Bola.net - - Pembalap baru Ducati Corse, Jorge Lorenzo menyarankan agar MotoGP belajar dari Formula 1 mengenai tingkat keamanan dan kenyamanan paddock sirkuit, menyusul insiden rider Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi yang tak sengaja menabrak penggemar saat mengendarai skuter di paddock Valencia, Spanyol.
Seorang wanita yang bernama Ana Cabanillas tersebut bahkan membawa kasus ini ke pengadilan setempat, dengan dalih Rossi sengaja mencelakainya. Meski begitu, pengadilan menutup kasus tersebut setelah Cabanillas dinyatakan tidak spesifik dalam menyatakan tindakan Rossi, dan hanya menyebutkan 'perlakuan buruk'.
Valentino Rossi saat menabrak penggemar di Sirkuit Valencia. (c) Istimewa
“MotoGP bisa belajar dari F1 soal hal-hal di luar lintasan. Saya rasa MotoGP merupakan kejuaraan balap terhebat saat ini, lebih spektakuler dan seru dari F1. Tapi paddock F1 lebih cerdas, tak terlalu banyak orang, dan ini lebih mudah bagi pembalap. Mereka bisa berjalan dengan bebas di paddock,” ujar Lorenzo kepada Crash.net.
Lorenzo bahkan mengaku memaklumi Rossi, mengingat keduanya kerap menjadi 'buronan' para penggemar ketika berada di paddock. Bahkan Por Fuera sempat mengeluh dirinya tak bisa berinteraksi dengan tokoh balap lainnya karena terlalu banyak orang memenuhi paddock.
“Saya sendiri tidak bisa bebas di paddock MotoGP, karena ada terlalu banyak orang. Saya harus buru-buru pergi dari garasi ke motorhome. Saya tak bisa menghabiskan semenit pun di paddock karena mustahil. Anda takkan bisa lolos satu meter pun tanpa harus foto bersama penggemar,” pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lorenzo: Wajar Bila Fans Rossi Takkan Maafkan Saya
Otomotif 3 Januari 2017, 16:00
-
Valentino Rossi Justru 'Takut' Merasa Awet Muda
Otomotif 3 Januari 2017, 14:00
-
'Atmosfer Kerja Rossi-Vinales Sudah Fantastis'
Otomotif 3 Januari 2017, 11:00
-
Soal Kasus Rossi, Lorenzo: MotoGP Harus Belajar dari F1
Otomotif 3 Januari 2017, 10:00
-
Mercedes Undang Valentino Rossi, Ferrari 'Panas'?
Otomotif 30 Desember 2016, 11:45
LATEST UPDATE
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming PSG vs Monaco - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Real Madrid vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
PPV Byon Combat Dibajak, Yoshua Marcellos Tegaskan Perang Lawan Pembajakan
Olahraga Lain-Lain 25 Februari 2026, 19:39
-
Pujian Senne Lammens untuk Michael Carrick: Pertahanan MU Jadi Solid!
Liga Inggris 25 Februari 2026, 19:19
-
Dulu Dibuang Milan, Sekarang Jadi Jagoan UCL: Kisah Jens Petter Hauge
Liga Champions 25 Februari 2026, 18:43
-
Masa Depan Bruno Fernandes Ditentukan Tiket Liga Champions
Liga Inggris 25 Februari 2026, 18:13
-
Dua Singa di Lini Serang Timnas Norwegia: Sorloth dan Haaland!
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Atalanta vs Dortmund - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:45
-
Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:17
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58

























KOMENTAR