
Bola.net - Lima kali juara dunia, Jorge Lorenzo, menegaskan dirinya juga punya banyak memori positif dengan Valentino Rossi, meski dikenal membentuk salah satu rivalitas tersengit dalam sejarah MotoGP. Hal ini ia sampaikan lewat Corsedimoto pada Kamis (21/10/2021), menjelang balapan terakhir Rossi di Misano sebagai rider Grand Prix.
Rossi dan Lorenzo membentuk rivalitas itu saat bertandem di Yamaha pada 2008-2010 dan 2013-2016. Mereka sangat jarang akur, namun uniknya hubungan mereka selalu jadi lebih baik ketika tak satu tim. Hal ini terbukti saat Rossi pindah ke Ducati pada 2011-2012, begitu juga saat Lorenzo pindah ke Ducati pula pada 2017.
Keduanya kerap cekcok baik di dalam maupun luar lintasan, namun juga punya rasa hormat yang tinggi. Kini, Lorenzo sudah pensiun, dan keduanya malah makin sering memberikan pujian satu sama lain. Lorenzo pun menyatakan selain jadi rival yang sangat hebat di Yamaha, mereka juga momen-momen menyenangkan bersama.
Kenang Podium MotoGP Le Mans 2008

"Pada 2008-2010, kami membentuk tim paling kuat. Yamaha memenangkan 70% jumlah balapan dan kami merebut tiga gelar dunia. Kami adalah dua ayam jago dalam satu kandang, punya kepribadian yang sangat kuat, dan sama-sama ingin menang. Tapi saya hanya ingat masa-masa yang indah," tutur Lorenzo.
Salah satu momen manis yang diingat Por Fuera adalah saat Yamaha menyapu bersih podium MotoGP Le Mans 2008, ketika ia cedera lutut. "Kala itu saya finis kedua, Vale menang, dan Colin Edwards finis ketiga. Itu salah satu trebel Yamaha terakhir di era modern, dan kami semua sangat bahagia," ungkapnya.
"Vale duduk di pangkuan saya, di atas lutut saya yang cedera, demi foto bareng. Itu momen-momen bahagia untuk Yamaha dan kami semua. Tahun itu, ia jadi juara dunia dan Yamaha menyabet gelar dunia konstruktor. Saat kami pulang dari Motegi, di dalam bus kami bersama-sama menyanyikan lagu yang disetel di radio. Itu momen-momen yang saya ingat dengan senang," lanjutnya.
Sempat Diundang ke Motorhome Rossi di MotoGP Aragon

Di lain sisi, Lorenzo juga menegaskan ia dan Rossi bukan sahabat. Ada kalanya hubungan mereka kembali tegang, seperti saat Rossi menuduh Marc Marquez bersekongkol dengan Lorenzo demi menjegalnya merebut gelar dunia pada 2015. Menurut Lorenzo, peristiwa itu justru dipicu oleh fakta bahwa Marquez tak bisa merebut gelar.
"Kontak di Argentina (antara Rossi dan Marquez) bikin hubungan mereka hancur. Marc tak bisa merebut gelar dunia, dan momen itu memengaruhi perilakunya di trek. Sementara itu, antara saya dan Vale selalu ada rasa hormat meski tak ada hubungan pertemanan. Kami tak bisa pergi minum kopi bareng, karena kami sama-sama ingin menang," ujarnya.
"Saya selalu bilang pada Vale, bahwa kami lebih akur jika kami berjauhan. Saat ia pindah ke Ducati, hubungan kami jadi lebih baik, seperti halnya saat saya pindah ke Ducati pula. Saat saya datang ke Aragon (2021), ia mengundang saya ke motorhome-nya, dan kami mengobrol selama 10-15 menit. Saya sangat senang," pungkas Lorenzo.
Sumber: Corsedimoto
Baca Juga:
- Jadwal Live Streaming Formula 1 GP Austin 2021 di Vidio, 22-24 Oktober
- Fabio Quartararo-Pecco Bagnaia Tak Sabar Jajal Mandalika, Nantikan Aksi WorldSBK
- Valentino Rossi Pensiun, MotoGP Batal Turunkan 4 Pasangan Kakak-Adik pada 2022
- Brad Binder Sambut Darryn Binder di MotoGP: Kalau Kau Mengalahkanku, Pergi dari Rumahku!
- Jack Miller Dukung Darryn Binder ke MotoGP: Dia Lebih Berpengalaman daripada Saya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi-Casey Stoner Saling Puji, Sama-Sama Bangga Pernah Jadi Rival di MotoGP
Otomotif 22 Oktober 2021, 14:25
-
Jorge Lorenzo: Saya Hanya Bisa Kenang Momen-Momen Indah dengan Valentino Rossi
Otomotif 22 Oktober 2021, 12:27
-
Valentino Rossi Pensiun, MotoGP Batal Turunkan 4 Pasangan Kakak-Adik pada 2022
Otomotif 22 Oktober 2021, 09:24
-
Valentino Rossi Emosional Jelang Balapan Terakhirnya di Rumah Sendiri
Otomotif 21 Oktober 2021, 10:37
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR