
Bola.net - Jack Miller, memang belum pernah jadi juara dunia selama berkarier di Grand Prix. Meski begitu, ia rider yang disukai banyak penggemar MotoGP berkat gaya balap yang agresif dan tak kenal takut, serta karakternya yang humoris, blak-blakan, kerap bertingkah konyol, dan sering menolong para rival yang kesusahan.
Karakter ini sudah ia bawa sejak masih di Moto3. Namun, eks Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo, yakin karakter Miller yang 'semau gue' harus dikendalikan saat Honda membawanya melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP pada 2015 dengan kontrak tiga musim. Hal ini ia nyatakan via GPOne, Kamis (28/5/2020).
Suppo menyoroti kebiasaan JackAss yang suka mabuk-mabukan. Masih membandel usai berkali-kali diberi peringatan, akhirnya Miller didenda 20.000 euro oleh Honda karena mabuk pada suatu malam saat ia masih membela LCR Honda, yakni saat usianya masih 20 tahun.
"Saya bisa membenarkan bahwa Jack memang kami denda karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol, dan ia satu-satunya rider yang pernah saya denda. Selama 22 tahun, saya tak pernah melakukannya! Jack suka mengulangi kebandelannya, dan ia bikin kacau lebih dari sekali," kisah Suppo.
Sampai Harus Ditangani Banyak Pihak

"Saya pun menjatuhkan denda, yang nilainya cukup besar, dan saya bilang padanya, 'Kuharap, dengan bicara padamu seolah aku ini ayahmu, jika lain kali kau mabuk lagi, kau akan merenungkan seberapa banyak kerugian yang sudah kau dapatkan'," lanjut pria asal Italia tersebut.
Suppo bahkan mengaku, untuk mengendalikan kebandelan Miller, Honda meminta bantuan tangan dingin Alberto Puig, sosok yang dikenal lihai mendisiplinkan rider-rider bandel dan lalu mengorbitkan mereka menjadi rider hebat. Kini, ia menggantikan Suppo sebagai Manajer Tim Repsol Honda.
"Alberto saat itu menjabat sebagai konsultan Honda, dan kami sangat melibatkannya sebagai pelatih. Tapi ia langsung muak pada Jack," kisah Suppo, yang juga mengaku sempat cemas Miller bakal hilang kendali karena punya gaji besar saat turun di MotoGP.
"Jadi, perubahan Jack saat ini berkat Alberto dan Aki Ajo, manajernya, yang mampu membuat seorang rider yang terlalu cepat naik ke MotoGP menjadi lebih dewasa. Perlu diingat, gaji besar bisa membuat Anda hilang kendali dalam usia semuda itu," lanjutnya.
Hukuman yang Berbuah Manis

Suppo pun yakin menghukum Miller sangatlah tepat karena sikap tegas ternyata sukses mengubah mentalitasnya sebagai pebalap. Seiring berjalannya waktu, meski pada 2018 hengkang dari Honda, Miller belajar fokus pada kariernya, dan akhirnya digaet menjadi rider tim pabrikan Ducati pada 2021.
"Saya harus melakukan itu untuk dirinya sendiri, demi masa depannya. Ia punya talenta yang bisa meledak, tapi dia keras kepala. Pada suatu Minggu malam dalam sebuah pesta, ia benar-benar bikin kacau, pernah juga pada hari Jumat di paddock," tuturnya.
"Jadi, Jack memang harus diberi pelajaran, agar ia bisa melihat betapa ia nyaris membuat talentanya terbuang sia-sia. Saya senang bisa mendendanya, karena mungkin, tanpa hukuman macam itu, ia takkan berubah," pungkas Suppo, yang pensiun dari MotoGP pada akhir 2017.
Video: Marc Marquez Optimistis MotoGP Dimulai Pertengahan Juli 2020
Baca Juga:
- 'Tak Perlu ke Moto2, Jack Miller Terbukti Bisa Garang'
- MotoGP Inggris dan Australia 2020 Resmi Dibatalkan Akibat Covid-19
- Musim Lebih Singkat, MotoGP Rilis Aturan Baru Soal Alokasi Mesin
- Kilas Balik: Kontroversi Jack Miller dari Moto3 Langsung ke MotoGP
- Aleix Espargaro Prihatin Danilo Petrucci Terancam Didepak Ducati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jack Miller: Dulu Suka Mabuk-mabukan, Kini Jadi Rider Top MotoGP
Otomotif 29 Mei 2020, 15:45
-
'Tak Perlu ke Moto2, Jack Miller Terbukti Bisa Garang'
Otomotif 29 Mei 2020, 14:55
-
Kilas Balik: Kontroversi Jack Miller dari Moto3 Langsung ke MotoGP
Otomotif 29 Mei 2020, 13:15
-
Deretan Kemiripan Jack Miller-Casey Stoner: Akankah Sejarah Terulang?
Otomotif 29 Mei 2020, 09:35
-
7 Kandidat Pengganti Jack Miller di Pramac, dari Iannone sampai Martin
Otomotif 28 Mei 2020, 16:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR