
Bola.net - KTM memberikan kritik tajam kepada Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP, yang bakal menggelar 21 seri pada 2023. Ini adalah jumlah seri terbanyak dalam sejarah Grand Prix, dan KTM meyakini bahwa seharusnya MotoGP sudah ideal jika sekadar menggelar 18 seri per musim.
Dorna pun punya alasan di balik misi menggelar 21 seri per musim ini. Menurut sang CEO, Carmelo Ezpeleta, citra MotoGP tidaklah baik jika menjalani liburan musim dingin dan panas terlalu lama. Namun, terlalu banyak Grand Prix juga bisa memberatkan fisik dan mental para peserta MotoGP sendiri.
Baik para pembalap, mekanik, teknisi, maupun para bos tim, tentu menginginkan masa rehat yang layak setelah menjalani pekan balap, terutama bagi yang sudah berkeluarga. Tak hanya itu, makin banyak balapan, maka makin sempit pula rentang waktu pulih bagi para pembalap yang mengalami cedera.
18 Seri Sudah Maksimal
CEO KTM, Stefan Pierer. (c) KTM
CEO KTM, Stefan Pierer, bahkan sudah menyuarakan kegundahannya ini langsung kepada Dorna. "Saya menjelaskan kepada bos Dorna, Carmelo Ezpeleta, di GP Valencia, bahwa kami sebagai pabrikan ingin mendapatkan maksimal 18 Grand Prix," ujarnya via Speedweek, Minggu (4/12/2022).
CSO KTM, Hubert Trunkenpolz, bahkan lebih blak-blakan menyatakan rasa tak senangnya. Musim depan, Sirkuit Aragon dihapuskan dari kalender balap MotoGP karena terkena rotasi trek-trek di Semenanjung Iberia. Namun, Spanyol masih memiliki tiga sirkuit lain, yakni Jerez, Barcelona-Catalunya, dan Valencia.
Trunkenpolz juga menyatakan tak seharusnya MotoGP menggelar terlalu banyak seri di Asia, yang bikin para fans Eropa harus begadang untuk menonton balapan. Meski negara-negara Asia merupakan salah satu pasar motor terbesar di dunia, Trunkenpolz yakin harusnya MotoGP lebih sering ke Amerika Selatan.
Kritik Keputusan ke Kazakhstan, Senang ke India

"Kami tak butuh tiga Grand Prix di Spanyol dan kami rasa empat seri di Asia berlebihan. Seharusnya hanya ada satu seri MotoGP di tiap negara. Juga seharusnya tak ada dua di Italia. Kami lebih memilih tiga Grand Prix di Amerika Selatan, karena balapan di Eropa bisa disiarkan pada prime time malam hari," ujar Trunkenpolz.
Pria asal Austria ini juga mengkritik keputusan Dorna menggelar balapan di Sirkuit Sokol, Kazakhstan, yang bakal menggelar MotoGP untuk pertama kalinya pada 2023 nanti. Pasalnya, Kazakhstan memiliki fanbase MotoGP yang cukup kecil.
"Musim balap dengan 18 seri bakal ideal, dan 20 adalah jumlah yang benar-benar maksimal. Kazakhstan juga benar-benar tak masuk akal bagi kami. Di lain sisi, India, adalah pasar motor terbesar. Jadi, setidaknya India masih layak dipertimbangkan," pungkas Trunkenpolz.
Jadwal Lengkap MotoGP 2023

Jadwal tes pramusim MotoGP 2023:
- 5-7 Februari 2023: Sepang, Malaysia (shakedown)
- 10-12 Februari 2023: Sepang, Malaysia
- 11-12 Maret 2023: Algarve, Portimao, Portugal
Jadwal balap MotoGP 2023:
- 26 Maret: Portugal - Algarve, Portimao
- 2 April: Argentina - Termas de Rio Hondo
- 16 April: Amerika Serikat - Circuit of The Americas
- 30 April: Spanyol - Jerez
- 14 Mei: Prancis - Le Mans
- 11 Juni: Italia - Mugello
- 18 Juni: Jerman - Sachsenring
- 25 Juni: Belanda - Assen
- 9 Juli: Kazakhstan - Sokol (subyek homologasi)
- 6 Agustus: Inggris - Silverstone
- 20 Agustus: Austria - Red Bull Ring
- 3 September: Catalunya - Barcelona-Catalunya
- 10 September: San Marino - Misano
- 24 September: India - Buddh (subyek homologasi)
- 1 Oktober: Jepang - Motegi
- 16 Oktober: Indonesia - Mandalika
- 22 Oktober: Australia - Phillip Island
- 29 Oktober: Thailand - Buriram
- 12 November: Malaysia - Sepang
- 19 November: Qatar - Lusail (malam hari)
- 16 November: Valencia - Ricardo Tormo
Sumber: Speedweek
Baca juga:
- Yamaha Krisis Tim Satelit di MotoGP, Ini 2 Skuad yang Berpotensi Merapat
- Yamaha Mulai Cari Tim Satelit Baru di MotoGP, Ogah Punya Lebih dari 4 Rider
- Tim Valentino Rossi Bantah ke Yamaha di MotoGP 2024, Teguh Hormati Kontrak Ducati
- Prestasi Langka, 5 Pembalap MotoGP yang Pernah Juara dengan 2 Motor Berbeda
- Jorge Lorenzo: Mir, Quartararo, dan Bagnaia Gampang Jadi Juara Karena Marquez Cedera
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
KTM Kecam MotoGP: 21 Seri per Musim Kebanyakan, Buat Apa ke Kazakhstan?
Otomotif 7 Desember 2022, 16:19
-
Yamaha Krisis Tim Satelit di MotoGP, Ini 2 Skuad yang Berpotensi Merapat
Otomotif 7 Desember 2022, 15:33
-
Yamaha Mulai Cari Tim Satelit Baru di MotoGP, Ogah Punya Lebih dari 4 Rider
Otomotif 7 Desember 2022, 15:04
-
Tim Valentino Rossi Bantah ke Yamaha di MotoGP 2024, Teguh Hormati Kontrak Ducati
Otomotif 7 Desember 2022, 14:01
-
Prestasi Langka, 5 Pembalap MotoGP yang Pernah Juara dengan 2 Motor Berbeda
Otomotif 7 Desember 2022, 12:18
LATEST UPDATE
-
Sejarah Baru, Como Lolos Liga Champions untuk Pertama Kali!
Liga Italia 25 Mei 2026, 05:13
-
Kata-kata Allegri Setelah AC Milan Gagal Lolos Liga Champions
Liga Italia 25 Mei 2026, 05:09
-
AC Milan dan Juventus Gagal Lolos ke Liga Champions Musim Depan
Liga Italia 25 Mei 2026, 05:03
-
Man of the Match Torino vs Juventus: Dusan Vlahovic
Liga Italia 25 Mei 2026, 05:01
-
Rekap La Liga 2025/2026: Juara, Wakil Eropa, Degradasi dan Promosi
Liga Spanyol 25 Mei 2026, 05:00
-
Tangis Mohamed Salah
Liga Inggris 25 Mei 2026, 04:47
-
Janji Perubahan dari Arne Slot untuk Liverpool Musim Depan
Liga Inggris 25 Mei 2026, 04:28
-
Man of the Match Milan vs Cagliari: Gennaro Borrelli
Liga Italia 25 Mei 2026, 04:23
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR