
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, menyatakan pihaknya sudah mulai bergerilya mencari calon tim satelit baru untuk MotoGP 2024. Meski begitu, Jarvis masih bungkam soal tim independen mana yang sedang ia buru. Pasalnya, kebanyakan dari mereka masih terikat kontrak dengan pabrikan masing-masing.
Seperti yang diketahui, Yamaha hanya akan menurunkan dua pembalap di MotoGP 2023, yakni lewat Monster Energy Yamaha, yang menaungi Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Untuk pertama kalinya, Yamaha takkan memiliki tim satelit, karena mereka ditinggalkan oleh RNF Racing yang pindah ke Aprilia Racing.
Memiliki dua rider pembalap saja bukan situasi ideal bagi Yamaha. Pasalnya, proses pengembangan motor tentu menjadi berat. Data-data yang mereka kumpulkan hanya bisa mereka dapatkan dari Quartararo, Morbidelli, dan sang test rider, Cal Crutchlow. Atas alasan ini, Jarvis sangat ingin mendapatkan tim satelit baru pada 2024.
Ducati Punya Keuntungan Lebih Besar

"Kami sudah mulai mencari tim satelit baru. Kami punya niatan untuk kembali (dengan tim satelit) sesegera mungkin. Tahun depan, jelas tidak menguntungkan hanya punya dua motor!" ungkap Jarvis kepada Crash.net pada Selasa (6/12/2022).
Jumlah rider Yamaha ini juga sangat timpang dengan jumlah rider yang dimiliki Ducati, sang juara dunia bertahan. Pabrikan Italia itu memiliki delapan pembalap, yang semuanya sangat kompetitif. Punya banyak rider yang cepat pun bikin Ducati punya banyak sumber perbandingan, sehingga motor mereka makin garang.
"Tentu Ducati punya banyak data. Mereka tak hanya punya delapan motor, melainkan juga 5-6 rider yang sangat cepat. Dengan semua data itu, mereka bisa menjajal semua ban (di sesi latihan), bisa mempertimbangkan segalanya, lalu mengevaluasinya. Sudah jelas, bagi mereka, ini sebuah keuntungan," ujar Jarvis.
Punya Terlalu Banyak Pembalap Bisa Jadi Beban

Di lain sisi, pria asal Inggris ini menegaskan bahwa pihaknya takkan mau mengikuti jejak Ducati untuk menurunkan banyak pembalap di MotoGP. Masih berpegang teguh pada prinsip mereka, Yamaha tetap hanya ingin menurunkan paling banyak empat pembalap, yang terbagi di tim pabrikan dan tim satelit.
"Kami tak mau punya delapan motor, karena itu bakal jadi beban. Sebuah keuntungan, tapi juga beban untuk terus mendukung delapan motor. Jadi, evaluasi kami adalah empat motor itu jumlah optimal, dan sungguh sayang kami takkan punya empat rider musim depan. Namun, semoga kami bisa kembali sesegera mungkin," tutupnya.
Belum diketahui tim independen mana yang akan bersedia jadi tim satelit Yamaha. Tak dimungkiri bahwa mereka punya potensi bekerja dengan Mooney VR46 Racing Team, mengingat Valentino Rossi adalah ikon mereka. Namun, skuad ini masih terikat kontrak dengan Ducati sampai akhir 2024 mendatang.
Sumber: Crashnet
Baca juga:
- Tim Valentino Rossi Bantah ke Yamaha di MotoGP 2024, Teguh Hormati Kontrak Ducati
- Prestasi Langka, 5 Pembalap MotoGP yang Pernah Juara dengan 2 Motor Berbeda
- Jorge Lorenzo: Mir, Quartararo, dan Bagnaia Gampang Jadi Juara Karena Marquez Cedera
- Jadi 'Pabrikan Baru' di MotoGP 2023, Mengapa GASGAS Tak Dapat Hak Konsesi?
- 8 Fakta Unik di Balik Skuad Baru Repsol Honda MotoGP 2023: Kawinkan 10 Gelar Dunia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yamaha Krisis Tim Satelit di MotoGP, Ini 2 Skuad yang Berpotensi Merapat
Otomotif 7 Desember 2022, 15:33
-
Yamaha Mulai Cari Tim Satelit Baru di MotoGP, Ogah Punya Lebih dari 4 Rider
Otomotif 7 Desember 2022, 15:04
-
Tim Valentino Rossi Bantah ke Yamaha di MotoGP 2024, Teguh Hormati Kontrak Ducati
Otomotif 7 Desember 2022, 14:01
-
Presiden FIM: Tim Valentino Rossi Pindah ke Yamaha di MotoGP 2024
Otomotif 4 Desember 2022, 18:05
-
Hasil Race 2 WorldSSP Mandalika: Red Flag, Dominique Aegerter Sabet Kemenangan
Otomotif 13 November 2022, 11:36
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR