Marini, yang menjalani debut Grand Prix pada 2016 bersama Forward Racing, mengalami kesulitan selama dua musim. Titik terang pun mulai terlihat sejak ia pindah ke VR46 awal tahun ini, meski ia sempat dua kali mengalami dislokasi bahu kiri akibat kecelakaan saat latihan flat track di Tavullia, Italia.
Dalam pekan balap di Assen, Belanda, Marini untuk pertama kalinya start dari barisan terdepan, yakni dari posisi ketiga, meski fisiknya yang belum bugar membuatnya harus puas finis kedelapan. Di Sachsenring, ia pun menjalani pekan balap yang lebih baik. (gpo/dhy)
Tak Sekadar 'Adik Rossi'

Pembalap berusia 20 tahun ini, mencatat waktu tercepat kedua pada sesi kualifikasi, dan menjalani start dengan baik saat balapan. Ia memimpin empat lap pertama, sebelum menyerah kepada Brad Binder (Red Bull KTM Ajo) dan Joan Mir (Estrella Galicia 0,0 Marc VDS).
"Sebelumnya, saya merasakan keberadaan Vale di mana-mana. Mungkin di tahun pertama dan kedua, tapi tahun ini saya tak terlalu tertekan. Orang-orang di paddock memberi selamat kepada saya. Mereka bilang saya punya peluang menang dan saya punya ritme balap terbaik," ujarnya kepada GPOne.
Tetap Membumi

Marini pun ingin tetap menapakkan kaki ke tanah, dan ingin tetap fokus meraih target yang lebih tinggi. "Secara umum, saya tak terlalu peduli apa kata orang soal hasil saya. Pada akhirnya, kerja keras akan selalu terbayarkan. Ini sebuah kepuasan tinggi," ungkap rider yang akrab disapa Maro ini.
"Pada suatu titik saya pikir saya bisa menang, saya merasa paling cepat, tapi jujur saja finis ketiga pun sudah cukup. Saya memang ingin menang, dan menang sebanyak mungkin, tapi Anda harus memulai langkah pertama, yakni naik podium. Semua berjalan sesuai rencana, disertai keberuntungan. Saya tetap menjalani balapan dengan baik," pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luca Marini: Tadinya Saya Hanya 'Adik Valentino Rossi'
Otomotif 18 Juli 2018, 14:30
-
Monster Resmi Jadi Sponsor Utama Yamaha MotoGP 2019
Otomotif 17 Juli 2018, 15:53
-
Marquez: Baikan dengan Rossi? Keputusan Tak di Tangan Saya
Otomotif 17 Juli 2018, 14:25
-
Valentino Rossi: Saya Harus Berpikir 10 Tahun Lebih Muda!
Otomotif 17 Juli 2018, 13:10
-
Rossi Berkuasa, Yamaha Ogah Gaet Alex Marquez?
Otomotif 17 Juli 2018, 12:15
LATEST UPDATE
-
Benjamin Sesko Menggila di MU, Michael Carrick Disebut Jadi Otaknya!
Liga Inggris 24 Februari 2026, 06:38
-
Lisandro Martinez 'Menghilang' di Laga Everton vs MU, Ada Apa Gerangan?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 05:55
-
Pertahanan Rapat dan Solid, Kunci MU Menang 0-1 di Kandang Everton
Liga Inggris 24 Februari 2026, 05:46
-
Manchester United Kalahkan Everton, Benjamin Sesko: Ini Kemenangan yang Krusial!
Liga Inggris 24 Februari 2026, 05:32
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Benjamin Sesko
Liga Inggris 24 Februari 2026, 05:08
-
Hasil Everton vs Man Utd: Benjamin Sesko Bawa MU Kembali ke Empat Besar!
Liga Inggris 24 Februari 2026, 04:57
-
Mandul Sejak Pergantian Tahun, Apa yang Terjadi dengan Christian Pulisic?
Liga Italia 24 Februari 2026, 03:04
-
Link Nonton Live Streaming Everton vs Man United di Vidio, 24 Februari 2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 01:15
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR