Bola.net - - Lama berkecimpung di dunia balap dan Ducati Corse, tentu sang sporting director, Paolo Ciabatti pernah bertemu banyak rider hebat sepanjang karirnya. Nah, dalam wawancaranya bersama Speedweek belakangan ini, Ciabatti pun membeberkan siapa saja rider yang meninggalkan kesan terdalam baginya.
Ciabatti bergabung dengan Ducati pada 1998 dan bekerja di departemen balap mereka sampai akhir 2007, di mana ia hengkang untuk bergabung dengan FGSport dan Paolo Flammini untuk mengelola WorldSBK. Usai WorldSBK dibeli oleh Dorna Sports pada 2012, Ciabatti kembali ke Ducati Corse dan menjabat sebagai sporting director hingga kini.
Kepada Speedweek, pria asal Italia ini mengaku kagum pada tiga legenda Ducati, yakni Carl Fogarty, empat kali juara WorldSBK; Troy Bayliss, tiga kali juara WorldSBK dan Casey Stoner, dua kali juara dunia MotoGP yang kini menjabat sebagai test rider MotoGP Ducati.
"Saat pertama kali tiba ke Ducati pada 1998, saya bertemu Carl Fogarty. Ia sosok yang spesial, seorang juara yang hebat. Tapi saya tak sempat menghabiskan banyak waktu dengannya. Lalu datanglah Troy Bayliss, yang membuat tahun 2006 terasa sangat istimewa," ujar Ciabatti.
Pada tahun tersebut, Bayliss sukses merebut gelar WorldSBK keduanya bersama Ducati, dan diminta menjadi rider pengganti Sete Gibernau yang cedera di MotoGP Valencia. Dalam usia 37 tahun, Baylisstic justru sukses merebut kemenangan perdananya di MotoGP. Hingga kini, kemenangan tersebut dinilai sebagai salah satu kemenangan paling bersejarah.
Meski begitu, Stoner lah yang dinilai Ciabatti sebagai pembalap paling berkesan baginya, meski keduanya baru menjalin hubungan pertemanan yang lebih erat usai Stoner pensiun dan kembali ke dalam naungan Ducati pada awal 2016 lalu.
"Sayang saya tak pernah dapat kesempatan bekerja dengan Casey, tapi saya mengamatinya saat ia membela Ducati. Ia rider menakjubkan. Beberapa tahun terakhir saya bisa mengenalnya lebih baik, dan pertemanan kami cukup dekat. Ia adalah talenta terbesar di dunia," ungkap Ciabatti.
"Casey hanya naik motor MotoGP dua kali setahun, tetap mampu melaju sangat cepat, dan komentarnya sangat tepat. Ini adalah bukti bahwa ia rider spesial. Semua rivalnya berpikir sama. Ia juga punya karakter yang kuat. Baginya hanya ada hitam dan putih, ia tak berkompromi," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Casey Stoner Punya Talenta Terbesar di Dunia'
Otomotif 3 April 2018, 09:50
-
'Gelar Dovizioso Bakal Lebih Berharga dari Gelar Stoner'
Otomotif 22 Maret 2018, 12:30
-
Ducati: Sudah Waktunya Lupakan Comeback Stoner
Otomotif 26 Februari 2018, 14:05
-
Stoner Operasi Bahu, Absen Uji Coba Ducati Sampai September
Otomotif 19 Februari 2018, 16:15
-
Casey Stoner Tuduh Aspal Baru 'Rusak' Lintasan Sepang
Otomotif 13 Februari 2018, 13:00
LATEST UPDATE
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
-
Napoli Cari Pelatih Anyar, Andoni Iraola Masuk Radar
Liga Italia 25 Mei 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00























KOMENTAR