
Bola.net - CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, mengaku sangat bangga departemen balapnya memetik sukses di MotoGP 2021, meski belum meraih gelar sejak 2007 lewat Casey Stoner. 14 Balapan sudah lewat, dan Ducati meraih 17 podium lewat lima dari enam rider. Lima di antaranya adalah kemenangan dan diraih oleh tiga rider berbeda.
Tak hanya itu, kini Pecco Bagnaia jadi rival terdekat Fabio Quartararo dalam memperebutkan gelar. Ia tertinggal 48 poin dengan empat seri tersisa. Domenicali pun senang melihat lonjakan progresnya, usai rider Italia itu melewati dua musim yang berat di Pramac Racing. Kini, Domenicali menilai Bagnaia dan Jack Miller sebagai duet yang solid.
"Pecco belum menang sampai dua balapan yang lalu. Debutnya lebih sulit dari ekspektasi. Namun, di balik itu ada cerita yang tak boleh diremehkan. Kami memberinya kans di tim pabrikan dan ia sudah membayarnya. Kini tim kami punya Pecco dan Jack yang masing-masing sudah dua kali menang dan bisa kami ajak memikirkan gelar," ujarnya via La Gazzetta dello Sport, Selasa (21/9/2021).
Selaras dengan Pengembangan Motor Produksi Massal

Ducati juga panen trofi lewat Johann Zarco, Jorge Martin, dan Enea Bastianini. Domenicali yakin ini bukti Desmosedici ramah pada gaya balap apa pun, dan telah lepas dari dogma bahwa hanya Stoner yang bisa menjinakkan motor itu. Ia juga menyebut misi pengembangan motor balap ini selaras dengan misi produksi massal Ducati.
"Kami memulai segalanya dari masa lalu, dengan motor yang hanya bisa dikendarai Casey Stoner, dan gagasan ini terpatri pada kami begitu lama. Namun, kini saya merasa bahwa itu semua sudah jadi masa lalu. Saya lebih suka paralel yang baik dengan cara mengembangkan motor produksi massal kami," ungkapnya.
"Kini Multistrada dan Panigale bisa dipakai lebih banyak orang. Kami ingin orang-orang yang mengendarai motor-motor ini untuk pertama kali langsung merasa cocok pada menit-menit pertama, seolah sudah mengendarainya sejak lama. Hal inilah yang juga kami aplikasikan pada motor balap kami," lanjut Domenicali.
Banyak Belajar dari Hubungan dengan Andrea Dovizioso

Domenicali juga menyatakan Ducati sudah banyak belajar dari peristiwa musim lalu, ketika hubungan antara manajemen pabrikan dengan Andrea Dovizioso retak dan harus berpisah dengan cara yang tak baik. Melihat momen kelam tersebut, Ducati pun berinisiasi menggelar program 'Ducati Team Building'.
Program ini sudah digelar tiga kali, yakni di Jerez sekali dan Misano dua kali. Seluruh rider MotoGP Ducati hadir untuk berlatih bersama di atas motor Panigale V4 dengan suasana yang lebih santai. "Sejak tahun lalu, kami banyak belajar, dan ini adalah karakter tim yang kuat, yakni belajar saat situasinya buruk," tutur Domenicali.
"Kami membangun tim dengan atmosfer yang santai. Lebih mudah melakukan ini semua dengan para rider muda. Kami menggelar uji coba di Misano dan Jerez, meminta mereka mengendarai (Panigale) V4. Mereka pun tertawa bersama, saling bercanda, dan ini pun memperkuat tim kami," pungkas pria Italia tersebut.
Sumber: La Gazzetta dello Sport
Baca Juga:
- Danilo Petrucci Dukung Remy Gardner Jalani Uji Coba MotoGP Bareng KTM
- Franco Morbidelli Akui Harusnya Absen 6 Bulan, Kembali Agar Tak Lupa Skill
- Valentino Rossi Pede Masa Depan Italia di MotoGP Tetap Cerah Tanpanya
- MotoE Gelar Balapan Ganda Mulai 2022, Resmi Hapus Format E-Pole
- Hasil Hari Pertama Uji Coba MotoGP Misano: Pecco Bagnaia Terdepan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dovizioso Soal Comeback ke MotoGP: Bukan untuk Habiskan Masa Tua di Yamaha
Otomotif 22 September 2021, 15:40
-
'Ducati Ramah pada Semua Rider, Stoner-Dovizioso Sudah Jadi Masa Lalu'
Otomotif 22 September 2021, 13:30
-
Danilo Petrucci Dukung Remy Gardner Jalani Uji Coba MotoGP Bareng KTM
Otomotif 22 September 2021, 12:04
-
Franco Morbidelli Akui Harusnya Absen 6 Bulan, Kembali Agar Tak Lupa Skill
Otomotif 22 September 2021, 10:56
-
Valentino Rossi Pede Masa Depan Italia di MotoGP Tetap Cerah Tanpanya
Otomotif 22 September 2021, 09:42
LATEST UPDATE
-
Jelang Arsenal Lawan Tottenham, Pesan Bukayo Saka ke Skuad The Gunners Diingat Lagi!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 06:00
-
Arsenal Tersandung dan Dituding Kena Mental, Arteta Membantah!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 05:30
-
Hasil Man City vs Newcastle: City Pepet Arsenal Berkat Nico OReilly
Liga Inggris 22 Februari 2026, 05:24
-
Jalan Pulang Lionel Messi ke Barcelona
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 05:00
-
Hasil Al Nassr vs Al Hazm: Dua Gol Ronaldo Genapkan Kemenangan 4-0
Asia 22 Februari 2026, 04:27
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Februari 2026
Voli 22 Februari 2026, 04:00
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR