
Bola.net - Manajer Tim Petronas Yamaha SRT MotoGP, Wilco Zeelenberg, baru-baru ini mengupas persamaan dan perbedaan Fabio Quartararo dan Jorge Lorenzo, dua rider yang dianggap punya banyak kemiripan meski berbeda generasi. Uniknya, kedua rider ini pernah bekerja sama dengan Zeelenberg.
Sejak 2010, Zeelenberg bekerja sebagai rider performance analyst di Yamaha Factory Racing, alias menjadi pelatih balap Lorenzo. Lorenzo-Zeelenberg pula yang memelopori jabatan pelatih balap di kalangan rider MotoGP, dan kini banyak rider memiliki sosok tersebut di samping mereka.
Kerja sama ini berakhir pada 2017, saat Lorenzo pindah ke Ducati. Saat SRT membentuk tim MotoGP sendiri pada 2019, Zeelenberg pun diminta menjadi manajer tim, dan otomatis menaungi Quartararo. Pria Belanda ini langsung sadar ada kemiripan mencolok antara kedua rider tersebut.
'Mantequilla' dan 'Martillo'

Kemiripan itu adalah karakter 'mantequilla' (mentega) dan 'martillo' (palu). Dua istilah ini diciptakan Lorenzo untuk mewakili karakternya di trek. 'Mantequilla' mewakili gaya balapnya yang halus, sementara 'martillo' menggambarkan kemampuannya mempertahankan ritme balap yang baik, berkat konsentrasinya yang tinggi.
Sejak tahun lalu, Lorenzo kerap menyebut Quartararo sebagai rider dengan gaya balap yang paling mirip dengannya, dan tahun ini ia bahkan menunjuk El Diablo sebagai penerusnya. Zeelenberg pun sepakat, menyebut 'mantequilla' dan 'martillo' benar-benar ditunjukkan Quartararo saat memenangi dua balapan di Jerez pada Juli lalu.
"Area 'mantequilla' adalah persamaan mereka, dan Jorge lah yang menciptakan sebutan ini. 'Mantequilla' berarti halus, sampai-sampai Anda tak bisa melihatnya melaju sangat cepat. Inilah yang juga dimiliki Fabio. Tapi ini juga berarti tak melakukan kesalahan," ungkap Zeelenberg via MotoGP.com pada Senin (31/8/2020).
Sering Marah pada Diri Sendiri

Zeelenberg menyatakan 'mantequilla' dan 'martillo' sangat penting bagi Lorenzo dalam meraih kemenangan. 'Martillo' juga berarti bahwa ia harus melaju tanpa kesalahan. Jika sampai melakukan kesalahan, maka ia sangat marah pada dirinya sendiri, karena lima kali juara dunia itu ingin melakukan segalanya dengan sempurna.
Fans MotoGP juga bisa melihat ini pada Quartararo, karena rider Prancis itu kerap menunjukkan rasa frustrasi jika melakukan kesalahan di sesi apa pun. "Jika Jorge melakukan kesalahan, misalnya melebar di salah satu tikungan, maka ia akan marah, karena ia ingin melaju di tempat yang benar-benar tepat," ujar Zeelenberg.
"Jorge juga menggunakan 'palu', di mana ia mampu mempertahankan catatan waktu serendah mungkin dalam ritme yang tinggi. Ini juga yang benar-benar dilakukan Fabio di Jerez," lanjut pria yang juga eks pembalap GP250 ini, yang juga sempat menjadi pelatih balap Maverick Vinales pada 2017 dan 2018.
Dua Sosok Berbeda Saat di Luar Trek
View this post on Instagram
Meski banyak persamaan, Quartararo dan Lorenzo juga punya perbedaan. Menurut Zeelenberg, perbedaan mereka lebih mencolok saat keduanya berada di luar trek. Ia merasa Lorenzo lebih suka menutup diri dan hanya fokus pada balapan, sementara Quartararo lebih terbuka dan lebih ceria, serta easy going.
"Perbedaan Jorge dan Fabio adalah, Jorge lebih introvert, sangat fokus pada dirinya sendiri, sementara Fabio lebih ekstrovert, bisa santai membicarakan apa pun, namun tak kehilangan konsentrasi. Fokus Fabio tak bisa terganggu siapa pun, sementara Jorge lebih suka mengurung diri dalam lingkarannya sendiri," ungkapnya.
"Usai balap, Jorge orang yang sangat berbeda. Tapi pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, ia sangat fokus pada diri sendiri, tak menggunakan waktu luang untuk santai. Fabio berbeda di area ini. Hika ada waktu luang, ia ingin main-main dan bersenda gurau. Atas alasan ini, kami bikin suasana yang santai di grid, karena jika tidak, ia akan tertekan. Jadi inilah perbedaan antara keduanya," tutup Zeelenberg.
Sumber: MotoGP
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
- Klasemen Sementara Formula 1 2020 Usai Seri Spa-Francorchamps, Belgia
- Hasil Balap Formula 1 GP Belgia: Lewis Hamilton Menang Lagi
- Klasemen Sementara WorldSBK 2020 Usai Seri Aragon, Spanyol
- Dikritik Rival, Maverick Vinales Akui Salah Abaikan Saran Pakai Rem Baru
- Hasil Race 2 WorldSBK Aragon: Jonathan Rea Bekuk Chaz Davies
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Jorge Lorenzo Sudah Tak Punya Kans Kembali ke Ducati'
Otomotif 1 September 2020, 11:05
-
Fabio Quartararo Sang 'Penerus' Jorge Lorenzo: Beda Watak, Banyak Kemiripan di Trek
Otomotif 1 September 2020, 09:07
-
Lorenzo: Honda Lebih 'Ramah' di Era Stoner-Pedrosa Ketimbang Era Marquez
Otomotif 27 Agustus 2020, 16:07
-
Jorge Lorenzo: Pol Espargaro Pasti Menyesal Pindah ke Repsol Honda
Otomotif 27 Agustus 2020, 13:57
-
Selalu di Hati: Ducati Kembali Buka Opsi Gaet Jorge Lorenzo
Otomotif 14 Agustus 2020, 21:27
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR