
Bola.net - - Jorge Lorenzo menyatakan bahwa membela Repsol Honda dan bertandem dengan Marc Marquez di MotoGP 2019 mengingatkannya pada masa-masa dirinya bertandem dengan Valentino Rossi di Fiat Yamaha pada 2008 silam. Hal ini ia sampaikan dalam acara peluncuran tim di Madrid, Spanyol pada Rabu (23/1).
Kala itu, Lorenzo masih berusia 20 tahun, dan harus bertandem dengan Rossi yang saat itu merupakan tujuh kali juara dunia. Menurut Por Fuera, sensasi bertandem dengan Rossi dan Marquez, sungguh berbeda dengan saat ia bertandem dengan Ben Spies (Yamaha, 2011-2012) dan Andrea Dovizioso (Ducati, 2016-2017).
Kini, rider 31 tahun tersebut akan menjalani musim perdananya di Repsol Honda, bertandem dengan Marquez, yang juga sedang haus-hausnya menjadi rider terbaik. Selama enam tahun terakhir, rider 25 tahun tersebut bahkan sukses merebut lima gelar dunia di kelas tertinggi bersama pabrikan Sayap Tunggal.
"Saya pernah setim dengan Vale, Ben, Dovi dan kini Marc. Situasi ini mirip debut saya pada 2008. Saat itu Vale berada di puncak kariernya. Ia tak juara pada 2006 dan 2007, tapi ia tetap ikut memperebutkan gelar dan sangat mengenal Yamaha. Jadi kurang lebih situasinya mirip dengan sekarang. Saya datang ke tim baru, bertandem dengan Marc, rider yang sangat kuat, seorang juara dunia yang tahu banyak soal Honda," ujarnya.
Merendah, Bakal Belajar dari Marquez
Situasi ini juga membuat Lorenzo menghadapi musim 2019 dengan sikap yang sama seperti 2008. Ia mengaku sangat bangga bisa bergabung dengan Repsol Honda, salah satu tim prestisius di MotoGP, namun yakin sikap merendah sangat dibutuhkan. Ia mengakui bahwa proses adaptasi dari Ducati ke Honda takkan berjalan mulus.
"Proses adaptasi di MotoGP masa kini sangat sulit, karena motornya sangat rumit, seperti yang saya temui di Ducati. Jadi ganti motor bukan perkara simpel. Meski begitu, adaptasi saya dengan Honda, meski kala itu saya tidak fit, berjalan cukup baik di Valencia dan Jerez," ungkapnya.
Lorenzo juga mengaku dirinya harus banyak belajar dari Marquez, yang akan menjalani tahun ketujuhnya di Honda. "Jelas Marc punya keunggulan. Ia adalah rider fenomenal, dan saya harus banyak belajar darinya. Jadi saya datang ke tim dengan perasaan gembira dan bangga, tapi juga dengan sikap merendah untuk mau mencoba memahami segalanya dan meraih hasil baik," pungkas Por Fuera.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo: Jadi Tandem Marquez, Bagai Setim Lagi dengan Rossi
Otomotif 24 Januari 2019, 13:55
-
Bos Ducati: Dovizioso Komplet, Marquez-Rossi Mirip
Otomotif 23 Januari 2019, 10:45
-
Kouiji Tsuya Undur Diri dari Proyek Yamaha MotoGP
Otomotif 23 Januari 2019, 10:15
-
'Gelar Dunia Ke-10 Valentino Rossi Tergantung Yamaha'
Otomotif 18 Januari 2019, 11:15
-
Al-Attiyah: Valentino Rossi Ikut Reli Dakar 2020 Bareng Toyota
Otomotif 16 Januari 2019, 14:45
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR