
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa yakin rekan setimnya, Marc Marquez telah kelewat batas dalam menjalani balapan di MotoGP Aragon, Spanyol pada hari Minggu (29/9).
Marquez menyenggol Pedrosa dari belakang saat berusaha menyalip di tikungan ke-12 pada lap keenam. Kabel kontrol traksi Pedrosa rusak akibat senggolan tersebut. Ia pun terjatuh dan harus gagal finis.
"Marc berusaha terlalu keras setiap kali ada rival di depannya. Kali ini, seperti yang selalu dilakukannya musim ini, ia nyaris menabrak saya dari belakang. Ia menyenggol saya dan merusak sensor kontrol traksi, lalu saya terjatuh," ujar Pedrosa.
Pebalap Spanyol ini juga melontarkan kritik pada pengawas balap yang ia nilai terlalu menganggap remeh insiden-insiden seperti ini. Menurutnya, pebalap yang terlalu agresif harus mendapat semacam peringatan.
"Saya rasa pengawas balap terlalu menganggap remeh hal-hal seperti ini, apalagi banyak hal-hal buruk yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pebalap berpengalaman mencoba untuk tetap tenang menghadapi pebalap yang masih perlu banyak belajar. Namun dalam hal ini, pengawas balap punya sudut pandang lain," pungkas Pedrosa.
Usai gagal finis di Aragon, Pedrosa harus puas tetap berada di peringkat ketiga pada klasemen pebalap dengan 219 poin, tertinggal 59 poin dari Marquez yang ada di puncak. (as/kny)
Marquez menyenggol Pedrosa dari belakang saat berusaha menyalip di tikungan ke-12 pada lap keenam. Kabel kontrol traksi Pedrosa rusak akibat senggolan tersebut. Ia pun terjatuh dan harus gagal finis.
"Marc berusaha terlalu keras setiap kali ada rival di depannya. Kali ini, seperti yang selalu dilakukannya musim ini, ia nyaris menabrak saya dari belakang. Ia menyenggol saya dan merusak sensor kontrol traksi, lalu saya terjatuh," ujar Pedrosa.
Pebalap Spanyol ini juga melontarkan kritik pada pengawas balap yang ia nilai terlalu menganggap remeh insiden-insiden seperti ini. Menurutnya, pebalap yang terlalu agresif harus mendapat semacam peringatan.
"Saya rasa pengawas balap terlalu menganggap remeh hal-hal seperti ini, apalagi banyak hal-hal buruk yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pebalap berpengalaman mencoba untuk tetap tenang menghadapi pebalap yang masih perlu banyak belajar. Namun dalam hal ini, pengawas balap punya sudut pandang lain," pungkas Pedrosa.
Usai gagal finis di Aragon, Pedrosa harus puas tetap berada di peringkat ketiga pada klasemen pebalap dengan 219 poin, tertinggal 59 poin dari Marquez yang ada di puncak. (as/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo: Marquez Memang Terlalu Agresif
Otomotif 30 September 2013, 20:30
-
Galeri Foto Gelaran Balap MotoGP Aragon 2013
Open Play 30 September 2013, 19:00
-
Rossi: Marquez Harusnya Dihukum Sampai Saya Pensiun!
Otomotif 30 September 2013, 18:00
-
Rusak Motor Pedrosa, Marquez Minta Maaf
Otomotif 30 September 2013, 17:30
-
Senggolan di Aragon, Pedrosa Kritik Gaya Balap Marquez
Otomotif 30 September 2013, 17:00
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25




















KOMENTAR