Pada tahap itu, Lorenzo tengah berada di posisi ketiga dan ban depan lunaknya mulai aus dan terkejar oleh Petrucci. Rider Italia ini pun bertekad menyalip saat Lorenzo melebar di tikungan pertama, namun keduanya justru bersenggolan saat Lorenzo langsung kembali ke garis balap yang tepat.
Senggolan ini membuat keduanya terkejar oleh Maverick Vinales. Petrucci sendiri berhasil menyalip Lorenzo pada Lap 26, namun terpaksa kembali ke posisi empat usai Vinales menyalipnya pada Lap 29. Petrucci pun mengaku kecewa gagal merebut podium. (ms/dhy)
Sudut Pandang Petrucci

Kepada Motorsport, Petrucci mengaku yakin Lorenzo buru-buru kembali ke jalur dalam saat melihatnya mendekat. "Jorge melebar di Tikungan 1, saya ada di jalur dalam. Tapi saya rasa ia melihat saya, lalu memutuskan menyenggol saya, karena ia menyentuh ban depan saya. Ia tak coba menghindari saya. Kami jadi kehilangan waktu satu detik," ujarnya.
Petrucci yakin bisa naik podium andai tak kehilangan satu detik, namun mengakui performa Vinales yang lebih kuat. "Jelas Jorge tak terlalu 'cerdas' mengambil garis balap itu di Tikungan 1. Saya lihat ia melakukannya pada Valentino Rossi. Icoba mengejar dari garis luar. Entah apa yang ia pikirkan soal garis itu," ungkap rider 28 tahun ini.
Tanggapan Lorenzo

Lorenzo, yang finis keenam, punya pendapat yang benar-benar berbeda dengan Petrucci. Ia yakin, Petrucci sebagai rider yang ada di belakangnya, justru seharusnya lebih jeli mengantisipasi pergerakan rival di depannya. Ia juga menyatakan bahwa Petrucci harus lebih bersabar jika memang tak bisa menyalip di tikungan itu.
"Rider yang ada di depan, tak bisa melihat rider di belakang, dan jika Anda melebar di area yang kotor, Anda jelas mencoba kembali ke garis bersih secepat mungkin. Rider yang di belakang justru harusnya tahu rider yang di depan bakal kembali ke jalur dalam cepat atau lambat. Ia sendiri harus hati-hati," ungkap Por Fuera.
"Danilo bilang, 'Ini peluangku, aku akan membuka gas lebih lebar'. Itulah masalahnya. Ia harus paham, 'Aku akan punya peluang lain karena aku lebih cepat darinya. Aku akan menyalipnya di tikungan lain.' Saya rasa itulah masalahnya, menurut saya, karena saya 'kan tak mungkin melaju di garis kotor terus-terusan," pungkas Lorenzo. [initial]
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Petrucci-Lorenzo Debat Soal Insiden MotoGP Jerman
Otomotif 16 Juli 2018, 12:55
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Jerman 2018: Sembilan Pole Beruntun Bagi Marquez
Otomotif 14 Juli 2018, 20:04
-
Hasil Latihan Keempat MotoGP Jerman 2018: Dovizioso Memimpin
Otomotif 14 Juli 2018, 19:15
-
Hasil Latihan Kedua MotoGP Jerman 2018: Lorenzo Tercepat
Otomotif 13 Juli 2018, 20:12
-
Lorenzo: Pedrosa Bakal Garang di Yamaha
Otomotif 13 Juli 2018, 13:45
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR