Bola.net - - Dikenal sebagai olahraga berbahaya, MotoGP tak diragukan lagi tak hanya menuntut fisik pembalap, melainkan juga mentalnya. Dengan demikian, tak diherankan lagi bahwa jasa psikolog kian dibutuhkan bagi para peserta dalam ajang ini, termasuk rider Aprilia Racing Team Gresini, Aleix Espargaro.
Menurut Speedweek, keinginan rider 28 tahun ini untuk bekerja sama dengan psikolog muncul di sela pekan balap MotoGP Valencia, Spanyol pada November lalu. Tak ada penjelasan detail darinya, namun rider Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro menjelaskan alasan keputusan sang kakak.
"Saya bukannya bilang Aleix itu gila, tapi dia memang lebih gila dari saya!" tutur Pol sembari tertawa. "Perbedaan terbesar kami adalah, Aleix sangat, sangat mudah gugup. Kami sudah sering membicarakan hal ini. Saat tekanan meninggi, Aleix sangat kesulitan mengendalikan situasi."
Pol Espargaro (c) AFP
Juara dunia Moto2 2013 ini pun menyatakan bahwa kakaknya sempat bekerja sama dengan psikolog olahraga beberapa tahun lalu, dan kegugupannya bisa teratasi. Meski begitu, tampaknya sudah saatnya Aleix kembali melakukan metode yang sama untuk menyambut MotoGP 2018 yang diperkirakan berjalan lebih sengit dari musim-musim sebelumnya.
"Aleix bukannya rider lemah, bukannya mentalnya lemah, tapi hanya karena ia sangat gugup. Makin besar tekanan, makin gugup pula dia. Level gugupnya bisa jauh lebih tinggi daripada saya. Ia sangat kesulitan mengendalikan kegugupannya ini sebelum balapan dan dalam balapan," ungkap Pol.
Aleix pun takkan jadi rider MotoGP pertama yang bekerja dengan psikolog. Rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso diketahui telah bekerja sama dengan psikolog kondang Italia, Profesor Amedeo Maffei selama beberapa tahun terakhir, dan Dovizioso sendiri mengaku bahwa metode ini membantunya bersaing sengit di MotoGP tahun ini.
"Menurut saya, ini bukan metode bodoh. Pembalap dan atlet-atlet lainnya yang butuh dukungan mental harus melakukannya. Rider yang punya rencana ini juga harus yakin bahwa metode ini bakal membantunya. Jika tidak, maka sia-sia saja. Jika Aleix ingin melakukannya, ia harus melakukannya," tutup Polyccio.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dovizioso Tak Pernah Yakin Bisa Jadi Kandidat Juara
Otomotif 13 Desember 2017, 13:00
-
Gampang Gugup, Aleix Espargaro Butuh Psikolog
Otomotif 13 Desember 2017, 11:00
-
Akui Tak Dekat dengan Rossi, Ini Penjelasan Dovizioso
Otomotif 13 Desember 2017, 10:00
-
Dovizioso Beber Alasan Dirinya Populer 'Mendadak'
Otomotif 11 Desember 2017, 13:45
-
Dovizioso Pede Kembali Jadi Kandidat Juara 2018
Otomotif 11 Desember 2017, 11:45
LATEST UPDATE
-
Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil
Liga Italia 25 Mei 2026, 23:34
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00


























KOMENTAR