM: Danilo Petrucci Bikin Para Rider Unggulan Reli Dakar Terlihat Konyol
Otomotif 7 Januari 2022, 11:08
-
Gara-Gara Unta, Danilo Petrucci Nyaris Gagal Menangi Stage 5 Reli Dakar 2022
Otomotif 7 Januari 2022, 09:45
-
Gores Sejarah di MotoGP dan Dakar, Danilo Petrucci Menangis Penuh Haru
Otomotif 7 Januari 2022, 08:50
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR