Bola.net - Belakangan, mantan juara dunia GP500 tahun 1993, Kevin Schwantz memberi kritik pedas mengenai keputusan Casey Stoner untuk pensiun dini di akhir musim ini karena penyakit misterius yang ia alami sejak tahun 2009 lalu dan aturan baru MotoGP yang dinilainya menuju ke arah yang salah.
Ketika ditanya mengenai pendapatnya apakah Stoner akan kembali membalap pasca pensiun di masa-masa mendatang, Schwantz menjawab, "Saya benar-benar tidak tahu dan saya benar-benar tidak peduli."
"Selama ini saya selalu kesulitan melihat Casey tersenyum. Ketika bertemu dengannya di hospitality, ia memang ramah terhadap orang yang ia kenal dan ia sukai. Namun dalam kehidupan secara umum, sangat sulit membayangkan hidup dengan perasaan yang tidak bahagia seperti itu," lanjutnya.
"Terlepas dari pekerjaan berkeliling dunia, perhatian media, aturan MotoGP ataupun penyakit misterius, saya pikir ia terlalu merasa kesal atas banyak hal," kata pria asal Texas itu.
"Saya ingat ketika saya masih aktif membalap, memang banyak yang harus saya kerjakan dengan usaha keras, banyak rasa 'sakit' dan 'derita'. Namun ada satu sesi yang dapat membuat segalanya tampak sepadan atas apapun yang telah saya lakukan, yakni pada sesi balapan," jelasnya.
"Motor-motor yang pernah saya kendarai, membuat saya merasa 'hidup' dan memiliki kehidupan yang lebih baik," tutur Schwantz. "Tapi saya tak pernah bisa mengerti apa yang membuat Casey memutuskan pensiun, mungkin gairahnya terhadap dunia balap motor berbeda dengan kebanyakan dari kami (para pebalap)."
"Saya pernah membaca beberapa artikel yang mengabarkan Wayne Rainey dan Mick Doohan berpendapat bahwa Casey takkan lama berdiam diri dan akan segera kembali membalap pasca pensiun. Namun saya sendiri, saya tak peduli. Jika ia ingin pergi, maka pergi saja. Jika ingin bertahan, maka bertahanlah," pungkas mantan pebalap yang menjalin pertemanan baik dengan Valentino Rossi, Ben Spies dan mendiang Marco Simoncelli itu. (sp/kny)
Ketika ditanya mengenai pendapatnya apakah Stoner akan kembali membalap pasca pensiun di masa-masa mendatang, Schwantz menjawab, "Saya benar-benar tidak tahu dan saya benar-benar tidak peduli."
"Selama ini saya selalu kesulitan melihat Casey tersenyum. Ketika bertemu dengannya di hospitality, ia memang ramah terhadap orang yang ia kenal dan ia sukai. Namun dalam kehidupan secara umum, sangat sulit membayangkan hidup dengan perasaan yang tidak bahagia seperti itu," lanjutnya.
"Terlepas dari pekerjaan berkeliling dunia, perhatian media, aturan MotoGP ataupun penyakit misterius, saya pikir ia terlalu merasa kesal atas banyak hal," kata pria asal Texas itu.
"Saya ingat ketika saya masih aktif membalap, memang banyak yang harus saya kerjakan dengan usaha keras, banyak rasa 'sakit' dan 'derita'. Namun ada satu sesi yang dapat membuat segalanya tampak sepadan atas apapun yang telah saya lakukan, yakni pada sesi balapan," jelasnya.
"Motor-motor yang pernah saya kendarai, membuat saya merasa 'hidup' dan memiliki kehidupan yang lebih baik," tutur Schwantz. "Tapi saya tak pernah bisa mengerti apa yang membuat Casey memutuskan pensiun, mungkin gairahnya terhadap dunia balap motor berbeda dengan kebanyakan dari kami (para pebalap)."
"Saya pernah membaca beberapa artikel yang mengabarkan Wayne Rainey dan Mick Doohan berpendapat bahwa Casey takkan lama berdiam diri dan akan segera kembali membalap pasca pensiun. Namun saya sendiri, saya tak peduli. Jika ia ingin pergi, maka pergi saja. Jika ingin bertahan, maka bertahanlah," pungkas mantan pebalap yang menjalin pertemanan baik dengan Valentino Rossi, Ben Spies dan mendiang Marco Simoncelli itu. (sp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Schwantz: Stoner Kembali? Saya Tak Peduli
Otomotif 27 Mei 2012, 19:45
-
Rossi Anggap Terlalu Dini Bicarakan MotoGP 2013
Otomotif 25 Mei 2012, 21:45
-
Dovizioso: Lorenzo Pegang Kendali Bursa Pebalap 2013
Otomotif 25 Mei 2012, 20:45
-
Schumacher: Stoner Terlalu Muda Untuk Pensiun
Otomotif 24 Mei 2012, 18:30
-
Bertalenta Hebat, Stoner Putuskan Pensiun di Usia 27 Tahun
Otomotif 24 Mei 2012, 08:09
LATEST UPDATE
-
Randal Kolo Muani Bikin Luciano Spalletti Frustrasi
Liga Italia 24 Agustus 2026, 10:19
-
Barcelona Menang Besar 5-0, Ulasan Performa Para Pemain di Markas Elche
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 10:09
-
AC Milan Tekuk Torino, Berikut Performa Pemain di Setiap Lini
Liga Italia 24 Agustus 2026, 09:53
-
Juventus Tekuk Frosinone, Bremer Gemilang, Kolo Muani Melempem
Liga Italia 24 Agustus 2026, 09:07
-
Nyaris Terkapar, Bagaimana Performa Para Pemain Liverpool di Kandang Newcastle?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 08:27
-
Comeback Manchester City: Cherki Gemilang, Haaland Belum Tajam
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 07:42
-
Man of the Match Elche vs Barcelona: Raphinha
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 06:47
-
Man of the Match Torino vs Milan: Samuel Chukwueze
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:43
-
Hasil Elche vs Barcelona: Raphinha dan Fermin Lopez Menggila
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 06:17
-
Hasil Torino vs Milan: Adrien Rabiot Merevitalisasi Rossoneri
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:10
-
Man of the Match Frosinone vs Juventus: Bremer
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:44
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


























KOMENTAR