Bola.net - Pebalap Movistar Yamaha MotoGP sekaligus juara dunia 2015, Jorge Lorenzo menyerang balik eks sponsornya, yakni perusahaan jam tangan asal Italia, Sector No Limits yang merasa dirugikan oleh kontroversi perebutan gelar dunia antara dirinya dengan Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Setelah terjadi "Sepang Clash" antara Rossi dan Marquez, Sector No Limits mempublikasi sebuah rilisan di sela MotoGP Valencia, Spanyol yang menyatakan bahwa mereka tak akan memperpanjang kontrak Lorenzo dengan dalih nilai-nilai sportivitas MotoGP tak lagi mewakili perusahaan tersebut.
"Sector No Limits selalu menjadi ekspresi nilai-nilai sportivitas, tantangan dan kompetisi dan integritas yang sehat. Nilai-nilai ini tidak bertepatan dengan peristiwa yang terjadi pada beberapa pekan terakhir di Kejuaraan Dunia MotoGP," demikian potongan pernyataan resmi Sector No Limits.
Jorge Lorenzo (c) AFP
Menurut Motorsport, Lorenzo meyakini Sector No Limits berusaha memanfaatkan situasi tegang tersebut demi popularitas. Manajemen Por Fuera pun baru-baru ini meluncurkan rilisan untuk mengklarifikasi bahwa sejak awal Sector No Limits dan Lorenzo memang tak berniat memperpanjang kontrak setelah tiga tahun kerjasama.
Pernyataan resmi tim manajemen Jorge Lorenzo:
"Berkaitan dengan rilisan yang diluncurkan Sector pada 5 November yang menyatakan mengakhiri kerjsama dengan Jorge Lorenzo karena nilai sportivitas, integritas dan kompetisi yang sehat tidak dihormati, kami ingin mengklarifikasi bahwa:
Pada September 2015, telah disepakati secara lisan dan tulisan bahwa, setelah tiga tahun, Sector tak akan memperpanjang kerjasama untuk tahun selanjutnya, dan mereka sudah diberitahu bahwa perusahaan smartphone asal Tiongkok, Zopo akan menjadi penggantinya, tanpa rasa keberatan apapun.
Kami belum mengumumkan kesepakatan dengan Zopo di manapun demi menghormati Sector yang telah mendukung kami selama tiga tahun. Sector tidak pernah menginformasikan satupun dari anggota tim manajemen Jorge Lorenzo bahwa mereka akan meluncurkan rilisan di sela MotoGP Valencia.
Kami sangat menyayangkan usaha apapun atas popularitas, oportunisme atau manipulasi dari perusahaan ini, yang mencoba memanfaatkan situasi dalam beberapa pekan terakhir untuk melawan olahraga dan pebalap kami dalam seri penentu."
(kpl/kny)
Setelah terjadi "Sepang Clash" antara Rossi dan Marquez, Sector No Limits mempublikasi sebuah rilisan di sela MotoGP Valencia, Spanyol yang menyatakan bahwa mereka tak akan memperpanjang kontrak Lorenzo dengan dalih nilai-nilai sportivitas MotoGP tak lagi mewakili perusahaan tersebut.
"Sector No Limits selalu menjadi ekspresi nilai-nilai sportivitas, tantangan dan kompetisi dan integritas yang sehat. Nilai-nilai ini tidak bertepatan dengan peristiwa yang terjadi pada beberapa pekan terakhir di Kejuaraan Dunia MotoGP," demikian potongan pernyataan resmi Sector No Limits.
Jorge Lorenzo (c) AFPMenurut Motorsport, Lorenzo meyakini Sector No Limits berusaha memanfaatkan situasi tegang tersebut demi popularitas. Manajemen Por Fuera pun baru-baru ini meluncurkan rilisan untuk mengklarifikasi bahwa sejak awal Sector No Limits dan Lorenzo memang tak berniat memperpanjang kontrak setelah tiga tahun kerjasama.
Pernyataan resmi tim manajemen Jorge Lorenzo:
"Berkaitan dengan rilisan yang diluncurkan Sector pada 5 November yang menyatakan mengakhiri kerjsama dengan Jorge Lorenzo karena nilai sportivitas, integritas dan kompetisi yang sehat tidak dihormati, kami ingin mengklarifikasi bahwa:
Pada September 2015, telah disepakati secara lisan dan tulisan bahwa, setelah tiga tahun, Sector tak akan memperpanjang kerjasama untuk tahun selanjutnya, dan mereka sudah diberitahu bahwa perusahaan smartphone asal Tiongkok, Zopo akan menjadi penggantinya, tanpa rasa keberatan apapun.
Kami belum mengumumkan kesepakatan dengan Zopo di manapun demi menghormati Sector yang telah mendukung kami selama tiga tahun. Sector tidak pernah menginformasikan satupun dari anggota tim manajemen Jorge Lorenzo bahwa mereka akan meluncurkan rilisan di sela MotoGP Valencia.
Kami sangat menyayangkan usaha apapun atas popularitas, oportunisme atau manipulasi dari perusahaan ini, yang mencoba memanfaatkan situasi dalam beberapa pekan terakhir untuk melawan olahraga dan pebalap kami dalam seri penentu."
(kpl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tonton Betapa Sulitnya Marc Marquez Kejar Brad Baker!
Otomotif 22 Desember 2015, 15:00
-
Stefan Bradl: Nicky Hayden Aset Berharga World SBK
Otomotif 22 Desember 2015, 14:00
-
Finlandia Siap, Indonesia Tetap Ngebut Demi MotoGP 2017
Otomotif 22 Desember 2015, 13:00
-
Pemerintah Bantah Kabar Batalnya Moto GP 2017 di Indonesia
Otomotif 22 Desember 2015, 12:16
-
Lorenzo Serang Balik Eks Sponsor Soal Kontroversi MotoGP 2015
Otomotif 22 Desember 2015, 12:00
LATEST UPDATE
-
Breaking News! Persija Resmi Berpisah dengan Mauricio Souza
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 21:10
-
Prediksi Crystal Palace vs Rayo 28 Mei 2026
Liga Eropa UEFA 26 Mei 2026, 20:25
-
Ternyata, Ini Cara Michael Carrick Bikin MU Kembali Garang!
Liga Inggris 26 Mei 2026, 19:10
-
Arsenal Juara, David Raya Jadi Pahlawan dalam Senyap
Liga Inggris 26 Mei 2026, 18:18
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00


























KOMENTAR