
Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, sangat senang bisa 'memonopoli' para rider muda dari Moto2 2020, yakni Enea Bastianini, Luca Marini, dan Jorge Martin, yang membela tim-tim satelit mereka di MotoGP 2021. Ditambah Jack Miller dan Francesco Bagnaia, Ducati pun berharap bisa tampil lebih kuat.
Sejak akhir Mei, Miller dipastikan akan menggantikan Danilo Petrucci di Ducati Team, dan Martin ditunjuk jadi penggantinya di Pramac Racing. Usai Andrea Dovizioso memilih hengkang, Ducati Team pun menggaet Bagnaia, dan posisinya di Pramac digantikan oleh Johann Zarco.
Bastianini yang merupakan juara dunia Moto2 2020 akan diturunkan di Esponsorama Racing, bertandem dengan sang runner up, Luca Marini. Meski akan sekadar mengendarai Desmosedici GP19 alih-alih GP20 seperti keempat rider lain, dua pembalap muda ini diprediksi bakal tetap tampil sama garangnya.
Dall'Igna pun mengaku sangat puas atas performa Miller musim ini, yang sukses meraih empat podium, dan nyaris merebut kemenangan di Styria dan Valencia, serta bertarung sengit dengan Franco Morbidelli di Portimao. Bagnaia, meski tak cukup konsisten, diyakini Dall'Igna menunjukkan potensi besar selama di Misano.
Taruh Rasa Percaya pada Jack Miller-Pecco Bagnaia

"Jujur saja, saya senang dengan dua rider yang kami pilih untuk 2021. Jack mengakhiri musim dengan impresif, menjalani dua balapan menakjubkan. Di Valencia ia nyaris menang, dan di Portimao ia finis kedua di belakang Miguel Oliveira," ungkap Dall'Igna lewat wawancaranya dengan GPOne pada Jumat (11/12/2020).
"Tahun ini Jack dua kali gagal finis akibat kesalahan Ducati: ia sekali mengalami kerusakan mesin, dan yang satu lagi karena motornya menyedot plastik pelindung helm. Di Le Mans, ia bisa menang atau finis kedua. Entah di mana ia akan finis di Misano, tapi yang jelas dua kesalahan ini bukan kesalahannya," lanjutnya.
Meski tahun ini Bagnaia hanya meraih satu podium, yakni usai finis kedua di MotoGP San Marino, Dall'Igna mengaku sangat terkesan atas performanya di MotoGP Emilia Romagna, di mana 'Pecco' memimpin balapan selama 15 lap dengan margin lebar, walau akhirnya gagal finis akibat terjatuh.
"Pecco menjalani awal dan tengah musim yang baik. Ia tampil baik di balapan pertama Misano, dan ia sempat memimpin di balapan kedua Misano. Ia membuat semua perbedaan. Soal kecelakaannya, bisa kita bilang sebuah kesalahan. Tapi saya rasa, bersama Jack dan Pecco, kami bisa meraih hasil baik pada 2021," ungkap Dall'Igna.
Semua Berkat Tim-Tim Satelit

Dari enam pembalap Ducati yang ada pada 2021, Zarco pun menjadi pembalap tertua dengan usia 30 tahun. Namun, dengan rata-rata usia mereka yang masih sangat muda, Dall'Igna pun menyatakan ini bagaikan sebuah pergantian era di Ducati, mengingat mereka biasanya cenderung memilih menggaet rider berpengalaman.
Menurut Dall'Igna, keputusan ini tak hanya didasari fakta bahwa para rider muda saat ini memiliki talenta hebat, melainkan juga berkat kekuatan-kekuatan tim satelit yang mampu memberikan dukungan teknis terbaik hingga Desmosedici berkembang baik, begitu juga ketelatenan mereka dalam membimbing para rider muda.
"Kami sudah mencapai akhir dari sebuah siklus, dan harus memulai dengan sesuatu yang lebih 'segar'. Kami telah memonopoli rider muda. Kami ingin berinvestasi tinggi pada para rider muda. kami juga terbantu oleh tim-tim satelit yang berkontribusi pada perkembangan rider muda yang kemudian jadi para rider tim pabrikan Ducati. Saya pun berharap mempertahankan hal ini dengan mereka," tutup Dall'Igna.
Sumber: GPOne
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
- Terapi Antibiotik Lancar, Marc Marquez Keluar dari Rumah Sakit
- Danilo Petrucci: 2021 Krusial untuk Kelanjutan Karier di MotoGP
- Klasemen Akhir Formula 1 2020 Usai Seri Abu Dhabi
- Hasil Balap Formula 1 GP Abu Dhabi: Max Verstappen Bekuk Duet Mercedes
- 'Kepindahan Valentino Rossi ke Ducati Terlalu Dipengaruhi Romantisme'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cari yang 'Segar', Ducati: Sudah Saatnya Fokus pada Rider Muda
Otomotif 14 Desember 2020, 10:46
-
Bela Tim Pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia Rasakan Tanggung Jawab Besar
Otomotif 11 Desember 2020, 17:23
-
'Ducati Juarai MotoGP 2020, Bukti Inovasinya Berhasil'
Otomotif 30 November 2020, 15:10
-
Ducati Tak Sabar Kerja Bareng 3 Debutan MotoGP 2021
Otomotif 27 November 2020, 15:03
-
MotoGP 2020 Kelar, Jack Miller Jalani Operasi Kaki Usai 3 Tahun
Otomotif 26 November 2020, 08:58
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 9 Januari 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:43
-
Arteta Kecewa tapi Bangga: Arsenal Perlebar Jarak Jadi 6 Poin Meski Imbang
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:36
-
Catatan Menarik Arsenal vs Liverpool: The Reds Jadi Batu Sandungan The Gunners
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:34
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:21
-
AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan
Liga Italia 9 Januari 2026, 08:55
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 9 Januari 2026, 08:50
-
Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:37
-
Jadwal Barca vs Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:07
-
PSM vs Bali United: Tekad Pasukan Ramang Hentikan Tren Buruk
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 07:44
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:41
-
Man of the Match Milan vs Genoa: Lorenzo Colombo
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:11
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR