
Bola.net - Marc Marquez memiliki catatan istimewa dalam persaingan perebutan gelar juara MotoGP. Dalam dua kesempatan ketika rival memaksanya bertarung hingga seri terakhir, pembalap Spanyol itu selalu keluar sebagai pemenang.
Rekor tersebut kini menghadapi ujian baru pada MotoGP 2026. Jorge Martin adalah penantang terkuat Marquez dalam perebutan gelar juara. Bahkan, Jorge Martin kini memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin dari Marquez.
Perjalanan Marquez musim ini tidak berjalan mulus. Ia sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen setelah menjalani operasi bahu seusai Grand Prix Prancis.
Namun, Marquez mampu bangkit dengan meraih enam kemenangan Grand Prix. Sebaliknya, Martin baru mengoleksi satu kemenangan, tetapi persaingan gelar masih membuka peluang bagi sang rival untuk memberikan tekanan.
2 Kali Bertarung hingga Seri Terakhir, Marquez Selalu Juara

Pengalaman pertama Marquez menghadapi duel gelar hingga putaran terakhir terjadi pada musim debutnya di MotoGP, 2013. Keunggulan poinnya sempat menyusut setelah ia didiskualifikasi dari Grand Prix Australia akibat kesalahan tim Honda dalam menghitung waktu pergantian motor.
Pergantian motor diwajibkan karena adanya batasan durasi penggunaan ban dalam balapan tersebut. Insiden itu membuka peluang bagi Jorge Lorenzo untuk memangkas jarak dalam persaingan gelar.
Lorenzo kemudian memenangi balapan di Australia dan Jepang sehingga perebutan gelar berlanjut hingga seri penutup di Valencia. Meski mendapat tekanan besar, Marquez akhirnya mampu mengamankan gelar juara dunia pada musim pertamanya di kelas utama.
Empat tahun kemudian, Marquez kembali menghadapi persaingan ketat hingga akhir musim. Pada 2017, ia bersaing dengan Andrea Dovizioso yang memperkuat Ducati dan sekali lagi berhasil mengakhiri musim sebagai juara dunia.
Jorge Martin Hadapi Tantangan Berat pada MotoGP 2026

Martin mengakui pengalaman Marquez menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan melawan pembalap berjuluk The Baby Alien itu begitu sulit. Ia juga menilai kemampuan Marquez meminimalkan kesalahan menjadi keunggulan penting.
"Maksud saya, tentu saja, ini adalah Marc. Saya memiliki pengalaman meraih dua gelar juara , sementara dia memiliki pengalaman meraih sembilan gelar," ucap Jorge Martin dikutip dari Crash.
"Yang jelas, menurut pengamatan saya, Marc lebih jarang melakukan kesalahan. Setiap kali Anda melakukan kesalahan kecil, dia akan langsung memanfaatkan momen itu untuk mengalahkan Anda. Dia selalu ada di sana," sambungnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Marquez Kritik Format Baru MotoGP 2027, Khawatir Pembalap Makin Kelelahan
Otomotif 10 Oktober 2026, 00:12
-
Jadwal Lengkap MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika
Otomotif 9 Oktober 2026, 20:33
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR