
Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller, akhirnya mengembalikan tradisi 'shoey' usai merebut kemenangan di MotoGP Le Mans, Prancis, Minggu (16/5/2021). Aksi selebrasi ini pun membuat banyak penggemarnya senang, mengingat ia sempat bikin kecewa karena tak melakukan gestur minum sampanye dari sepatu itu usai menang di Jerez, Spanyol.
Shoey adalah gestur minum sampanye dari sepatu yang juga tradisi orang Australia. Selebrasi ini populer dilakukan pembalap Formula 1, Daniel Ricciardo, tiap kali naik podium. Namun, Miller lah yang mempelopori shoey di dunia balap, usai menang di MotoGP Assen, Belanda, 2016. Melihat aksi Miller, Ricciardo ikut-ikutan saat menang di F1 Hockenheim, Jerman.
Di Jerez, Quartararo pun sempat mengaku suka selebrasi shoey ini, namun ia menyebut bahwa Ricciardo lah yang biasa melakukannya. Rider Prancis ini justru lupa bahwa Miller, sahabatnya sendiri, adalah pelopor shoey di dunia balap. "Saya suka gaya selebrasi kawan baik saya, Daniel Ricciardo, yang minum sampanye dari bot dan membagikannya dengan semua orang," tuturnya.
Akhirnya Shoey Lagi
No other way to celebrate!!! 🍾😎#FrenchGP 🇫🇷 pic.twitter.com/du2my0BTUy
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 16, 2021
Gara-gara pernyataan ini, Miller pun 'ngambek' dan ogah shoey usai menang di Jerez. Saat ditanya oleh Direktur Departemen Komunikasi Dorna, Ignacio Sagnier, mengapa ia tak melakukan shoey, Miller memberi jawaban unik. "Apa kau tak dengar Fabio di jumpa pers? Menurutnya, Daniel yang melakukannya. Jadi, aku tak mau melakukannya lagi," ungkap Miller sembari tertawa.
Dalam jumpa pers usai balap, ia juga mengulang pernyataan serupa ketika ditanya soal hal ini. "Saya tak melakukan shoey. Jika Anda dengar apa yang dikatakan Fabio, menurutnya Daniel lah yang memelopori shoey. Jadi, saya biarkan saja Daniel yang melakukannya mulai sekarang. Saya akan menemukan gaya selebrasi lain suatu saat nanti," pungkas Miller sambil terbahak.
Namun, aksi shoey akhirnya kembali di Le Mans, usai Miller menang dan Quartararo finis ketiga. Miller bahkan dibantu El Diablo dan Johann Zarco menuangkan sampanye ke sepatu bot kanannya. Menjelang akhir sesi podium, Quartararo pun bersedia minum dari sepatu Miller, layaknya Ricciardo yang kerap menawarkan shoey-nya kepada para rivalnya di podium.
Mau Minum demi Minta Maaf

"Fabio memberi saya tarikan (tow) di kualifikasi kemarin, jadi kini kami jadi teman lagi," gurau Miller via MotoGP.com. "Ini pertama kalinya kami naik podium bareng tahun ini, juga pertama kalinya saya menang saat dia di sebelah saya. Jadi, shoey layak dilakukan. Ia bilang ia suka selebrasi ini, jadi saya harus tunjukkan padanya siapa duluan yang melakukan shoey!"
"Saya harus minum demi menunjukkan rasa maaf saya," sahut Quartararo sambil tertawa.
"Enak, kan?" tanya Miller.
"Ya, rasanya beda. Tidak sama (seperti sampanye biasa)," jawab rider 22 tahun itu.
"Sepertinya bubble-nya jadi sedikit," giliran Zarco menyahut.
"Ya, rasanya jadi hambar," tukas Miller sambil terbahak.
Ricciardo yang berteman baik dengan Miller dan Quartararo pun mengungkapkan rasa senangnya melihat aksi shoey bareng ini lewat Instagram dan Twitter. "Hal yang indah," tulisnya lewat Twitter.
Sumber: MotoGP
Video: Ketika Valentino Rossi dan Lewis Hamilton Tukar Kendaraan Balap
Baca Juga:
- Menangi Le Mans, Jack Miller: Tolong Cubit Saya, Kayaknya Ini Mimpi!
- Klasemen Sementara MotoE 2021 Usai Seri Le Mans, Prancis
- Hasil Balap MotoE Le Mans: Eric Granado Sukses Menang
- Klasemen Sementara MotoGP 2021 Usai Seri Le Mans, Prancis
- Hasil Balap MotoGP Le Mans: Jack Miller Menangi Balapan Flag-to-Flag
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
McLaren Luncurkan Skuad F1 2021, Siap Tempur Bareng Lando Norris-Daniel Ricciardo
Otomotif 16 Februari 2021, 12:06
-
Daniel Ricciardo Sebut Valentino Rossi 'Pahlawan', Minta F1 Sesengit MotoGP
Otomotif 6 September 2020, 18:43
-
Daniel Ricciardo: Waktunya Jack Miller Menang Lagi di MotoGP
Otomotif 3 Juli 2020, 13:45
LATEST UPDATE
-
Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:17
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
Tak Lagi Percaya Di Gregorio, Juventus Intip Peluang Gaet Alisson dari Liverpool
Liga Italia 25 Februari 2026, 15:23
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
-
Santiago Bernabeu Membara! Real Madrid vs Benfica: Duel Hidup Mati Menuju 16 Besar UCL
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:17
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Benfica: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:12
-
Jadwal Lengkap German Open 2026 dan Link Streaming di Vidio
Bulu Tangkis 25 Februari 2026, 14:11
-
Prediksi Susunan Pemain PSG vs Monaco: Juara Bertahan Incar Tiket 16 Besar
Liga Champions 25 Februari 2026, 13:57
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
























KOMENTAR