
Bola.net - Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, akhirnya mengakui bahwa Jorge Martin mampu mengendalikan perebutan gelar dunia MotoGP 2024 lebih baik ketimbang pembalapnya sendiri, Pecco Bagnaia. Tardozzi menilai Bagnaia memang terlalu sering bikin kesalahan sendiri.
Sepanjang musim, Bagnaia meraih 10 kemenangan Grand Prix dan 6 kemenangan Sprint. Namun, ia 3 kali gagal finis di Grand Prix dan 5 kali gagal finis di Sprint. Di lain sisi, Martin meraih 3 kemenangan Grand Prix dan 7 kemenangan Sprint, tapi hanya 2 kali gagal finis di Grand Prix dan 1 kali gagal finis di Sprint.
Anomali performa Bagnaia itu pun menjadi salah satu alasan mengapa ia hanya terhitung dua kali memimpin klasemen musim ini. Selain itu, margin poin antara ia dan Martin tak pernah jauh satu sama lain. Kepada Diario AS, Kamis (7/11/2024), Tardozzi pun mengeluhkan seringnya Bagnaia gagal finis.
Kecelakaan Pecco Bagnaia Terlalu Banyak
"Pecco itu kuat. Sayangnya, ia melakukan terlalu banyak kesalahan tahun ini, dengan terlalu banyak kecelakaan dalam balapan. Tujuh (delapan) kecelakaan dalam balapan itu terlalu banyak. Ia meraih 10 kemenangan dari 19 balapan, dan itu luar biasa, tetapi ia tertinggal 24 poin dari Jorge," ujar Tardozzi.
"Ini mengartikan dua hal. Yang pertama, Pecco sangat cepat, tetapi Jorge juga seorang juara. Saya angkat topi untuk Jorge, yang mampu mengendalikan perebutan gelar dunia lebih baik daripada kami. Namun, Pecco juga terbukti melaju sangat cepat dan ia juga seorang juara," lanjutnya.
Berharap Gelar Dunia Baru Ditentukan pada Minggu
Dengan unggul 24 poin atas Bagnaia, Martin pun berpeluang mengunci gelar dunia di MotoGP Barcelona 2024 jika sukses memenangi Sprint. Namun, Tardozzi menyatakan bahwa skuadnya akan membantu Bagnaia untuk mendorong perebutan gelar dunia ini berlangsung sampai balapan Grand Prix.
"Target kami adalah tetap membuka kans juara selama mungkin, mencoba untuk membukanya sampai Minggu di Barcelona. Kami akan membawa cukup poin ke garasi pada Sprint, sehingga segalanya ditentukan pada Minggu. Pasalnya, dalam persaingan seperti ini, apa pun bisa terjadi. Target kami adalah memenangi dua balapan di Barcelona," tutupnya.
Sumber: Diario AS
Baca Juga:
- Pramac Racing Sebut Jorge Martin vs Pecco Bagnaia Mirip Valentino Rossi vs Jorge Lorenzo
- Yamaha Turunkan 3 Tim di WorldSSP 2025, Aldi Satya Mahendra Siap Bidik Hasil Mentereng Usai Naik Kelas
- Aleix Espargaro Emosional Bakal Akhiri Karier MotoGP di Rumah Sendiri
- Terinspirasi Pembalap Non-Eropa, Alasan Pedro Acosta Tak Bertekad Cari Teman di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Casey Stoner Peringatkan Para Rider MotoGP: Marc Marquez Bakal Jadi Juara Dunia 2025
Otomotif 8 November 2024, 16:10
-
Ducati Akui Pecco Bagnaia Keseringan Blunder, Jorge Martin Lebih Baik Kendalikan Situasi
Otomotif 8 November 2024, 13:25
-
Pramac Racing Sebut Jorge Martin vs Pecco Bagnaia Mirip Valentino Rossi vs Jorge Lorenzo
Otomotif 8 November 2024, 11:47
-
Aleix Espargaro Emosional Bakal Akhiri Karier MotoGP di Rumah Sendiri
Otomotif 7 November 2024, 15:56
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR