
Bola.net - Pebalap Sky Racing VR46, Celestino Vietti, mengaku dirinya masih sulit percaya bahwa dirinya bisa menjadi salah satu anak didik Valentino Rossi, meski telah bergabung dengan VR46 Riders Academy sejak 2015. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan Motosprint.
Sebelumnya, Vietti turun di CIV dan Moto3 Junior World Championship, dan pada 2018, ia diminta membela Sky Racing VR46 di Moto3 selama empat seri, menggantikan Nicolo Bulega yang cedera. Ia pun membuat gempar dengan finis ketiga di Phillip Island, Australia, trek yang belum pernah ia jajal sebelumnya.
Prestasi ini pun membuatnya mendapatkan kontrak penuh untuk turun di VR46 pada 2019. Ia pun membayar kepercayaan Rossi dengan meraih tiga podium. Ia pun tak menyangka bisa mewujudkan cita-citanya turun di kejuaraan dunia dalam waktu singkat.
Dari Idola Jadi Mentor dan Teman Latihan

"Saya sangat mengidolakan Vale. Sejak masih kecil, saya adalah fansnya. Saya masih ingat pertama kali kami berjabat tangan, momen yang sulit dilupakan. Kini malah saya jadi bagian VR46, bisa bertemu idola saya tiap hari, mengobrol, bertukar pikiran di Ranch, dan latihan bareng," tutur Vietti seperti yang dikutip Tutto Motori.
Pebalap berusia 19 tahun ini juga mengaku masih sulit percaya bahwa ia bisa dapat kesempatan dimentori oleh sembilan kali juara dunia sekaliber Rossi. Tak hanya dimentori, Vietti bahkan punya kesempatan berlatih dengan Rossi dan rider-rider VR46 yang juga turun di Moto2 dan Moto3.
"Mamma mia! Rasanya masih tak nyata bahwa saya bisa bertemu Vale tiap hari. Hal yang sama juga saya rasakan pada rider-rider lain di Academy. Beberapa tahun lalu, saya hanya mengagumi dan menonton mereka di TV. Saya bilang pada diri sendiri, mungkin suatu saat nanti saya bisa berada di sana dan saya benar-benar di sini," ujarnya.
Nasihat-Nasihat Berharga
Vietti juga mengaku sangat senang bisa mendapatkan banyak nasihat dan saran dari Rossi dalam memperbaiki performanya di lintasan. Menurutnya, kata-kata Rossi sangatlah berharga.
"Jika saya harus memperebutkan kemenangan pada lap terakhir, Vale bilang saya harus berpikir dengan kepala dingin dan jernih, tak memikirkan apa pun. Sebuah nasihat dari seorang juara dunia seperti dia ribuan kali lebih bermakna," pungkas 'Celin'.
Baca Juga:
- 'Musuh Terbesar Valentino Rossi Adalah Egonya Sendiri'
- 8 Rider yang Curi Perhatian di Moto2 2020, Kandidat Juara Dunia
- Dovizioso: Tak Balapan Qatar-Thailand, Marquez Diuntungkan
- Promotor Moto2-Moto3 Qatar Tutup Paddock untuk Fans dan Tamu
- Video: 'Ruang Rahasia' Valentino Rossi, Kisah Soal Menjadi Diri Sendiri
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Celestino Vietti Masih Tak Percaya Bisa Jadi Murid Valentino Rossi
Otomotif 5 Maret 2020, 15:40
-
'Musuh Terbesar Valentino Rossi Adalah Egonya Sendiri'
Otomotif 5 Maret 2020, 15:16
-
Video: 'Ruang Rahasia' Valentino Rossi, Kisah Soal Menjadi Diri Sendiri
Open Play 5 Maret 2020, 12:25
-
Maverick Vinales Bersyukur Banyak Belajar dari Valentino Rossi
Otomotif 4 Maret 2020, 16:00
-
Batal Balapan di Qatar, Rossi Hanya Latihan Bareng Morbidelli-Bagnaia
Otomotif 4 Maret 2020, 11:45
LATEST UPDATE
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR