FIM Kini Resmi Larang Rider MotoGP dan WorldSBK Nyalahkan Mesin di Area Run-off Setelah Kecelakaan

FIM Kini Resmi Larang Rider MotoGP dan WorldSBK Nyalahkan Mesin di Area Run-off Setelah Kecelakaan
MotoGP Belanda 2025 di Sirkuit Assen (c) AP Photo/Peter Dejong

Bola.net - Federasi Balap Motor Internasional (FIM) resmi mengumumkan perubahan penting dalam regulasi keselamatan di MotoGP dan WorldSBK 2026. Aturan baru ini berdampak langsung pada penanganan motor setelah kecelakaan atau kendala teknis.

Melalui kebijakan tersebut, pembalap tidak lagi diizinkan menyalakan mesin motor dari sisi lintasan atau area run-off usai kecelakaan atau kendala teknis. Langkah ini diambil sebagai respons atas potensi risiko keselamatan yang masih sering terjadi.

Keberadaan pembalap dan marshal di area run-off saat sesi masih berlangsung dinilai dapat memicu situasi berbahaya. Oleh karena itu, FIM memperketat prosedur demi meningkatkan standar keselamatan.

Keputusan ini diumumkan FIM melalui surat kepada Komite Sirkuit Balap (CCR) di seluruh dunia, khususnya untuk CCR MotoGP dan WorldSBK. Surat tersebut juga dipublikasi di situs resmi FIM pada Jumat (9/1/2026).

1 dari 3 halaman

Prosedur Baru Penanganan Motor Pasca-Kecelakaan

MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Motegi (c) AP Photo/Hiro Komae

MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Motegi (c) AP Photo/Hiro Komae

FIM menegaskan, motor yang mati akibat kecelakaan atau kendala teknis wajib dipindahkan ke belakang pembatas trek. Lokasi yang dimaksud adalah jalan servis atau area aman lain yang terlindungi.

Dari area tersebut, pembalap masih diperbolehkan untuk menyalakan kembali motor dan kembali ke lintasan. Namun, seluruh proses restart mesin tidak lagi boleh dilakukan di area run-off.

"Setelah kecelakaan atau masalah teknis, setiap mesin yang tidak berjalan di lintasan atau area run-off harus segera dipindahkan oleh marshal ke belakang garis perlindungan pertama," tulis FIM dalam suratnya.

Perubahan regulasi ini adalah keputusan Grand Prix Commission (GPC) dan SBK Commission, tetapi juga berlaku untuk semua kejuaraan balap sirkuit di bawah naungan FIM, termasuk Endurance World Championship (EWC).

2 dari 3 halaman

Dampak Aturan Baru bagi MotoGP dan WorldSBK

Di WorldSBK, aturan ini tak mengubah ketentuan dasar sesi latihan dan Superpole. Pembalap tetap boleh kembali ke pit lewat trek karena mereka memang dilarang memulai lap baru usai kecelakaan pada sesi non-balapan.

Dalam balapan WorldSBK, pembalap masih diperbolehkan melanjutkan balapan tanpa harus masuk pit. Namun, setiap proses restart mesin usai kecelakaan tetap harus dilakukan dari belakang pembatas trek atau jalan servis.

Di MotoGP, pembalap diizinkan melanjutkan sesi latihan, kualifikasi, dan balapan setelah kecelakaan dengan catatan menyalakan mesin motor dari belakang pembatas trek atau jalan servis sesuai regulasi baru.

Berikut surat pengumuman FIM mengenai penanganan motor setelah kecelakaan atau kendala teknis kepada CCR di seluruh dunia, khususnya MotoGP dan WorldSBK.

3 dari 3 halaman

Surat Terbuka FIM untuk CCR di Seluruh Dunia

Prosedur FIM CCR 2026 untuk Mesin yang Tidak Menyala

Yth. Bapak dan Ibu,

Menindaklanjuti keputusan yang diambil oleh Komite MotoGP dan SBK pada November 2025, dengan ini kami sampaikan pembaruan penting pada Regulasi FIM terkait penanganan mesin yang tidak menyala akibat kecelakaan atau masalah teknis.

Sebuah pemberitahuan telah dikirimkan sebelumnya kepada Clerk of the Course MotoGP.

Untuk memastikan penerapan protokol intervensi ini secara tepat, telah diputuskan untuk menyelaraskan aturan ini DI SELURUH kejuaraan FIM CCR kami.

Kami juga mendorong Federasi Nasional (FMN) untuk menerapkan protokol intervensi berikut dalam kejuaraan nasional masing-masing.

Kami menyadari bahwa aturan ini mungkin menimbulkan beberapa tantangan pada tahap awal, tetapi alasan utamanya adalah untuk meminimalkan paparan risiko bagi petugas marshal lintasan.

Berlaku efektif segera, prosedur berikut wajib diterapkan selama SELURUH sesi trek dan harus dikomunikasikan secara jelas kepada seluruh marshal dalam sesi pengarahan mereka:

1. Pemindahan Mesin yang Tidak Menyala

  • Setelah kecelakaan atau masalah teknis, setiap mesin yang tidak menyala di lintasan atau area run-off harus segera dipindahkan oleh marshal ke belakang garis perlindungan pertama.
  • Mesin tidak boleh dinyalakan kembali di lintasan atau area run-off. Mesin harus dipindahkan ke jalan servis (atau ke tempat yang aman dan terlindungi jika tidak tersedia jalan servis), di mana bantuan untuk menyalakan kembali dapat diberikan.

2. Perbaikan dan Penyesuaian

  • Seluruh perbaikan atau penyesuaian harus dilakukan di belakang garis perlindungan pertama (misalnya di jalan servis atau di tempat yang aman dan terlindungi).
  • Hanya pembalap yang diperbolehkan melakukan perbaikan atau penyesuaian, tanpa bantuan dari pihak luar selain bantuan dari marshal.

3. Bantuan Menyalakan Kembali Mesin

  • Marshal dapat membantu pembalap dengan mendorong mesin dan mencoba menyalakan kembali (di jalan servis apabila tersedia).
  • Push-start tidak diperkenankan di sisi lintasan dari garis perlindungan pertama dalam kondisi apa pun.

4. Mesin yang Tetap Menyala setelah Kecelakaan

  • Mesin yang tetap menyala setelah kecelakaan diperbolehkan untuk kembali ke lintasan dan melanjutkan sesi.
  • Jika marshal mendapati sebuah mesin dengan mesin masih menyala, mereka harus memeriksa adanya potensi bahaya yang jelas, seperti kerusakan signifikan atau kebocoran cairan. Jika mesin tersebut dinilai tidak aman untuk kembali ke lintasan, meskipun marshal mungkin tidak dapat menghentikan pembalap, mereka harus memberikan isyarat yang jelas kepada pembalap untuk berhenti.

Pembaruan ini bertujuan untuk memastikan konsistensi, peningkatan keselamatan bagi marshal dan pembalap, serta kejelasan dalam penanganan dan pemulihan mesin. Mohon pastikan seluruh personel terkait, khususnya Chief Marshal, marshal bendera, dan marshal lintasan, telah mendapatkan pengarahan secara menyeluruh dan memahami sepenuhnya persyaratan ini sebelum ajang berikutnya.

Selain itu, harap diingat bahwa peralatan pemulihan motor yang saat ini digunakan (yaitu Bar dan Sling) harus digunakan dalam sebagian besar situasi pemulihan. Perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan pemasangan yang benar, terutama dengan menggunakan ban belakang, karena pada musim ini (2025) terdapat beberapa kejadian di mana prosedur yang tidak tepat mengakibatkan kerusakan mesin yang sebenarnya dapat dihindari. Secara khusus, penggunaan bar dan sling pada ban depan dapat menyebabkan kerusakan (misalnya pada cakram rem karbon pada motor MotoGP).

Sumber: FIM


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL