
Bola.net - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menyebut pensiun sempat jadi opsi nyata yang ia pertimbangkan pada Desember 2021, ketika ia dirundung cedera diplopia atau penglihatan ganda untuk kedua kalinya. Hal ini ia akui dalam wawancaranya dengan El Partidazo de COPE seperti yang dikutip MotoGP.com, Rabu (16/2/20222).
Marquez sempat mengalami diplopia mata kanan pada 2011 usai terjatuh keras di Sepang, Malaysia, yang membuatnya gagal merebut gelar dunia Moto2. Kala itu, meski kariernya sempat terancam berakhir lebih awal, saraf keempat pada matanya bisa pulih berkat dioperasi. Ia bahkan bisa tampil kompetitif dan sangat dominan.
Satu dekade kemudian, Marquez kembali dirundung cedera yang sama, dengan diagnosa yang persis. Cedera ini ia dapat usai jatuh dalam latihan enduro di Spanyol akhir Oktober 2021. Dokter memutuskan tak menjalankan operasi dan merawatnya secara 'konservatif', namun Marquez dilarang naik motor selama tiga bulan.
Merasa Terpuruk Selama 2 Musim

Masa pemulihan Marquez sangat berat, ditambah cedera patah tulang lengan kanannya akibat terjatuh di Jerez pada 2020 butuh proses penyembuhan yang sangat panjang. Ia pun menyatakan bahwa sang dokter takjub melihat matanya pulih pada pertengahan Januari lalu, hingga akhirnya ia bisa beraktivitas di atas motor seperti biasa.
"Pada musim 2020/2021, saya benar-benar terpuruk. Dengan penglihatan ganda, saya tak bisa melakukan apa pun, karena saya jadi pusing. Bahkan, dokter saya bilang sungguh sebuah keajaiban penglihatan saya bisa pulih. Secara psikis, situasi saya sangatlah berat, dan aspek balap saya jadi mengalami kemunduran," kisahnya.
Semangat Marquez untuk balapan belumlah sirna, dan ia masih berambisi menambah gelar. Namun, diplopia sempat membuatnya serius mempertimbangkan pensiun dalam usia 28 tahun. "DNA balap saya belum musnah. Ketika kehilangan itu, saya harus mengakhiri karier, dan itu sempat terjadi pada saya pada musim dingin," ujarnya.
Normal untuk Hidup Normal, Tapi Tak Bisa Balapan

Marquez mengakui dokter juga sempat menawarkan opsi gantung helm. "Saya terpikir untuk tak balapan lagi, karena ada opsi nyata hal itu terjadi. Dokter memberi saya semua opsi, dan opsi ketiga adalah, penglihatan saya mungkin bakal oke untuk menjalani kehidupan normal, namun saya takkan bisa melaju 250 km/jam di atas motor," tuturnya.
Namun, kini Marquez sudah pulih dari diplopia, dan tinggal meneruskan proses pemulihan lengannya. Meski begitu, ia belum mau muluk membidik gelar dunia tahun ini. Pasalnya, ia merasa kondisi fisiknya belumlah ideal, dan ia yakin akan mendapatkan perlawanan sengit dari dua besar musim lalu, Fabio Quartararo dan Pecco Bagnaia.
"Saat ini ada 12 motor yang bisa merebut gelar dunia, namun para rider favorit adalah juara dunia dan runner up bertahan, yakni Fabio dan Pecco. Kalau nama Anda bukan Rafael Nadal, Anda tak bisa jadi atlet favorit untuk merebut gelar bergengsi usai cedera selama dua tahun," pungkas sang delapan kali juara dunia tersebut.
Sumber: El Partidazo de COPE, MotoGP
Baca Juga:
- Hasil Tes Pramusim Moto2-Moto3 Jerez: Ai Ogura Berkuasa, Mario Aji Masuk 10 Besar
- Jadwal Balap dan Daftar Pembalap Formula 1 2022, Lewis Hamilton 'Batal' Pensiun
- Franco Morbidelli: Saya Kembali Jadi Rider Top MotoGP? Nantikan Kejutannya
- Santi Hernandez: Kerja Bareng Marc Marquez Artinya Wajib Juarai MotoGP
- Mandalika Ogah 'Nanggung' Perbaiki Aspal: Agar Awet dan Bisa Dipakai Banyak Balapan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Kalau Honda Tak Kompetitif, Nggak Ada Gunanya Terus-terusan Ikut MotoGP'
Otomotif 18 Februari 2022, 16:37
-
Marc Marquez Sempat Serius Pikirkan Pensiun Gara-Gara Cedera Mata
Otomotif 18 Februari 2022, 10:00
-
Santi Hernandez: Kerja Bareng Marc Marquez Artinya Wajib Juarai MotoGP
Otomotif 17 Februari 2022, 14:10
-
Dari Cervera ke Madrid: Marc Marquez Pindah Rumah demi Ditangani Dokter Rafael Nadal
Otomotif 17 Februari 2022, 11:25
-
Ngaku Cinta Indonesia, Marc Marquez Diserbu Netizen +62 Pakai Pantun dan Meme
Otomotif 10 Februari 2022, 12:15
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR