
Bola.net - Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco, meyakini dirinya bukanlah pembalap Ducati terkuat di MotoGP saat ini, meski tengah menduduki peringkat kedua pada klasemen pembalap. Menurutnya, duet Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia dan Jack Miller, punya kekuatan setara. Hal ini ia sampaikan via Motosprint, Senin (26/7/2021).
Musim ini, Ducati memang telah mengoleksi 11 podium, yakni empat lewat Zarco, tiga lewat Bagnaia, tiga lewat Miller (termasuk dua kemenangan), dan satu lewat Jorge Martin. Zarco, Bagnaia, dan Miller, kini masing-masing berada di peringkat kedua, ketiga, dan kelima di klasemen dan hanya terpisah 22 poin.
Zarco pun menjadi ancaman paling nyata bagi rider Monster Enery Yamaha, Fabio Quartararo, yang kini ada di puncak klasemen dan unggul 34 poin darinya. Juara dunia Moto2 2015 dan 2016 ini tak memungkiri dirinya ingin mengalahkan sang kompatriot dalam perebutan gelar dunia, namun ogah terbebani status 'rider Ducati terbaik'.
Tiga Rider Ducati Bekerja Sama dengan Baik

"Saya memang di posisi terbaik untuk melawan Fabio, dan sebagai rider Prancis seperti dia, mungkin saya akan dapat motivasi ekstra mengalahkannya. Tapi saya tak lihat diri saya sebagai rider top Ducati. Jack dan Pecco ada di level yang sama, dan saya lihat lingkup Ducati bekerja dengan baik, bahkan di antara kami bertiga," ujar Zarco.
Rider 31 tahun ini pun sangat bersyukur Ducati telah menyelamatkan kariernya usai hengkang dari KTM pada akhir 2019. Meski awalnya diletakkan di Avintia Esponsorama, Zarco berhasil naik podium dan menyabet pole pada 2020, membuatnya dapat 'kenaikan pangkat' ke Pramac dan dapat motor spek pabrikan terbaru.
"Saya merasakan dukungan besar Ducati sejak tahun lalu. Dengan segala rasa hormat, Avintia merupakan tim yang levelnya lebih rendah dari yang lain, namun berkat kinerja tim dan saya, saya kembali mendapatkan rasa hormat dari penghuni paddock. Rasa percaya Ducati pada saya makin tinggi tahun ini dan ini bikin saya senang," ungkapnya.
Ingin Jadi Rival Nyata Fabio Quartararo

"Saya ingin mengendarai motor ini lebih baik. Kini saya punya potensi naik podium di tiap balapan. Tapi ngomong saja memang lebih mudah daripada mewujudkannya. Pengalaman saya di atas motor ini terus meningkat dan saya ingin langsung bisa percaya diri pada pekan balap. Saya tak boleh hilang kesabaran," lanjut Zarco.
Kini ia fokus menatap MotoGP Styria dan Austria yang digelar pada 6-8 dan 13-15 Agustus di Red Bull Ring, yakni trek yang selalu dikuasai Ducati sejak 2016, kecuali pada satu balapan tahun lalu, di mana KTM menang lewat Miguel Oliveira. Zarco pun ingin mempertahankan kejayaan Ducati di trek itu demi menantang Quartararo.
"Trek itu sangat baik untuk motor kami, menyenangkan jika bisa mengambil untung di sana. Saya akan mengerahkan segala hal yang sudah saya pelajari pada paruh pertama musim ini demi meraih kemajuan, menjadi rival nyata bagi Fabio. Dengan begitu, saya bisa benar-benar ikut berebut gelar. Saat ini saya ada di peringkat kedua, namun saat ini Fabio lebih cepat dari kami," pungkasnya.
Sumber: Motosprint
Video: Angka Covid-19 Meningkat, Australia Batalkan MotoGP dan Formula 1
Baca Juga:
- Jorge Martin: MotoGP Bikin Sadar Saya 'Gila' Jadi Pembalap
- Marcel Schrotter Akui Didekati Petronas Yamaha SRT untuk MotoGP 2022
- Marco Bezzecchi Galau Pilih VR46 atau Petronas SRT, Minta Maaf ke Aprilia
- Link Live Streaming Formula 1 GP Hungaria di Vidio, 30 Juli-1 Agustus 2021
- Jonathan Rea: Say No to MotoGP, Saya Bertahan di WorldSBK
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Johann Zarco: Saya Bukan Rider Top Ducati, Miller-Bagnaia Juga Sama Kuat
Otomotif 30 Juli 2021, 15:25
-
Pramac Tunggu Kemenangan Perdana di MotoGP, Tegaskan Bukan Target Utama
Otomotif 29 Juli 2021, 11:22
-
Johann Zarco: Jangan Samakan Kasus Saya dengan Kasus Maverick Vinales
Otomotif 28 Juli 2021, 15:51
-
Jadi Kandidat Juara MotoGP Usai Masa Kelam, Johann Zarco Menolak Terlena
Otomotif 23 Juli 2021, 11:19
-
Fabio Quartararo-Johann Zarco Dukung Prancis Bentuk Akademi Seperti VR46
Otomotif 23 Juli 2021, 10:09
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR