
Bola.net - Crew chief Marc Marquez di Repsol Honda, Santi Hernandez, mengaku lebih memilih Stefan Bradl untuk jadi pengganti sementara ridernya ketimbang Andrea Dovizioso. Hal ini ia sampaikan via podcast 'Por Oreja' seperti yang dikutip Motorsport Espana, pada Selasa (19/1/2021).
Hernandez mengakui timnya mengalami masa-masa kelam sejak ditinggalkan Marquez absen lama akibat cedera patah tulang lengan atas kanan. Seperti diketahui, delapan kali juara dunia tersebut mendapatkan cedera parah ini usai terjatuh keras dalam MotoGP Spanyol di Jerez pada Juli tahun lalu.
Hernandez mengaku tadinya berpikir Marquez hanya akan absen beberapa balapan, namun nyatanya plat titanium pada lengannya patah saat hendak membuka jendela rumah pada awal Agustus. Alhasil, Marquez harus absen semusim penuh, dan digantikan oleh test rider Honda, Stefan Bradl.
Marc Marquez Absen Lebih Lama dari Dugaan

"2020 memang tahun yang sangat berat. Awalnya, kami pikir Marc bakal bisa kembali dalam waktu singkat. Itulah alasan psikis kami tak siap menghadapi absennya yang panjang. Kami pikir ia hanya akan absen 2-3 balapan," ujar Hernandez, yang sudah menjadi crew chief Marquez sejak Moto2 dan meraih tujuh gelar dunia bersama.
"Pekan demi pekan berlalu, dan informasi yang kami dapat mengindikasikan situasi ini bakal berlanjut lebih lama dari dugaan. Adaptasi (dengan Bradl) tidaklah mudah, karena kami tadinya memperebutkan kemenangan dan podium di setiap akhir pekan dengan target gelar, namun kini harus membidik target yang benar-benar berbeda," lanjutnya.
Di lain sisi, saat ini Repsol Honda santer digosipkan mendekati Andrea Dovizioso, usai Marquez menjalani operasi ketiga pada awal Desember lalu dan diperkirakan absen dari uji coba pramusim dan beberapa seri perdana MotoGP 2021. Meski mengakui 'Dovi' sebagai rider kuat, Hernandez lebih mendukung Bradl tetap jadi pengganti sementara Marquez.
Tak Wajar Singkirkan Stefan Bradl

"Takkan wajar andai Honda menggaet Dovi untuk menggantikan Marc. Aneh jika Honda mempertimbangkan opsi menggaet Stefan sebagai test rider tapi kemudian menyingkirkannya atas alasan tertentu. Stefan telah bekerja dengan sangat baik," ungkap Hernandez, yang juga pernah jadi teknisi elektronik Valentino Rossi ini.
Menurut pria asal Spanyol ini, Bradl jauh lebih memahami Honda secara luar-dalam. Dovizioso sendiri sudah tak lagi mengendarai Honda sejak 2011, sementara Bradl sempat tiga tahun membela LCR Honda dan telah menjadi pengembang utama motor RC213V sejak 2018. Alhasil, menurutnya Bradl adalah opsi yang lebih masuk akal.
"Lebih masuk akal jika penggantinya tetap Stefan, karena ialah yang punya perasaan paling baik dengan motor kami. Dia yang memahami apa pun yang terjadi dalam balapan, karena ia punya kecepatan, dan ia adalah test rider yang menjajal banyak hal untuk memperbaiki motor kami. Jadi, siapa yang lebih baik darinya untuk menggantikan Marc?" tutup Hernandez.
Sumber: Por Orejas, Motorsport Espana
Video: Maverick Vinales Menangi MotoGP Emilia Romagna 2020
Baca Juga:
- Bertalenta dan Cepat, Inilah 5 Pasangan Kakak-Adik yang Turun di MotoGP 2021
- Pesan Petronas Yamaha SRT untuk Fabio Quartararo: Belajar Kendalikan Emosimu
- Jorge Martin: Usai Kasus Marc Marquez, Dokter MotoGP Pasti Lebih Waspada
- Pol Espargaro: Saya Pindah ke Repsol Honda pada Momen Terbaik
- Jorge Martin Sempat Galau Jadi Rebutan Banyak Pabrikan MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Crew Chief Marc Marquez Lebih Pilih Stefan Bradl Ketimbang Andrea Dovizioso
Otomotif 20 Januari 2021, 13:55
-
Jorge Martin: Usai Kasus Marc Marquez, Dokter MotoGP Pasti Lebih Waspada
Otomotif 20 Januari 2021, 09:57
-
Marc Marquez, Salah Satu Alasan Pol Espargaro Ngotot ke Repsol Honda
Otomotif 19 Januari 2021, 18:35
-
Pol Espargaro: Hubungan dengan Marc Marquez Jauh Lebih Baik Ketimbang Dulu
Otomotif 18 Januari 2021, 16:07
-
Razlan Razali: Marc Marquez Hanya Satu dalam Sejuta, Semoga Cepat Balapan Lagi
Otomotif 18 Januari 2021, 10:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR