
Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, berhasil menjadi pembalap Ducati dengan kemenangan terbanyak di MotoGP usai memenangi Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring pada Minggu (7/7/2024).
Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu kini mengantongi 24 kemenangan, sukses melampaui rekor juara dunia MotoGP 2007, Casey Stoner, yang meraih 23 kemenangan dalam kurun empat musim membela Ducati Team pada 2007-2010.
Bagnaia mendapatkan kemenangannya yang ke-24 ini usai Jorge Martin, yang tadinya memimpin dengan keunggulan besar, terjatuh ketika balapan menyisakan dua lap. Andai tak jatuh, Martin berpotensi meraih kemenangannya yang ke-10 bersama Ducati.
Ada Nama-Nama Besar Ducati yang Tak Pernah Menang

Sementara Bagnaia dan Stoner menempati peringkat pertama dan kedua dalam daftar pembalap Ducati dengan kemenangan terbanyak di MotoGP, Andrea Dovizioso masih menduduki peringkat ketiga dengan koleksi 13 kemenangan.
Martin yang saat ini membela Prima Pramac Racing, duduk di peringkat keempat dengan 9 kemenangan. Loris Capirossi, yang membela Ducati pada 2003-2007, masih duduk di peringkat kelima dengan 7 kemenangan.
Sayangnya, ada nama-nama besar lain yang tak pernah menang ketika membela Ducati, di antaranya Valentino Rossi, Nicky Hayden, Sete Gibernau, dan Marco Melandri. Saat ini, Ducati pun masih menanti kemenangan perdana Marc Marquez di Gresini Racing.
Berikut daftar pembalap Ducati dengan kemenangan terbanyak di MotoGP.
Pembalap Ducati dengan Kemenangan Terbanyak di MotoGP
- Pecco Bagnaia: 24 kemenangan
- Casey Stoner: 23 kemenangan
- Andrea Dovizioso: 13 kemenangan
- Jorge Martin: 9 kemenangan
- Loris Capirossi: 7 kemenangan
- Enea Bastianini: 5 kemenangan
- Jorge Lorenzo: 3 kemenangan
- Jack Miller: 3 kemenangan
- Marco Bezzecchi: 3 kemenangan
- Danilo Petrucci: 2 kemenangan
- Troy Bayliss: 1 kemenangan
- Andrea Iannone: 1 kemenangan
- Fabio di Giannantonio: 1 kemenangan
- Johann Zarco: 1 kemenangan
Baca Juga:
- Fabio di Giannantonio Dekati Kans Bertahan di VR46, Dapat Motor Pabrikan dari Ducati
- Ducati Sadar Marc Marquez Picu 'Perpecahan' di Italia Gara-Gara 'Masa Lalu' dan Gaya Agresifnya
- Pecco Bagnaia Prediksi Duel 'Terhebat' Andai Jorge Martin Tak Jatuh di MotoGP Jerman
- Jorge Martin Soal Blunder Krusial di MotoGP Jerman: Dunia Belum Kiamat!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pemain yang Bisa Bergabung dengan Arsenal di Musim Panas 2024
Editorial 9 Juli 2024, 15:17
-
6 Pemain Top yang Pensiun Tahun 2024: Thiago, Kroos, Siapa Lagi?
Editorial 9 Juli 2024, 14:18
LATEST UPDATE
-
Hasil Tottenham vs Arsenal: The Gunners Pesta Gol di Kandang Spurs
Liga Inggris 23 Februari 2026, 01:49
-
Hasil Atalanta vs Napoli 2-1: La Dea Bangkit, Partenopei Tersentak di Gewiss
Liga Italia 23 Februari 2026, 01:28
-
Man of the Match Barcelona vs Levante: Joao Cancelo
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:52
-
Hasil Barcelona vs Levante: Menang 3-0, Blaugrana Kudeta Puncak
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:24
-
Man of the Match Nottingham vs Liverpool: Alexis Mac Allister
Liga Inggris 22 Februari 2026, 23:47
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Bali United 23 Februari 2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 23:35
-
Hasil Dewa United vs Borneo FC: Alex Martins Cetak 2 Gol
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 22:26
-
Kylian Mbappe Bermain Hanya dengan Kondisi Fisik 70 Persen
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 20:54
-
Surabaya Samator Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 20:23
-
Juventus Amburadul di Bursa Transfer: 3 Musim, Hanya 2 Pemain yang Sukses!
Liga Italia 22 Februari 2026, 20:22
-
Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri
Voli 22 Februari 2026, 20:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR