
Bola.net - Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro, kembali menegaskan sama sekali tak menyesali keputusan hengkang ke Repsol Honda di MotoGP 2021, ketika KTM justru menunjukkan kemajuan signifikan tahun ini. Kepada MotoGP.com, Selasa (3/11/2020), Espargaro justru mengaku tak sabar menantikan tantangan baru.
Pada Juni lalu, Espargaro yang jadi rider utama dalam pengembangan RC16 sejak 2017, secara mengejutkan menerima tawaran Repsol Honda untuk bergabung dengan rivalnya sejak kecil, Marc Marquez, pada 2021. Keputusan ini bikin heran karena RC213V selama ini justru ditakuti rider lain karena hanya 'tunduk' pada kendali Marquez.
Keputusan ini bahkan dinilai sebagai kesalahan besar, terutama usai KTM menggebrak dengan kemenangan perdananya di MotoGP lewat Brad Binder di Ceko, disusul kemenangan Miguel Oliveira di Styria. Espargaro sendiri belum menang, namun sukses mengantongi tiga podium bersama pabrikan Austria itu.
Keputusan Terbaik 'Saat Itu'

"Jika Anda sudah ambil sebuah keputusan, maka keputusan itu pula yang harus Anda pegang. Jadi, bodoh jika berkata bahwa bertahan di KTM akan jadi pilihan yang lebih baik, karena kala itu saya merasa bahwa pindah ke Honda keputusan terbaik yang bisa saya ambil," ujar Polyccio seperti kutipan Speedweek, Rabu (4/11/2020).
Honda pun akan jadi pabrikan ketiga yang akan dibela Espargaro di MotoGP. Sebelum pindah ke KTM, ia juga pernah membela Honda selama tiga musim. "Entah prestasi apa yang bisa saya raih dengan pabrikan lain. Namun, perubahan ini membantu saya dapat motivasi ekstra untuk tetap memperbaiki diri," tutur Espargaro.
Espargaro juga justru tertantang membandingkan diri dengan Marquez, rival sengitnya sejak di ajang-ajang junior, termasuk saat sengit baik di dalam maupun luar trek dalam berebut gelar dunia Moto2 2012. Menurutnya, hanya waktu yang akan menjawab apakah langkah ini akan menjadikannya rider yang lebih kuat atau justru terpuruk.
Langkah Terpenting dalam Karier Pol Espargaro

"Marc rider terbaik di dunia, dan kami akan mengendarai salah satu motor terbaik di dunia pula. Jika Anda tak termotivasi oleh tantangan ini, saya tak habis pikir. Ini adalah langkah penting dalam karier saya. Langkah ini akan bikin saya makin kuat atau justru menghancurkan saya. Tapi, saya sangat menantikannya," ujar Espargaro.
Selama ini, paddock MotoGP memang dibuat bertanya-tanya mengapa hanya Marquez yang mampu menjinakkan RC213V, dan menurut Espargaro, orang-orang ini hanya berkutat dengan asumsinya. Ia yakin, demi benar-benar memahami taktik Marquez, seorang rider harus menjadi tandemnya.
"Saya penasaran melihat apa yang berbeda dari Marc ketimbang rider lain. Anda hanya bisa memahaminya jika Anda berada di garasi yang sama dengannya dan mengevaluasi datanya. Jika Anda bisa mengonfirmasi kinerja Anda, maka bagus. Jika tidak, Anda bakal terpuruk," pungkas adik Aleix Espargaro ini.
Sumber: MotoGP, Speedweek
Video: Momen Brad Binder Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
- Yamaha Bersyukur Garrett Gerloff Mau Jadi Cadangan Valentino Rossi
- Joan Mir Siap Tarung di 3 Seri Terakhir, Alex Rins Tanpa Beban
- Tinggal Tiga Seri Tersisa, Andrea Dovizioso Tekad Berjuang Sampai Akhir
- 6 Alasan Logis Yamaha Pilih Garrett Gerloff Jadi Cadangan Valentino Rossi
- Mengenal Garrett Gerloff, Rider Cadangan Valentino Rossi di MotoGP Eropa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pol Espargaro Soal Pindah ke Honda: Bisa Makin Kuat atau Justru Hancur
Otomotif 5 November 2020, 13:57
-
Pol Espargaro Utang Budi pada Iker Lecuona di MotoGP Teruel
Otomotif 27 Oktober 2020, 16:53
-
Aleix Espargaro Sedih Belum Bisa Samai Level Sang Adik di MotoGP
Otomotif 15 Oktober 2020, 12:49
-
Tegas Tak Menyesal, Pol Espargaro Pede Bisa Garang di Honda Seperti di KTM
Otomotif 5 Oktober 2020, 10:48
-
Maverick Vinales: Valentino Rossi Pasti Tetap Balapan di Usia 43 Tahun
Otomotif 29 September 2020, 13:06
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR