Bola.net - Eks pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo, meyakini bahwa motor Yamaha YZR-M1 tetap merupakan motor yang kompetitif. Namun, ia juga menyatakan bahwa sejak ia hengkang pada akhir 2016, kekuatan motor itu tak pernah 'komplet' tanpa masukannya. Hal ini ia sampaikan via Sky Sport pada Selasa (27/1/2021).
Sebelum Lorenzo datang, Yamaha memang kompetitif di bawah arahan Valentino Rossi. Namun, sejak Lorenzo bergabung pada 2008, M1 jadi motor yang lebih 'ramah' pada berbagai jenis gaya balap, bahkan bagi rider tim satelit. Nyaris seluruh rider Yamaha naik podium saat Lorenzo dan Rossi kompak menuntun pengembangan M1.
Namun, sejak Lorenzo hengkang pada akhir 2016, Yamaha tak lagi begitu garang di tangan Rossi dan Maverick Vinales. Lorenzo sempat dijadikan test rider sepanjang 2020, namun jarang uji coba akibat Covid-19. M1 pun masih mampu meraih 12 podium dan tujuh kemenangan dari empat rider berbeda, tapi performanya tak konsisten.
Berjasa Bikin M1 Lebih Ramah pada Pembalap

Lorenzo pun tampaknya masih yakin bahwa keputusan Yamaha tak menurunkannya dalam banyak uji coba, dan bahkan mendepaknya pada akhir tahun lalu, adalah keputusan yang salah. Ia yakin, andai ia dipertahankan, ia bisa memberikan masukan berharga karena ia dikenal sebagai rider penjinak M1 terandal.
"Saya merupakan pembalap yang sangat sensitif sejak saya masih anak-anak, karena ayah saya memaksa saya mengendarai begitu banyak motor, hingga saya juga mampu beradaptasi dengan cepat dalam waktu singkat dan cepat memahami apa yang bekerja dengan baik dan apa yang tidak. Saya selalu punya kemampuan ini," ujarnya.
"Yamaha telah bergantung pada saya selama beberapa tahun terakhir saat saya masih membela mereka. Kami menempuh jalan yang sangat baik dengan membuat motor mereka mudah dikendarai dan lebih intuitif. Saat saya pindah ke Ducati, rider lain mengambil alih arah evolusi Yamaha," ungkap lima kali juara dunia ini.
Mungkin Lebih Baik, Tapi Tidak 'Komplet'
M1 terakhir yang dipakai balapan Lorenzo adalah versi 2016, dan ia sempat menjalani beberapa lap dengan M1 versi 2019 di Sepang pada awal 2020, dan merasa filosofi dan karakter motornya tak banyak berubah. Sayangnya, ia tak sempat menjajal M1 versi 2020. Alhasil, ia tak bisa melakukan perbandingan nyata.
Melihat jumlah podium yang diraih Yamaha sepanjang tahun lalu pun membuat Lorenzo yakin M1 2020 pasti punya performa yang lebih baik dari M1 2016. Namun, melihat performa para rider pabrikan Garpu Tala yang kurang konsisten, ia yakin M1 2020 juga bukan motor 'komplet' seperti Suzuki, Ducati, dan bahkan KTM.
"Dari luar, saya tak bisa mengatakan apakah M1 2020 superior atau inferior dibanding M1 2016. Secara teori, mereka harusnya lebih baik, karena empat tahun sudah berlalu dan pasti motor itu sudah berkembang. Tapi di antara semua motor MotoGP, saya rasa Yamaha bukan motor yang 'komplet', tak seperti saat saya masih membela mereka," tutupnya.
Sumber: Sky Sport
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
- Jorge Lorenzo Kaget Valentino Rossi Pindah ke Petronas Yamaha SRT
- 3 Kali Setim, Miguel Oliveira-Brad Binder Bentuk 'Dream Team' KTM di MotoGP 2021
- Kini Gandeng Alex Marquez, LCR Honda Merasa Dapat Angin Segar
- LCR: Marc Marquez Absen, Honda Bagai Kehilangan 'Maradona'
- Kocak, Loris Capirossi Kenang Iklan Jadul Aprilia Bareng Valentino Rossi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Lorenzo Ungkap Opsi Masa Depan di MotoGP, Jadi Komentator atau Manajer
Otomotif 27 Januari 2021, 11:10
-
Jorge Lorenzo: Ngapain Cekcok? Andrea Dovizioso-Ducati Harusnya Justru Bangga
Otomotif 27 Januari 2021, 10:23
-
Jorge Lorenzo: Tanpa Saya, Yamaha Bukan Motor 'Komplet'
Otomotif 27 Januari 2021, 09:53
-
Jorge Lorenzo Kaget Valentino Rossi Pindah ke Petronas Yamaha SRT
Otomotif 27 Januari 2021, 09:06
-
Davide Brivio Sebut Suzuki Nyaris Gaet Jorge Lorenzo Sebelum Pilih Joan Mir
Otomotif 26 Januari 2021, 11:41
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR