
Bola.net - Di usia 20 tahun, Casey Stoner meraih apa yang ia inginkan dalam karirnya dalam dunia balap motor, yakni berkompetisi di kelas MotoGP pada tahun 2006. Ia mencetak pole position di seri kedua musim itu, yakni di Sirkuit Losail, Qatar. Sayangnya ia hanya mampu finis di posisi kelima. Namun pada seri berikutnya, yaitu seri Turki, Stoner berhasil meraih podium pertamanya di MotoGP dengan menduduki posisi kedua.
Terlalu banyak kesalahan yang ia lakukan di tahun itu, namun Stoner yang berhasil menduduki peringkat kedelapan pada klasemen akhir pebalap, telah membuktikan bahwa ia merupakan calon pebalap papan atas di usia muda.
Stoner memutuskan untuk membalap bersama tim Ducati Marlboro di tahun 2007, menjadi rekan setim dari Loris Capirossi. Pada uji coba pra musim, Stoner menunjukkan bahwa ia mudah beradaptasi dengan motor Desmosedici GP7 dan ban Bridgestone.
Pada tanggal 10 Maret 2007, Stoner meraih kemenangan pertamanya di MotoGP di Losail, yang juga merupakan balapan pertama musim itu. Ia menjadi pebalap pertama dalam sejarah yang memenangkan balapan kategori 800cc. Setelahnya, Stoner meraih sembilan kemenangan dan mencetak lima pole position.
Pada 23 September 2007, Stoner menyabet gelar dunia pertamanya di Sirkuit Motegi, Jepang. Gelar tersebut juga merupakan gelar dunia pertama untuk Ducati. Stoner juga menjadi pebalap pertama dalam kurun waktu 30 tahun yang mampu memenangi kejuaraan Grand Prix dengan motor konstruktor Eropa.
Di tahun berikutnya, Stoner mendapatkan tuntutan untuk mempertahankan gelar dunianya bersama Ducati, namun ia terus mengalami pasang surut di musim tersebut meski ia selalu dianggap sebagai salah satu pebalap berbahaya bagi lawan-lawannya.
Stoner kerap melakukan kesalahan dan mendapat tekanan dari Valentino Rossi. Hal ini membuatnya harus puas menduduki posisi runner-up di musim itu, di bawah sang juara dunia, Rossi.
Di tahun 2009, Stoner mendapatkan rekan setim pengganti Capirossi, yakni juara dunia tahun 2006, Nicky Hayden. Musim itu, prestasi Stoner kembali menurun, yakni menempati peringkat keempat pada klasemen akhir pebalap dan terpaksa membiarkan Rossi kembali merebut gelar juara. Stoner juga menutup musim 2010 di posisi keempat dan gelar dunia tahun itu diperoleh Jorge Lorenzo.
Casey Stoner memutuskan untuk berpindah tim ke Repsol Honda di tahun 2011, bertandem dengan Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Ia kembali meraih pole position di Qatar dan memenanginya sekaligus. Secara keseluruhan, ia meraih sepuluh kemenangan dan selalu berada di podium sepanjang musim itu, kecuali saat ia mengalami kecelakaan bersama Rossi di GP Spanyol, yang membuatnya tak bisa melanjutkan balapan.
Di tahun 2012, ia masih membalap untuk tim Repsol Honda dan memenangkan dua balapan dari empat seri pertama.
Di sela-sela jumpa pers MotoGP Perancis, Stoner secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia memutuskan untuk pensiun di akhir musim dan tidak akan berpartisipasi di musim berikutnya. Ia menyatakan alasan ia membuat keputusan tersebut adalah karena ia kehilangan gairah membalap yang disebabkan aturan-aturan baru MotoGP dinilainya berkembang ke arah yang salah. (cn/kny)
Terlalu banyak kesalahan yang ia lakukan di tahun itu, namun Stoner yang berhasil menduduki peringkat kedelapan pada klasemen akhir pebalap, telah membuktikan bahwa ia merupakan calon pebalap papan atas di usia muda.
Stoner memutuskan untuk membalap bersama tim Ducati Marlboro di tahun 2007, menjadi rekan setim dari Loris Capirossi. Pada uji coba pra musim, Stoner menunjukkan bahwa ia mudah beradaptasi dengan motor Desmosedici GP7 dan ban Bridgestone.
Pada tanggal 10 Maret 2007, Stoner meraih kemenangan pertamanya di MotoGP di Losail, yang juga merupakan balapan pertama musim itu. Ia menjadi pebalap pertama dalam sejarah yang memenangkan balapan kategori 800cc. Setelahnya, Stoner meraih sembilan kemenangan dan mencetak lima pole position.
Pada 23 September 2007, Stoner menyabet gelar dunia pertamanya di Sirkuit Motegi, Jepang. Gelar tersebut juga merupakan gelar dunia pertama untuk Ducati. Stoner juga menjadi pebalap pertama dalam kurun waktu 30 tahun yang mampu memenangi kejuaraan Grand Prix dengan motor konstruktor Eropa.
Di tahun berikutnya, Stoner mendapatkan tuntutan untuk mempertahankan gelar dunianya bersama Ducati, namun ia terus mengalami pasang surut di musim tersebut meski ia selalu dianggap sebagai salah satu pebalap berbahaya bagi lawan-lawannya.
Stoner kerap melakukan kesalahan dan mendapat tekanan dari Valentino Rossi. Hal ini membuatnya harus puas menduduki posisi runner-up di musim itu, di bawah sang juara dunia, Rossi.
Di tahun 2009, Stoner mendapatkan rekan setim pengganti Capirossi, yakni juara dunia tahun 2006, Nicky Hayden. Musim itu, prestasi Stoner kembali menurun, yakni menempati peringkat keempat pada klasemen akhir pebalap dan terpaksa membiarkan Rossi kembali merebut gelar juara. Stoner juga menutup musim 2010 di posisi keempat dan gelar dunia tahun itu diperoleh Jorge Lorenzo.
Casey Stoner memutuskan untuk berpindah tim ke Repsol Honda di tahun 2011, bertandem dengan Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Ia kembali meraih pole position di Qatar dan memenanginya sekaligus. Secara keseluruhan, ia meraih sepuluh kemenangan dan selalu berada di podium sepanjang musim itu, kecuali saat ia mengalami kecelakaan bersama Rossi di GP Spanyol, yang membuatnya tak bisa melanjutkan balapan.
Di tahun 2012, ia masih membalap untuk tim Repsol Honda dan memenangkan dua balapan dari empat seri pertama.
Di sela-sela jumpa pers MotoGP Perancis, Stoner secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia memutuskan untuk pensiun di akhir musim dan tidak akan berpartisipasi di musim berikutnya. Ia menyatakan alasan ia membuat keputusan tersebut adalah karena ia kehilangan gairah membalap yang disebabkan aturan-aturan baru MotoGP dinilainya berkembang ke arah yang salah. (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Schumacher: Stoner Terlalu Muda Untuk Pensiun
Otomotif 24 Mei 2012, 18:30
-
Bertalenta Hebat, Stoner Putuskan Pensiun di Usia 27 Tahun
Otomotif 24 Mei 2012, 08:09
-
Bersaing Ketat Dengan Pedrosa, Stoner Raih Mimpi di MotoGP
Otomotif 24 Mei 2012, 08:06
-
Demi Karir Balap, Keluarga Stoner Rela Pindah ke Inggris
Otomotif 24 Mei 2012, 08:03
-
Kendarai Motor Sejak Balita, Stoner Raih Gelar di Usia 6 Tahun
Otomotif 24 Mei 2012, 08:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
-
Bawa Real Madrid Bekuk Espanyol, Jose Mourinho Sanjung Habis Carlos Espi
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 17:30
-
Gabung MU, Ini Nomor Punggung yang Bisa Dikenakan Carlos Baleba
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 17:00
-
Kabar Baik MU! Carlos Baleba Sudah Lolos Tes Medis dan Teken Kontrak!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 16:37
-
Link Streaming Torino vs Milan - Senin 24 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:54
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR