Bola.net - - Pimpinan Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal memberi pembelaan kepada Johann Zarco yang mendapat kritikan pedas dari beberapa pihak pasca terjatuh di MotoGP Qatar, yakni saat memimpin balapan dari lap pertama sampai lap ketujuh. Meski kecewa Zarco gagal finis, Poncharal tetap memberi pujian atas kerja kerasnya.
Zarco yang start dari posisi keempat, memang melesat ke posisi kedua pada Tikungan 2 Sirkuit Losail, dan mengambil alih pimpinan balap dari Andrea Iannone di Tikungan 6. Sayang, ia terjatuh pada lap ketujuh dan membuat asa Poncharal dan Tech 3 meraih kemenangan perdana sirna begitu saja.
"Jika Anda seorang rookie dan memimpin balapan perdana Anda di MotoGP sejak lap pertama, Anda bisa bayangkan apa yang kami rasakan; kami bermimpi! Johann terlihat sangat aman dan rider lain terlihat lebih kesulitan. Tapi ketika kami melihat Johann di gravel, saat itulah mimpi kami musnah," ujar Poncharal kepada Crash.net.
Johann Zarco (c) Tech 3
Pria Prancis ini pun mengaku perasaannya campur aduk melihat aksi Zarco. Menurutnya, performa Zarco saat uji coba dan pekan balap di Qatar bukan kebetulan. "Saya menghormati semua rider, namun Johann nyaris membuat mereka semua - bukan bodoh - tapi kami berpikir, 'apa yang sedang terjadi!' Ini sebuah kisah menakjubkan," tuturnya.
Akibat hasil ini, beberapa pihak menyebut juara dunia Moto2 2015-2016 tersebut terlalu ngotot, melupakan statusnya sebagai debutan yang secara teori harus lebih tenang dalam menjalani masa adaptasi. Meski begitu, Poncharal membantah semua asumsi ini, asumsi yang pernah ia dapat saat Tech 3 menaungi Cal Crutchlow pada 2011-2013.
"Orang berkata, 'dasar rider muda gila, kelewat ingin pamer, tak terkendali, tipikal rider tim satelit', seperti yang mereka semua katakan ketika kami menaungi Cal. Apa yang terjadi biarlah terjadi. Saya sudah bertahun-tahun terlibat di dunia balap, saya kerap mengalami kekecewaan, dan kali ini begitu besar. Kami tak bisa finis. Sesederhana itu," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Fakta-Fakta Unik Menjelang MotoGP Argentina 2017
Otomotif 5 April 2017, 15:15
-
Bos Tech 3 Tak Mau Zarco Disebut 'Rookie Gila'
Otomotif 5 April 2017, 14:15
-
Argentina Sirkuit Favorit, Rossi Tekad Naik Podium Lagi
Otomotif 5 April 2017, 13:15
-
Menang di Qatar, Vinales Pikul Beban di Argentina
Otomotif 5 April 2017, 12:15
-
Morbidelli Ogah Ikuti Jejak Valentino Rossi, Jika...
Otomotif 3 April 2017, 16:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi Man City vs Exeter City 10 Januari 2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 22:00
-
Transformasi Sisi Kanan Real Madrid: Valverde dan Rodrygo Menggila!
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 21:56
-
Man United Cari Manajer Baru, Nama Eddie Howe Terus Disebut-sebut
Liga Inggris 9 Januari 2026, 19:58
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 19:39
-
Melihat Arsenal Frustrasi Ditahan Liverpool, Bukti Alotnya Perburuan Gelar!
Liga Inggris 9 Januari 2026, 19:31
-
Viktor Gyokeres Justru Jadi Tanda Tanya di Lini Depan Arsenal
Liga Inggris 9 Januari 2026, 18:57
-
2 Hal yang Bikin Milan Kehilangan Poin Lawan Genoa: Blunder dan Kurang Sabar
Liga Italia 9 Januari 2026, 18:15
-
FIFA Gandeng TikTok, Konten Live Piala Dunia 2026 Hadir dan Bisa Diakses Langsung
Piala Dunia 9 Januari 2026, 17:58
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 9 Januari 2026, 17:55
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


























KOMENTAR