Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge

Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Pertandingan sengit antara Inter vs Bodo/Glimt di Stadio Giuseppe Meazza berakhir dengan hasil mengejutkan bagi pendukung tuan rumah. Laga leg kedua play-off Liga Champions tersebut ditutup dengan skor tipis 1-2.

Hasil ini membuat Inter Milan resmi tersingkir dengan agregat telak 2-5. Kegagalan ini menjadi luka mendalam karena mereka tidak mampu memanfaatkan status sebagai tim kandang untuk membalikkan keadaan.

Sebaliknya, Bodo/Glimt berhasil mengukir sejarah baru di kompetisi paling bergengsi ini. Klub asal Norwegia tersebut memastikan diri melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub berdiri.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 1 halaman

Sihir Jens Petter Hauge di San Siro

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Jens Petter Hauge tampil sebagai pahlawan kemenangan tim tamu lewat kontribusi gol dan assist yang sangat krusial. Mantan pemain AC Milan tersebut menunjukkan performa luar biasa dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan melalui kecepatan lari yang ia miliki.

Tim Pengamat Teknis UEFA secara resmi menobatkan Hauge sebagai pemain terbaik atau Man of the Match dalam laga tersebut. Mereka menilai sang pemain merupakan ancaman nyata dalam skema serangan balik sepanjang pertandingan berlangsung.

"Dia merupakan ancaman dalam serangan balik sepanjang pertandingan dan mengambil kesempatan untuk tim ketika peluang itu datang," ungkap Tim Pengamat Teknis UEFA. Visi permainannya dalam masa transisi membantu mengunci kemenangan lewat sebuah umpan matang untuk melangkah ke fase berikutnya.

Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi Hauge karena ia kembali ke stadion yang pernah menjadi rumahnya saat berkarier di Italia. Ia membuktikan kualitasnya di hadapan publik Milan meskipun kini mengenakan seragam yang berbeda.

Inter Milan sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol dari bek andalan mereka, Alessandro Bastoni. Akan tetapi, upaya tersebut tidak cukup untuk membendung kekuatan tim tamu yang tampil sangat disiplin menjaga area pertahanan.

Strategi serangan balik yang diterapkan Bodo/Glimt terbukti sangat efektif dalam membungkam ambisi sang raksasa Italia. Inter harus mengakui keunggulan lawan yang tampil lebih efektif di depan gawang.

Duel Inter vs Bodo/Glimt ini menjadi bukti bahwa nama besar bukan jaminan kemenangan di panggung tertinggi Eropa. Laga ini akan terus dikenang sebagai malam penuh keajaiban bagi klub dari wilayah utara Norwegia tersebut.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL