
Bola.net - Jorge Martin boleh jadi sengit memperebutkan gelar dunia dengan Pecco Bagnaia di MotoGP dalam dua musim terakhir. Rivalitas mereka pun sering jadi topik perbincangan panas. Namun, ternyata Bagnaia bukanlah rival tersengit yang pernah dihadapi Martin, melainkan juara dunia Moto3 2017 dan MotoGP 2020, Joan Mir.
Rivalitas antara Martin dan Mir dimulai pada saat keduanya bersaing di Red Bull Rookies Cup pada 2013 dan 2014. Ini adalah ajang balapan junior yang menjadi batu loncatan bagi banyak pembalap muda untuk menapaki karier di dunia MotoGP. Pada awalnya, hubungan antara kedua pembalap ini sangat baik.
Mereka bahkan bisa dikatakan sebagai teman yang sangat dekat. Namun, seiring meningkatnya persaingan di lintasan, hubungan mereka berubah drastis. Dalam kejuaraan yang penuh tekanan tersebut, mereka tidak hanya bersaing untuk meraih kemenangan, tetapi juga mempertahankan tempat mereka di dunia balap motor profesional.
Dari Berteman, Jadi Musuhan

Menurut Martin, persahabatannya dengan Mir berubah ketika mereka mulai bersaing lebih intens. Saat itu, Martin merasakan tekanan luar biasa demi bisa melanjutkan karier. Rivalitas dengan Mir jadi sangat personal bagi Martin, dan ini memengaruhi hubungan keduanya. Mereka tidak lagi menjadi teman dekat, tetapi menjadi rival sengit.
"Saya bisa bilang rival terberat saya adalah Joan Mir. Kala itu kami ada di Rookies Cup, momen krusial bagi karier saya dan di sana banyak rivalitas. Kami tadinya berteman sangat baik, dan kemudian kami sama sekali bukan teman," curhat Martin kepada DAZN seperti yang dikutip Diario AS, Rabu (4/9/2024).
"Itu adalah masa di mana saya tak hanya memperebutkan kemenangan, melainkan juga demi tetap bisa balapan. Jadi, saya bisa bilang bahwa saat itulah saya menganggap rivalitas ini secara personal," ungkap juara dunia Moto3 2018 dan runner up MotoGP 2023 ini.
Pecco Bagnaia Rekan Setim Terbaik Jorge Martin

Di sisi lain, Martin punya hubungan berbeda dengan Bagnaia. Martin menganggap Bagnaia sebagai rekan setim terbaik yang pernah ia miliki, tepatnya di Aspar Mahinda Moto3 pada 2015-2016. Mereka tak hanya bekerja sama sebagai tandem, tetapi juga hidup bersama selama dua tahun, yang mempererat hubungan mereka.
Bagnaia, yang lebih dulu berpengalaman di Moto3, sering memberikan bantuan dan bimbingan kepada Martin. "Rekan setim terbaik saya adalah Pecco. Itu sudah jelas, tetapi tak hanya karena kami setim selama dua tahun dan hidup bersama, tetapi juga karena ia mencoba membantu saya," kisah 'Martinator.
"Saya merasa ia mencoba membantu saya dengan beberapa cara, itulah alasan ia tandem terbaik saya. Sudah jelas hubungan kami telah berubah, tapi kami sangat saling menghormati, punya hubungan baik, meski tak lagi jadi teman karena kami tak berteman sehari-sehari. Menyenangkan punya hubungan baik," tutup Martin.
Sumber: Diario AS
Baca Juga:
- Bos Pramac Peringatkan Jorge Martin Soal Ancaman Marc Marquez: Dia Juga Masih Bisa Jadi Juara!
- Bantu Marc Marquez Menang, Gresini Racing: Meski Cuma Semusim Kerja Bareng, Kami Tetap Senang Banget!
- Usai 28 Tahun, Valentino Rossi Akhirnya Ngaku Salah Soal Rivalitasnya dengan Max Biaggi
- Daftar Pembalap WorldSBK 2025: Alvaro Bautista Tetap Bela Aruba.it Ducati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yamaha Resmi Gaet Miguel Oliveira, Dilibatkan Proyek Pramac di MotoGP 2025 dan 2026
Otomotif 5 September 2024, 18:29
-
Jorge Martin: Joan Mir Rival Terberat Saya, Pecco Bagnaia Justru Teman Setim Terbaik!
Otomotif 5 September 2024, 16:13
-
Klasemen Sementara MotoGP 2024 Usai Seri Aragon, Spanyol
Otomotif 1 September 2024, 19:59
-
Hasil Sesi Pemanasan MotoGP Aragon 2024: Jorge Martin dan Jack Miller Tercepat di Trek Basah
Otomotif 1 September 2024, 14:53
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR